Linkbar
Saturday, May 14, 2011
Tuesday, March 01, 2011
The Mediator #3 - Reunion
Posted by Duma at 7:52 AM 2 comments
Labels: 2011, Novel Anak/Remaja
Sunday, February 27, 2011
Judul : Ulysses Moore #3 - Pulau Topeng
Penulis : Pierdomenico Baccalario (c) 2006
Penerjemah : Barokah Ruziati
Penerbit : Erlangga for Kids, Jakarta, 2010
Tebal : 213 halaman ; 14,5 x 21,5 cm
Buku tentang petualangan si kembar Jason dan Julia dan teman baru mereka, Rick sudah masuk buku ke empat.
Aduh, karena udah banyak lupa cerita-cerita sebelumnya, hihihihi, aku juga bacanya agak meraba-raba sih. Mungkin nanti kapan-kapan pengen baca lagi dari buku satu deh, wekekekekek.
Yah singkatnya yah, kali ini mereka bertiga lagi-lagi menggunakan Metis, kapal ajaib di dalam gua di bawah Argo Manor, rumah baru Jason dan Julia. Mereka pergi ke Venesia mencari Peter Dedalus (jangan tanya, aku juga lupa kenapa mereka mencari Peter Dedalus, hihihi, yang pasti tentu ada hubungannya dengan mencari tahu lebih banyak tentang Ulysses Moore, pemilik asli Argo Manor).
Ternyata di Venesia, mereka bertemu dengan sepasang suami istri, yang ternyata anggota Illuminati. Yah, ini sih di buku ini, kurang jelas juga apa hubungannya dengan cerita, apa cuma gaya-gayaan aja, atau nanti di buku berikutnya masih ada hubungannya yah?
Nah, tentu saja, dengan memecahkan berbagai teka-teki, seperti di buku-buku sebelumnya, mereka berhasil menemukan di mana Peter Dedalus bersembunyi (kalau pola ini sih aku masih ingat, hehehe, karena salah satu keasikan serial ini yah cerita tentang ketiga anak itu memecahkan berbagai potongan petunjuk yang seperti teka-teki itu).
Dan, lagi-lagi, pas ketemu, eeeeh.... ada si Oblivia yang licik itu, hahahahahhaha.....
Yah gitu deh yang bisa diceritain, soalnya karena sudah lupa dengan detil-detil cerita sebelumnya, jadi bingung juga bacanya hehehehe, bukan jenis buku yang bisa dibaca terpisah-pisah sih.
Tapi tetap aja, aku suka buku ini karena kemasannya yang cantik, covernya itu keren banget, dan karena dikemas pakai hard-cover gitu, jadi tambah bagus. Dan di dalam juga, ilustrasi-ilustrasinya bagus-bagus dan banyak. Di tiap awal bab, ada kolase-kolase cantik dari petunjuk-petunjuk atau pun hal-hal yang berhubungan dengan tempat-tempat atau benda yang diceritakan. Dan juga huruf-hurufnya yang besar, jadi biar pun 200-an halaman, bacanya jadi sebentar, hihihihi :D :D
Posted by Duma at 4:20 PM 2 comments
Labels: 2011, fantasy, Novel Anak/Remaja
Sunday, January 23, 2011
A Wrinkle in Time
Posted by Duma at 10:08 PM 2 comments
Labels: 2011, Novel Anak/Remaja
Monday, September 20, 2010
Emmy and the Incredible Shrinking Rat
Posted by Duma at 11:10 AM 2 comments
Labels: 2010, fiction, Novel Anak/Remaja
Monday, March 22, 2010
Ink Exchange
Posted by Duma at 8:39 PM 1 comments
Labels: 2010, fantasy, Novel Anak/Remaja
Wicked Lovely
Posted by Duma at 8:00 PM 0 comments
Labels: 2010, fantasy, Novel Anak/Remaja
Sunday, January 24, 2010
Magic or Madness
Judul : Magic or Madness (Rahasia Sihir)

Posted by Duma at 4:06 PM 4 comments
Labels: 2010, Novel Anak/Remaja
Saturday, January 23, 2010
Keluarga Flood - Liburan Seru
Judul : Keluarga Flood #6 - Liburan Seru

Posted by Duma at 4:42 PM 0 comments
Labels: 2010, Novel Anak/Remaja
Tuesday, January 12, 2010
Fairest
Posted by Duma at 6:18 PM 1 comments
Labels: 2010, Novel Anak/Remaja
Wednesday, January 06, 2010
Rahasia Embusan Angin
Judul : Rahasia Embusan Angin (Belle Prater's Boy)
Posted by Duma at 11:58 PM 2 comments
Labels: 2010, Novel Anak/Remaja
Sunday, December 07, 2008
Cringe!
Judul : Cringe! (Ih, Capek Deh!)
Pengarang : Caroline Plaisted, 2003
Illustrator : Cherry Whytock
Penerjemah : Weny Jessica Orvalo
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, September 2008
Tebal : 224 halaman ; 13,5 x 20 cm
Amaryllis merasa dirinya satu-satunya orang normal di rumahnya. Abangnya sudah drop-out dari SMA dan sekarang tinggal di ruang bawah tanah rumah mereka, tempatnya berkumpul dan latihan dengan bandnya. Ibunya juga bekerja di rumah, sebagai seorang konsultan untuk orang-orang yang punya masalah kepribadian. Ayahnya seharian menjaga toko makanan sehat miliknya, dan pada waktu luangnya menghabiskan waktu dengan melukis. Lalu ada Hugo, adiknya yang selalu menjilat orang dewasa dengan tampil sebagai anak manis dan penurut.
Amaryllis ingin sekali punya orangtua seperti ayah dan ibu teman akrabnya, Xanthe yang cantik. Ibunya langsing, cantik dan berpakaian sangat menarik, sehari-harinya bekerja sebagai perancang asesoris etnik. Dan ayah Xanthe seorang pengacara sukses yang selalu tampil keren dengan pakaian kerjanya. Dan rumah Xanthe juga sangat rapi dan bersih, diisi dengan barang-barang yang seharusnya mengisi sebuah rumah. Bukan seperti rumah Amaryllis, yang dindingnya dilukisi oleh ayahnya dengan sebuah mural seorang perempuan dengan tubuh bergelombang dan tampak mirip ibunya.
