KISAH-KISAH DI HUTAN
Judul : Kisah-Kisah di Hutan - Hutan (Meet The Woodland Folk)
Ilustrasi : Tony Wolf
Teks : Peter Holeinone
Penerjemah : Dini Pandia
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2006
Tebal : 44 halaman; 29 x 23 cm
Ayo berkenalan dengan para penghuni hutan. Ada Landak, Kodok, Tikus Hitam, Burung Gagak, aduh, banyak sekali, tak habis-habis kalau disebutkan. Kita berkenalan dulu dengan mereka, di pesta musim semi. ramai sekali.
Kehidupan di hutan sungguh luar biasa, selalu