Tapi tak seluruh fakta tentang rumahnya jelek. Salah seorang teman abangnya, Jake, sangat keren! Dan Amaryllis sangat berharap kalau diam-diam Jake jatuh cinta padanya. Dan ada juga Nono, neneknya. Nono tidak tinggal bersama mereka. Karena itu, rumah Nono adalah tempat pelarian Amaryllis sepulang sekolah. Di rumah Nono, selalu ada makanan enak, dan anjing Nono, Brian, juga keren, tidak seperti Giggles, anjing rumah Amaryllis yang punya masalah dengan bau badannya.
Amaryllis juga mungkin satu-satunya anak disekolahnya yang tidak punya ponsel, dan bahkan tidak punya televisi di rumah. Sungguh hidup yang aneh, begitulah menurut Amaryllis.
Lalu keanehan itu pun bertambah, saat lukisan ayah Amaryllis dipajang di sebuah pameran dan mendapat perhatian besar. Sepertinya ayahnya akan jadi terkenal. Bahkan diundang ke Amerika! Dan tak hanya itu, ayahnya diminta untuk membuat lukisan presiden Amerika. Wah, semua orang tampaknya mengira Amaryllis menyukai itu.
Tapi Amaryllis tetap mengira keluarganya aneh. Hingga akhirnya dia mengetahui apa yang terjadi pada ayah dan ibu Xanthe.
Buku ini lucu banget. Amaryllis adalah narator cerita ini, yang menceritakan tentang keluarga dan temannya dari sudut pandangnya, seorang anak remaja tanggung. Kayaknya sih gak ada yang terlalu spesial, karena memang yah yang diceritakan juga tentang seorang anak dengan keluarga yang sebenarnya baik-baik saja, hanya sedikit eksentrik. Mungkin sebagai seorang remaja, apalagi dia anak perempuan, dia ingin bisa tampil sama dengan teman-temannya, sehingga merasa keluarganya cukup memalukan.
Yang bikin buku ini jadi menarik sih bagiku adalah ilustrasi di dalamnya. Hampir di setiap halaman ada gambar-gambar yang menunjukkan tokoh-tokoh cerita, dan juga komentar-komentar Amaryllis terhadap para tokoh ataupun kejadian tersebut. Lucu-lucu, kayak waktu dia mengomentari pakaian fotografer yang meliput acara pernikahan bibinya, dan juga gambar dia dalam pakaian yang dirancang bibinya untuk dipakai pada saat pesta tersebut. Kocak banget!
Oh yah, ada satu yang lucu banget, waktu dia gak menyadari kalau bibinya itu sedang hamil, aduh aku ketawa ngakak, karena lama banget dia baru sadar kalau bibinya bukan gemuk, tapi sedang hamil, hi hi hi hi hi
Yah buku ini emang asik kog dibaca buat hiburan, ringan dan lucu ^.^
Posted by Duma at 8:40 PM 0 comments
Labels: 2008, Novel Anak/Remaja
The Worry Tree
Judul : THE WORRY TREE (Pohon Cemas)
Pengarang : Marianne Musgrove, 2007
Penerjemah : Dini Andarnuswari
Penerbit : Penerbit Atria, an imprint of PT Serambi Ilmu Semesta, November 2008
Tebal : 110 halaman ; 13 x 20,5 cm
Juliet Jennifer Jones punya inisial JJJ, seperti tiga kail ikan berjajar. Hobinya mengoleksi berbagai benda. Sudah banyak koleksinya, dari mulai koleksi penghapus berbagai bentuk, kulit jangkring yang dikeringkan, tiket bis bekas, sampai sebuah tanaman Venus Flytrap yang makan serangga, yang diberi nama Piranha.
Adiknya, Oaf, nama lengkap : Ophelia. Oaf anak yang sangat jahil, dan sering membuat Juliet jengkel dengan ulahnya. Setelah bertengkar berkali-kali, ibu mereka memutuskan, Juliet dan Ophelia harus pisah kamar. Wow, ini berita hebat bagi Juliet, tapi tidak bagi ayahnya. Karena Juliet akan menggunakan kamar yang selama ini dijadikan ayahnya sebagai tempat 'riset', kegiatan yang artinya di sini menggunakan segala alat untuk menjadikan sesuatu yang aneh dan tak jelas fungsinya.
Selain ayah, ibu dan adiknya, ada juga Nana, nenek Juliet, tinggal di sebuah bangunan khusus di kebun belakang. Nana dulunya seorang kepala jurusan kimia di universitas, namun sekarang hanya pergi ke perkumpulan orang tua.
Saat pindah kamar, Juliet menemukan sesuatu. Sewaktu membuka kertas pelapis dinding, ternyata ada sebuah lukisan besar ditemukan terlukis di dinding. Sebuah pohon dengan enam ekor binatang. Nana yang melihat lukisan itu langsung teringat masa kecilnya. Menurut Nana, pohon itu digambar oleh ibu Nana, untuk menghibur Nana. Keenam binatang itu punya nama, dan setiap malam, masing-masing binatang akan mengurus semua jenis kecemasan Nana, mulai kecemasan akan teman-teman, sekolah, keluarga, kesehatan, perubahan dan bahkan barang-barang yang hilang. Karena itulah, pohon itu dinamai Pohon Cemas. Dan ada sebuah lubang di pohon itu, tempat meletakkan kecemasan yang tak dimengerti.
Sejak itu, setiap malam, Juliet menggantungkan kecemasannya di pohon itu. Mulai dari kecemasannya menghadapi seorang anak laki-laki yang selalu mengganggunya di sekolah, lalu teman baiknya yang merasa perlu memperebutkan dirinya dengan seorang teman baru. Dan juga kesehatan Nana yang membuat Juliet selalu khawatir. Lalu ditambah lagi, pertengkaran antara ayah dan ibunya, yang sering terjadi sejak Juliet pindah kamar.
Ceritanya sederhana dan singkat. Buku ini tadinya aku minta karena gambar sampulnya yang bener-bener imut. Dan ceritanya juga imut. Tidak terlalu berbelit-belit, pas banget buat anak-anak. Aku berusaha mengingat waktu kecil, apa dulu aku sampai segitu khawatir yah? Kayaknya sih gak, hahahaha. Mungkin aku lebih mirip adiknya, Oaf, yang lebih mikirin main dan mengusilin adik-adik, hehehehe.
Terasanya sih, buku ini emang bawa pesan, terutama buat orang tua, karena di bagian-bagian akhir, diceritakan kalau Juliet khawatir dengan pertengkaran orangtuanya, dan merasa dia menjadi penyebab pertengkaran itu. Yah, pesannya mungkin kalau orangtua itu harus ingat, kalau bertengkar, anak-anak pasti memperhatikan juga. Dan juga harus memikirkan bagaimana sih perasaan si anak.
Yah, yang paling aku suka di buku ini sih gambar-gambarnya hehehehe, emang imut banget...
Posted by Duma at 7:54 PM 1 comments
Labels: 2008, Novel Anak/Remaja
Wednesday, July 02, 2008
COUNT KARLSTEIN
Judul : Count Karlstein
Pengarang : Philip Pullman, 1982
Penerbit : Yearling, an imprint of Random House Children's Books (2001)
Tebal : 243 halaman ; 13 x 19 cm
Desa Karlstein adalah sebuah desa kecil yang tenang. Sekali-sekali ada saja orang asing yang lewat dan menginap di tempat tersebut, membuat penginapan Frau Kelmar, ibu dari Peter dan Hildi, tetap saja dikunjungi tamu.
Di desa itu juga ada Kastil Karlstein, tempat tinggal Count Karlstein, gelar yang sekarang dipegang seorang pria aneh pewaris kastil tersebut. Bersama sang Count, tinggal juga dua orang keponakannya, Lucy dan Charlotte, yang sudah yatim piatu. Hildi, anak sang pemilik penginapan juga bekerja sebagai pelayan di kastil itu.
Count Karlstein ternyata memiliki rahasia-rahasia aneh. Diam-diam dia mengadakan perjanjian dengan setan, Zamiel, si Pemburu. Zamiel yang melakukan perburuannya setiap All Soul Eve, mencari mangsa. Zamiel memberi kepada sang Count kedudukan dan harta, tapi dia juga menuntut bayaran. Dan sang Count sudah merencanakan, akan memberikan kedua keponakannya yang malang itu sebagai korban untuk menyenangkan Zamiel.
Untungnya, saat merencanakan kejahatannya itu, Hildi tak sengaja mendengar pembicaraan tersebut. Dan Hildi yang menyayangi kedua anak kecil itu pun membawa lari mereka, agar tak dijadikan mangsa. Sayangnya pelarian itu tak berhasil. Tak tahan bersembunyi, Charlotte pun tertangkap.
Tapi Lucy masih berhasil bersembunyi. Dan sang Count pun masih berusaha mencarinya. Cerita licik dikarangnya untuk mengelabui orang-orang dari rencananya yang sebenarnya. Tapi Lucy beruntung. Berbagai bantuan datang menolong dia dan adiknya. Rencana pun disusun untuk menghindari Zamiel, dan membuat sang Count mendapat pelajaran.
Dongeng ini berakhir bahagia bagi Lucy dan Charlotte, dan tentu Hildi yang pemberani, tapi sang Count yang ternyata palsu itu mendapat ganjaran yang sangat tragis. Dia harus kehilangan nyawa!
Para tokoh dalam cerita ini berganti-ganti menceritakan kejadian selama hari-hari menjelang malam mengerikan itu, tapi yang paling dominan adalah Hildi sang pelayan. Aku sih baru saja ketemu buku ini waktu iseng mengubek-ubek rak toko buku waktu transit pesawat, har har har... Ternyata ini buku yang udah cukup lama kog, jauh sebelum trilogi His Dark Materialnya yang sangat populer itu. Tapi, yah ciri Pullman itu yang suka cerita-cerita sedikit 'gelap' terasa sekali di sini. Akhir yang tragis sah-sah saja baginya, untuk menyeimbangkan kebahagian tokoh-tokoh protagonisnya.
Lalu yang aku suka di sini adalah salah satu tokoh yang muncul belakangan dalam cerita, mantan guru kedua anak tersebut, Miss Davenport. Wah, dia ini keren banget, petualang gitu, dan ingin mengajarkan pada anak-anak perempuan kalau mereka juga perlu belajar banyak hal selain sekedar mengikuti fashion.
Dan ada satu bagian, yang isinya adalah laporan polisi desa Karlstein, yang pasti akan bikin kita ngakak-ngakak ngebayangin si polisi berusaha menjelaskan peristiwa konyol yang terjadi saat penangkapan buronan.
Yah, pokoknya aku sih sukaaaaaa buku ini........
Posted by Duma at 7:00 PM 1 comments
Labels: 2008, Novel Anak/Remaja
Sunday, October 07, 2007
The Invention of Hugo Cabret
Judul : The Invention of Hugo Cabret
Pengarang dan Illustrator : Brian Selznick (c) 2007
Penerbit : Scholastic Press, an imprint of Scholastic Inc.
Tebal : 533 halaman ; 14,5 x 22 cm
Hugo Cabret yang malang, ayahnya meninggal dalam sebuah kebakaran di museum tempatnya bekerja. Hugo Cabret masih berusia dua belas tahun, tapi dia punya keahlian memperbaiki jam, keahlian yang didapatnya dari sang ayah, yang juga punya toko reparasi jam. Sejak sangat kecil, Hugo sudah terbiasa mengutak-utik berbagai benda mekanis.
Sejak kematian ayahnya, Hugo tinggal dengan pamannya, yang bekerja sebagai pengurus jam-jam di stasiun kereta api di Paris. Sejak ada Hugo, hampir semua pekerjaan merawat jam-jam tersebut dikerjakan Hugo, sementara sang paman lebih sering mabuk-mabukan, hingga akhirnya suatu hari sang paman tak kembali sama sekali ke tempat tinggal mereka. Sejak itu, Hugo sendirian yang berkeliling stasiun memeriksa jam-jam tersebut. Cek gaji pamannya tetap datang, namun Hugo tak mengerti bagaimana mencairkannya. Hugo bertahan hidup dengan mencuri makanan di stasiun yang ramai itu.
Di salah satu sudut stasiun, ada sebuah toko mainan yang dijaga oleh seorang lelaki tua. Dari toko itu, Hugo juga sering mencuri mainan mekanis yang dijual pak tua itu. Suatu hari, Hugo tertangkap basah oleh pak tua itu sewaktu mau mengambil seekor tikus mainan. Dari Hugo, pak tua itu juga mendapatkan sebuah buku kecil berisi gambar-gambar. Buku yang sangat disayangi Hugo, karena itu adalah buku yang berisi gambar-gambar yang dibuat ayahnya. Isinya gambar-gambar sebuah automata yang mereka temukan di gudang di loteng museum tempat ayahnya bekerja sebelum meninggal.
Ternyata, gambar-gambar itu memiliki arti yang sama sekali tak terduga oleh Hugo. Setelah tertangkap basah, Hugo malah dipekerjakan oleh Mr Georges, sang pemilik toko mainan. Selama itu juga, buku kecil itu ditahan oleh Mr Georges. Diam-diam Hugo tetap mencuri bagian-bagian mekanis dari toko itu. Dia ternyata menyimpan automata dari museum tersebut di kamar tinggalnya di stasiun itu. Sebuah automaton yang sangat rumit, berupa seorang pria dengan posisi siap menulis. Pelan-pelan, Hugo berhasil memperbaikinya, walau tanpa bantuan buku catatan ayahnya. Hugo berharap, mungkin nanti dia bisa mendapatkan pesan dari ayahnya dari tulisan yang dihasilkan automata itu.
Sementara itu, Isabelle, seorang gadis kecil yang tinggal bersama keluarga Mr Georges, akhirnya berteman dengan Hugo, dan mencuri buku catatan itu dari Mr Georges untuk diserahkan pada Hugo. Namun, ternyata pencurian itu segera diketahui Mr Georges, yang menuduh Hugo yang melakukannya. Tapi berkat kunci yang dicuri Hugo dari Isabelle, dia berhasil juga menjalankan automata itu, yang ternyata menghasilkan sebuah gambar aneh. Gambar yang langsung mengingatkan Hugo pada cerita ayahnya tentang film pertama yang ditonton sang ayah sewaktu masih muda, tentang sebuah roket yang mendarat tepat di mata manusia bulan. Sebuah tulisan mengejutkan kedua anak itu, Georges Méliès. Itu adalah nama si pemilik toko mainan, bapak baptis Isabelle.
Dari situ mereka akhirnya mengetahui siapa orang tua aneh itu. Georges Méliès, ternyata adalah seorang sineas pionir dalam dunia perfilman di Prancis. Dia juga seorang ahli sulap, dan dia jugalah yang menciptakan automata yang ditemukan Hugo dan mendiang ayahnya di loteng museum itu. Namun kebangkrutan setelah Perang Dunia I membuat Georges Méliès patah semangat, bahkan dia disangka telah meninggal dunia. Georges Méliès yang frustrasi harus menghabiskan hari-hari membosankan dengan menjaga toko mainan di stasiun kereta itu.
Tapi akhirnya, berkat Hugo dan Isabelle, keberadaannya diketahui lagi oleh para sineas Prancis. Film-filmnya ditemukan kembali, dan Georges Méliès tak lagi harus menjaga toko mainan itu. Jasa-jasanya pada dunia perfilman kini dihargai.
Yah, ini adalah sebuah buku yang sangat menarik. Bukan hanya dari ceritanya, tapi juga ilustrasi-ilustrasi luar biasa ikut menghiasi buku ini. Setiap halaman diberi border kehitaman, dan ilustrasi-ilustrasinya memenuhi hingga lebih 240 halaman dari buku setebal 530 halaman ini. Di antara gambar-gambar tersebut, kita juga akan menemukan beberapa karya asli dari Georges Méliès sendiri. Ilustrasi karya Brian Selznick sendiri berupa gambar-gambar goresan pensil.
Cerita berjalan dalam tulisan dan gambar. Kadang cerita itu tidak disampaikan dengan kata-kata, tapi hanya berupa urut-urutan gambar, seperti mengikuti cerita komik bisu. Lalu aku juga sangat menyukai kesan yang ditimbulkan gambar-gambar tersebut. Rasanya seperti gambar-gambar itu digambar langsung oleh Brian Selznick di buku tersebut, sehingga kita seperti takut menyentuhnya, karena takut akan kelunturan pensilnya.
Satu lagi yang menarik, di bagian paling akhir buku ini, kita juga diberi informasi tentang jenis huruf cetakan yang digunakan, beserta sejarah jenis font tersebut. Very nice!
Kisah hidup Georges Méliès sendiri yang memang memberi inspirasi pada Brian Selznick untuk menulis buku ini. Kisah tentang automata karya sang sineas yang terbengkalai di loteng museum itu benar-benar ada. Demikian juga dengan masa-masa di mana Georges Méliès harus menjaga toko mainan untuk mempertahankan hidup sebelum hasil karyanya dihargai kembali. Kisah hidup Georges Méliès juga akan kita temukan dalam buku yang ditujukan bagi anak-anak ini.
Brian Selznick sendiri sudah menghasilkan beberapa novel dan selama ini juga dikenal sebagai ilustrator yang karya-karyanya juga sudah mendapatkan beberapa penghargaan.
Mau mengintip beberapa ilustrasi pembukaan buku ini? Silahkan klik saja ke website-nya :
Posted by Duma at 7:59 PM 0 comments
Labels: graphic, Novel Anak/Remaja
Sunday, September 23, 2007
The Mysterious Benedict Society
Judul : The Mysterious Benedict Society
Pengarang : Trenton Lee Stewart, 2007
Illustrasi : Carson Ellis
Penerbit : Little, Brown and Company - Hachette Book Group USA, March 2007
Tebal : 490 halaman ; 14,5 x 21,5 cm (hardcover)
Itulah kata-kata yang tertera di iklan aneh di sebuah surat kabar. Iklan itu juga yang dibaca Reynie Muldoon, seorang anak yatim piatu di Panti Asuhan Stonetown. Dia langsung merasa tertarik, apalagi dia sudah sangat bosan, direktur Panti Asuhan tak pernah mengijinkannya untuk masuk sekolah anak berbakat, padahal dia juga tidak masuk sekolah biasa. Hanya ada Miss Perumal yang menjadi tutornya, yang selalu berbahasa Tamil dengannya. Miss Perumal juga yang membantunya mendapatkan ijin ikut tes tersebut.
Ternyata iklan tersebut menarik perhatian banyak anak, namun pada akhirnya hanya sedikit sekali yang berhasil melalui berbagai tes aneh tersebut. Tes-tes tersebut selain menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang tak lazim seperti apakah kau suka nonton televisi dan mendengar radio, apakah kau berani, juga meminta mereka untuk melewati sebuah ruangan tanpa menginjak pola-pola tertentu, dan yang terakhir adalah tes melewati labirin. Empat orang tepatnya : Reynie Muldoon, Sticky Washington yang kurus dan berkacamata, Kate Wetherall yang selalu membawa ember berisi berbagai peralatan, dan seorang anak bertubuh sangat mungil bernama Constance Contraire yang sangat keras kepala.
Ternyata mereka direkrut oleh seorang lelaki tua untuk menjalankan misi rahasia. Mr Benedict yang merekrut mereka, mencurigai bahwa sebuah rencana mengerikan sedang berjalan. Seseorang, yang disebutnya The Sender, sedang merencanakan sesuatu yang sangat jahat. Mr Benedict, menggunakan peralatannya, menangkap pesan-pesan tersembunyi yang disampaikan dalam siaran televisi dan radio, dari sebuah tempat di Pulau Nomansan, di dekat kota Stonetown.
Di tempat itu hanya ada sebuah sekolah untuk anak-anak berbakat, Learning Institution for the Very Enlightened (L.I.V.E), dan tempat itu didirikan oleh Ledroptha Curtain. Tempat itu juga sangat tertutup, sulit untuk dimasuki. Untuk itulah, Mr Benedict meminta bantuan anak-anak tersebut untuk menyusup, menjadi tim agen rahasia untuk menyelidiki sumber pesan-pesan misterius tersebut.
Untuk menjalankan misi itu, yang tentu saja sangat berbahaya bagi keempat anak tersebut, Mr Benedict meminta mereka mempelajari kode Morse, sesuatu yang sangat sederhana dan kuno, sampai-sampai tak lagi digunakan orang. Sticky yang sangat jenius dengan cepat mampu menghafal kode tersebut. Mereka sepakat akan mengirimkan berita kepada tim Mr Benedict yang terdiri dari Rhonda Kazembe dan Number Two yang dulunya adalah anak-anak yang juga pernah lolos tes Mr Benedict, dan Milligan, seorang laki-laki misterius yang bertugas menjaga keselamatan mereka. Mr Benedict sendiri punya keanehan sendiri, dia mengidap Narcolepsy, sebuah penyakit yang membuatnya bisa jatuh tertidur kapan saja tanpa aba-aba.
Setelah berhasil masuk ke sekolah tersebut dengan menyamar menjadi siswa baru, keempat anak tersebut memulai penyelidikan. Untuk itu mereka menyebut diri mereka sebagai The Mysterious Benedict Society. Di L.I.V.E mereka menemukan berbagai hal baru. Di sana terdapat para Executive, yang bertugas mengajar dan mengawasi para siswa. Di antara para siswa juga ada yang mendapat kedudukan khusus sebagai Messenger. Para Executive dan Messenger memiliki seragam khusus yang membuat mereka terlihat berbeda dari para siswa biasa, selain itu mereka juga dikatakan memiliki akses ke fasilitas khusus, yang sepertinya pasti sangat hebat, sehingga semua siswa ingin menjadi Messenger.
Keempat anak itu pun berjuang untuk menjadi Messenger, sambil mengamati lingkungan sekolah. Hampir setiap malam mereka berkumpul diam-diam di kamar Reynie dan Sticky, karena Kate yang sangat atletis itu berhasil menemukan jalan melewati saluran pemanas untuk bisa menyelinap ke kamar mereka. Dari kamar tersebut, yang kebetulan posisinya berhadapan dengan hutan di seberang pulau Nomansan - tempat Rhonda, Number Two, dan Milligan bergantian menjaga pos pengawasan - Sticky dan Reynie mengirimkan berita tentang temuan-temuan mereka. Balasan yang diterima seringkali membingungkan, namun kecerdikan Reynie selalu berhasil memecahkan teka-teki tersebut. Sebuah fakta mengejutkan mereka di hari pertama mereka, Mr Curtain terlihat sama persis seperti Mr Benedict. Dan ternyata Mr Curtain adalah saudara kembar Mr Benedict yang tak diketahuinya sebelumnya. Nantinya, Reynie berhasil mengetahui bahwa Mr Curtain juga lahir di Belanda, sama seperti Mr Benedict, yang menegaskan fakta bahwa mereka kembar.
Pelajaran-pelajaran yang disampaikan di sekolah itu sangat aneh. Begitu pun, kejeniusan Sticky dan kecerdasan Reynie yang diatas rata-rata, membuat mereka mampu mendapatkan nilai-nilai yang sangat cemerlang, membuat mereka menjadi kandidat Messenger dengan peluang besar. Selain itu, banyak keanehan mereka amati di sekolah tersebut. Ada murid-murid yang direkrut, tapi sepertinya menunjukkan perilaku seolah-olah mereka kehilangan sebagian ingatan. Lalu ada juga para Helper, orang-orang yang melayani di sekolah tersebut, yang tampaknya tak punya emosi dan ingatan sama sekali.
Kecerdasan Reynie akhirnya menarik perhatian Mr Curtain, dan membuatnya menjadi Messenger, dan akhirnya mengetahui rahasia pesan-pesan tersebut. Ternyata Mr Curtain punya rencana untuk menguasai dunia. Dan rencananya itu sudah hampir selesai, dan siap untuk dijalankan. Sekarang The Mysterious Benedict Society harus berjuang untuk menggagalkan rencana tersebut. Begitu banyak rintangan harus mereka lalui. Mereka harus bisa merusak peralatan Mr Curtain, agar pesan-pesan itu tak bisa disampaikan langsung, dan akan mempengaruhi lebih banyak orang dari sebelumnya.
Masing-masing anak memiliki keistimewaan mereka masing-masing. Dan juga memiliki kesedihan sendiri-sendiri. Reynie Muldoon, 11 tahun, kesepian dan selalu diejek oleh teman-temannya karena kecerdasannya membuatnya sering tampak berbeda. Hanya Miss Perumal tutornya yang dia sayangi dan mengerti tentang dirinya. Sedangkan Sticky Washington, juga 11 tahun, adalah anak yang sangat jenius dan mampu mengingat banyak hal. Kejeniusannya ini membuatnya terpisah dari orangtuanya. Dia selalu menyimpan ketakutan bahwa dirinya tak diinginkan. Lalu ada Kate Wetherall, seorang gadis berusia 12 tahun dengan tubuh kekar dan sangat bersemangat, yang kemana-mana selalu membawa ember penuh peralatan. Kate juga pernah bergabung dengan rombongan sirkus, setelah ayahnya pergi tiba-tiba dan tak kembali. Hanya satu ingatan yang tak terlupakan olehnya, sewaktu dia dibawa ayahnya ke sebuah danau kecil di dekat kincir, dan janji ayahnya untuk membawanya kembali ke sana, janji yang tak berhasil ditepati sang ayah. Constance Contraire sendiri tak kalah aneh, dia bertubuh sangat kecil, sempat tinggal diam-diam di perpustakaan umum di sebuah kota di dekat Stonetown. Dia sangat keras kepala, dan tampaknya tak tahu aturan, juga sepertinya tak terlalu pintar, sangat gampang mengantuk dan tubuhnya sangat kecil.
Buku ini adalah novel perdananya untuk anak-anak. Sebelumnya, dia sudah menulis sebuah novel fiksi berjudul Flood Summer. Ide untuk buku ini sendiri katanya didapatnya karena dia percaya kalau anak-anak itu lebih sering hanya dilihat dan tidak didengarkan, selalu dianggap remeh.
Cerita ini ternyata sangat asik, seru dan sering membuat kita berdebar-debar menanti apa yang akan dialami keempat anak anggota perkumpulan rahasia tersebut. Di tiap bab, dihiasi juga dengan ilustrasi-ilustrasi cantik karya Carson Ellis. Kita juga diajak untuk memecahkan berbagai teka-teki bersama-sama keempat anak tersebut, dan bertualang melewati lorong-lorong rahasia, berlari dari kejaran musuh. Dan tentu saja.... yang paling aku sukai adalah akhir yang menyenangkan, dengan sebuah rahasia penting yang tak terduga di akhir cerita.
Posted by Duma at 8:52 PM 3 comments
Labels: Novel Anak/Remaja
Saturday, September 22, 2007
The Sea of Trolls
Judul : Sea of Trolls
Pengarang : Nancy Farmer, 2006
Penerjemah : Febry E.S
Penerbit : Penerbit Matahati, Juli 2007
Tebal : 543 halaman ; 13,5 x 20 cm
Di sebuah desa, tinggallah Jack bersama ayah, ibu dan adiknya Lucy. Desa kecil itu sangat sederhana. Ayah Jack kakinya cacat, selalu keras pada Jack, namum sangat memanjakan Lucy. Ayah mereka membuai Lucy dengan dongengan bahwa dirinya adalah seorang putri yang hilang. Ibu Jack sendiri wanita yang cerdas, dan diam-diam sepertinya menguasai sedikit ilmu sihir.
Di desa itu juga tinggal Bard, seorang lelaki tua yang suatu hari terdampar di dekat desa mereka. Entah mengapa, seluruh warga desa itu sangat menghormati Bard. Dia tampaknya menguasai sesuatu yang tak bisa dijelaskan mereka.
Suatu hari, sewaktu Jack mengantarkan makanan, Bard memperhatikan bahwa Jack memiliki sesuatu yang berbeda dari anak-anak lain di desa itu. Bard akhirnya mengangkat Jack menjadi anak didiknya, dan bersama Bard, Jack mempelajari banyak hal-hal baru. Jack bisa menguasai kekuatan alam, dan mampu memanggil kabut. Ternyata ada sebuah rahasia yang disimpan oleh Bard. Frith, sang Ratu para beserker, seorang wanita keturunan Troll, ingin membinasakan Bard.
Lalu, sebelum Jack selesai belajar pada Bard, sebuah serangan mengacaukan segalanya. Para Beserker menyerbu desa Jack. Para penduduk semua sempat bersembunyi, karena peringatan dari Jack dan Bard, juga seorang biarawan dari Pulau Suci yang berhasil melarikan diri dari serbuan Beserker. Tapi ternyata, saat Jack dan Lucy tanpa direncanakan keluar untuk mengintai, mereka malah ditangkap.
Dalam penangkapan itu, Jack dan Lucy akhirnya dibawa ke negeri para beserker. Lucy akan dipersembahkan kepada Ratu Frith, sedangkan kemampuan Jack sebagai 'bard' juga menarik perhatian sang pemimpin beserker, Olaf. Ternyata para beserker tak seburuk yang diduga oleh Jack. Dalam pertemuannya dengan ratu Frith, Jack tak sengaja mengeluarkan sihir yang menyebabkan Frith kehilangan rambutnya, dan sosok palsunya sebagai wanita yang sangat cantik juga rusak, menampakkan sosok aslinya yang mengerikan.
Frith mengancam akan membuat Lucy menjadi persembahan pada Freya, jika Jack tak mampu mengembalikan sosok cantiknya. Jack, ditemani Olaf dan Thorgil, seorang anak perempuan yang ingin jadi beserker, harus pergi ke negeri Troll, untuk mendapatkan penangkalnya. Lagi-lagi, Jack menemukan kenyataan yang mengejutkan di negeri Troll.
Cerita ini berlatar belakang masa Anglo-Saxon, dimana orang-orang masih tercampur aduk antara kepercayaan Kristen dan kepercayaan-kepercayaan mistis. Masa-masa dimana para Viking sering melakukan penyerbuan ke Daratan Eropa dan Kepulauan Inggris.
Kisah-kisah mitologi Eropa Utara akan sangat terasa dalam cerita ini. Legenda prajurit Valkyrie yang membawa para pejuang ke Valhalla yang memotivasi Thorgil untuk menjadi Beserker. Bahkan, dalam petualangannya untuk mencari sihir yang bisa mengembalikan sosok Frith, Jack harus bertemu para Norns, penenun nasib. Bagi yang akrab dengan kisah-kisah mitologi Norse, pasti akan sangat menikmati cerita ini.
Posted by Duma at 10:42 AM 2 comments
Labels: fantasy, fiction, Novel Anak/Remaja
Tuesday, September 11, 2007
Gadis Serigala
Judul : Gadis Serigala (Wolf Girl)
Pengarang : Theresa Tomlinson, 2006
Penerjemah : Ferry Halim
Penerbit : Penerbit Atria (Serambi), Juli 2007
Tebal : 486 halaman; 13 x 20,5 cm
Ini cerita tentang Wulfrun, seorang gadis berusia 11 tahun, anak seorang janda penenun bernama Cwen, yang tinggal di dekat Biara Whitby. Kehidupannya berjalan biasa-biasa saja, kecuali, ada satu rahasia yang disimpannya. Dia tak sengaja menemukan bilik rahasia dalam sebuah peti milik ibunya, dan di situ tersimpan seuntai kalung mewah. Diam-diam Wulfrun suka mengenakan kalung tersebut dan berkhayal.
Sayang sekali, suatu hari, saat sedang mematut-matut diri mengenakan kalung tersebut, adiknya, Gode, lari bersama angsa-angsa mereka. Karena hendak mengejar Gode, Wulfrun tak sempat melepaskan kalung itu, dan di sinilah awal bencana itu. Irminburgh, seorang kerabat raja yang saat itu dijadikan pengawas Elfled, putri sang raja yang diserahkan ke biara, menangkap basah Wulfrun dan kalung itu. Akibatnya, Cwen, ibu Wulfrun, yang dituduh telah melakukan pencurian.
Ternyata, bantuan datang dari orang yang tak terduga. Awalnya, Fridgyth si ahli ramuan dan tanaman obat datang menemani Wulfrun, dan memberinya nasihat yang menguatkannya. Dan ramalan runes yang dilakukan Fridgyth terbukti.
Elfled-lah yang menyelamatkan ibu Wulfrun, karena entah mengapa, Irminburgh begitu ingin segera menghukum Cwen. Wulfrun pun harus berusaha mencari tahu, dari mana asal kalung itu. Perkenalannya dengan Elfled yang sedikit aneh itu akhirnya memberi akses yang tak terduga bagi Wulfrun. Dia pun bisa menikmati pelajaran membaca dan menulis, bahkan berkuda. Dan berkat itu juga, dengan bantuan Elfled dan Adfrith, si calon biarawan yang ditugaskan mengajar Elfled, Wulfrun sedikit demi sedikit menemukan jejak-jejak yang membantunya mencari tahu dari mana kalung itu berasal.
Bersama seorang teman lagi, Cadmon, mereka bahkan akhirnya menempuh perjalanan luar biasa, untuk mencapai Barmburgh, istana tempat ayah dan ibu Elfled, dan juga Ibu Hild, si kepala biara, yang berhak mengambil keputusan atas nasib Cwen. Juga, ada sebuah rencana pemberontakan yang tak sengaja diketahui oleh Elfled dan Wulfrun. Dalam perjalanan itu pun, banyak lagi kejutan yang mereka dapatkan.
Pertama yang pasti akan kita perhatikan di buku ini adalah nama-nama para tokoh yang agak tidak familiar didengar, seperti Wulfrun, Fridgyth, Cwen, Elfled, ratu Ianfleda, dan lainnya. Ini karena memang kisah ini berlatarbelakang era Anglo-Saxon (sekitar abad ke 5-9). Sebagian tokoh dalam cerita ini memang ada tercatat dalam sejarah.
Yang aku sukai adalah karakter-karakter di cerita ini. Anak-anaknya menarik, apalagi Wulfrun dan Elfled. Dua anak yang sebaya, tapi berbeda latar belakang. Keberanian Wulfrun, yang mungkin juga karena kepolosannya, justru tampak sangat menarik bagi Elfled, si gadis kecil yang kesepian itu.
Bagian yang paling aku sukai adalah, sewaktu Wulfrun pertama kali membantu Elfled dalam pelajaran menulisnya. Ternyata, kondisi Wulfrun yang hidup tak terlalu berkecukupan itu, sehingga dia harus banyak membantu ibunya, malah menjadikannya lebih dewasa, bahkan akhirnya dia yang bisa membantu menemukan cara agar Elfled mau belajar dan tidak terlalu memberontak seperti sebelumnya.
Sebuah kisah yang indah, dengan akhir yang menyenangkan.
Posted by Duma at 9:08 PM 0 comments
Labels: historical, Novel Anak/Remaja
Friday, September 07, 2007
Keluarga Flood 3 - Asal Usul Keluarga Flood

Judul : Keluarga Flood 3 - Asal Usul Keluarga Flood (The Floods, Home and Away)
Pengarang : Colin Thompson (2006)
Penerjemah : Ferry Halim
Penerbit : Atria (Penerbit Serambi), 2007
Tebal : 240 halaman; 13 x 20 cm
Dari manakah asal keluarga Flood yang tinggal di jalan Acacia nomor 13? Itulah yang akan kita ketahui dari buku ketiga ini.
Cerita diawali dari Transylvania Waters, sebuah tempat yang tak akan dapat ditemukan di peta, negeri tempat kelahiran Mordonna dan Nerlin Floods. Di sana, Mordonna adalah putri raja Quatorze (yang nama lengkapnya sebenarnya panjangnya delapan belas halaman dan terdiri dari kata-kata dari lima belas bahasa, sehingga untuk mempersingkat dipanggil raja Quatorze saja). Sedangkan Nerlin Floods adalah seorang pemuda dari golongan Manusia-Manusia Kotor yang menghuni saluran-saluran air di bawah tanah, dan punya pekerjaan yang menjijikkan. Manusia-Manusia Kotor itu tak selamanya menjadi kaum yang hina, dulunya mereka juga kaum terpandang, hanya saja nasib mereka berubah.
Raja Quatorze sendiri adalah raja yang tak menyenangkan, suka menghukum dan sangat mata duitan. Dia sangat bangga pada putrinya Mordonna yang sangat cantik, dan tak mengijinkan sembarangan orang untuk menikahi putrinya itu. Syarat utama untuk menjadi menantunya adalah kekayaan. Sementara itu Mordonna sendiri tidak bahagia dikungkung oleh ayahnya. Dia sangat bosan. Hingga suatu hari, karena kecelakaan, Mordonna terjatuh ke dalam saluran air dan menimpa Nerlin Floods.
Pertemuan itu ternyata menjadi awal kisah cinta luar biasa. Kedua orang muda tersebut jatuh cinta pada pandangan pertama. Ibunda Mordonna, sang ratu sendiri yang membantu pasangan tersebut melarikan diri. Sang ratu juga ternyata selama ini sangat menderita menjadi istri raja Quatorze. Diam-diam dia malah mencintai ajudannya yang celananya sangat pas, Vessel. Mereka berempat pun melarikan diri dari Transylvania Waters.
Kejadian ini tentu saja membuat raja Quatorze marah besar. Dia memerintahkan mata-mata (yang benar-benar hebat maupun yang bodoh) untuk mengejar para pelarian tersebut.
Pasangan Floods dan sang ibu dan ajudannya pun harus berjuang melarikan diri. Dibantu Sheman yang sakti, mereka akhirnya berhasil melarikan diri, walau sering kali mereka hampir saja tertangkap oleh si Pembisik Maut yang mengerikan, utusan sang raja.
Di buku ketiga kisah keluarga penyihir yang sangat kocak dan aneh ini, kita akan mengetahui asal-usul para tokoh dalam keluarga Flood. Ingat kan, kalau ibu Mordonna sudah dikubur di halaman rumah mereka di Jalan Akasia no. 13? Di sini kita akan mengetahui bagaimana sang ibu bisa dikubur, padahal sebenarnya dia belum mati. Lalu ada juga cerita tentang kelahiran anak-anak keluarga Flood, bagaimana sebenarnya Satanella bisa tersihir menjadi anjing, lalu mengapa Valla sangat suka darah, dan kejadian yang menyebabkan Merlinmary menjadi penuh bulu dan mengapa dinamai seperti itu. Lalu juga Winchflat yang bisa dikatakan menciptakan dirinya sendiri, dan proses pembuatan Morbid dan Silent si kembar.
Yang pasti, seru sekali mengikuti keempat orang tersebut melarikan diri dari Transylvania Waters, dan berkelana ke sana kemari, membawa seekor keledai yang dulunya adalah seorang pangeran dari Asisi dan tak pernah menyukai apapun. Banyak hal-hal kecil yang akan menambah kelucuan, seperti tingkah para penyihir sombong yang punya tongkat sihir bertabur batu hitam buatan Versace, dan juga cerita pertemuan pertama antara Nerlin dan Mordonna. Menegangkan, namun kocak luar biasa.
Posted by Duma at 10:23 AM 0 comments
Labels: Novel Anak/Remaja
Saturday, August 18, 2007
Soul Eater
Judul : The Chronicles of Ancient Darkness 3 - Soul Eater
Pengarang : Michelle Paver, 2006
Penerbit : Penerbit Matahati, 2007
tebal : 376 halaman ; 20 x 13 cm
Torak meninggalkan Klan Gagak, dan Renn pun mengikutinya. Serigala sudah bergabung kembali dengan Torak. Torak bertekad untuk mencari para Pemakan Arwah yang masih hidup.
Bertiga mereka mulai perjalanan, tanpa jelas arah yang akan dituju. Namun, baru mereka memulai perjalanan, Serigala hilang! Ada yang menculiknya. Renn dan Torak kehilangan jejak serigala, namun tiba-tiba mereka bertemu dengan si Pejalan, yang memberitahu mereka sebuah ramalan yang aneh.
Berdua mereka menuju ke utara, ke tempat dimana semua tertutup es. Torak mencoba melakukan klanaroh, kemampuannya yang membuatnya istimewa. Namun dia terlalu nekat, dia mencoba memasuki tubuh burung, sesuatu yang tak seharusnya dilakukan. Alam menjadi marah, dan hampir saja mereka berdua menjadi korban keganasan padang es, kalau saja tak ada seorang dari klan Rubah Putih yang kebetulan melihat dan akhirnya menolong mereka.
Di perkemahan klan Rubah Putih, Torak juga mendapatkan informasi baru, sesuatu yang menjelaskan ramalan si Pejalan. Di situ juga, Torak mengetahui bahwa sudah ada penampakan tentang dirinya, yang membuat klan tersebut gelisah melihat dirinya. Klan Rubah Putih melepaskan kedua anak itu untuk mencari Serigala, dan menunjukkan arah dimana kira-kira mereka dapat menemukan tempat yang digambarkan oleh si Pejalan.
Ternyata, di sana Torak menemukan bahwa para Pemakan Arwahlah yang telah menculik serigala, bersama dengan berbagai hewan pemburu lainnya, hewan-hewan yang harus dihormati semua klan. Sesuatu yang sangat jahat dan berbahaya sedang direncanakan oleh para Pemakan Arwah tersebut. Untuk membebaskan Serigala, Torak harus melakukan sesuatu yang sangat keji!
Ikutnya Renn bersama Torak, terbukti sangat membantu Torak melarikan diri dari para Pemakan Arwah dan membawa Serigala. Sementara itu, di antara para Pemakan Arwah sendiri, ada sebuah ramalan yang membuat mereka bingung, sehingga menunda kematian Serigala.
Tapi, walau berhasil melarikan diri dari para Pemakan Arwah, pelarian itu tak berjalan mulus. Para Pemakan Arwah akhirnya berhasil mengejar Torak, Renn dan Serigala. Pertarungan tak terelakkan. Inilah awal pertarungan yang sebenarnya. Tugas Torak kini semakin berat. Semua Pemakan Arwah harus dimusnahkan!
Ini adalah kisah ketiga dari 6 seri yang direncanakan membentuk kisah petualangan Torak dalam seri The Chronicles of Ancient Darkness. Kali ini, Torak dan Renn akan banyak berada di wilayah es, setelah di buku pertama (Wolf Brother) berkelana di hutan, dan di buku kedua (Spirit Walker) tinggal di tepi laut. Torak, Renn, dan Serigala, ketiganya sudah bertambah besar. Kemampuan Torak semakin menonjol di sini. Juga peranan Renn semakin besar, Torak sudah mulai mau mendengarkan pertimbangan Renn.
Aku juga terharu membaca tentang Serigala. Dia begitu menyayangi Torak, dan sangat menderita dalam penculikannya. Dengan bahasanya, Serigala menggambarkan keadaannya dalam penculikan oleh para Pemakan Arwah.
Di bagian akhir buku, kali ini Michelle Paver menulis sedikit tentang Serigala, dan juga kehidupan beruang es. Seperti dijelaskan di sana, dunia Torak ini adalah dunia 6000 tahun yang lalu, masa setelah jaman es, ketika Eropa barat laut masih merupakan suatu hutan yang luas. Kita akan berpetualan bersama Torak dan Serigala, melihat bagaimana dunia di masa itu.
Satu hal yang terlintas, tentang kehidupan di padang es. Baru saja tadi ada berita tentang penurunan lapisan es di kutub selatan, aku langsung teringat buku ini, dan kebayang, betapa berbedanya dunia sekarang dengan di masa itu. Dan bagaimana yah kira-kira permukaan bumi dah suhu udara di masa 20 tahun dari sekarang, dengan proses pemanasan global sekarang?
Posted by Duma at 10:57 PM 4 comments
Labels: fantasy, Novel Anak/Remaja
Si Kobo
Label
- Novel Anak/Remaja (40)
- buku bergambar (1)
- fantasy (20)
- fiction (51)
- graphic novel (3)
- historical (4)
- non-fiction (8)

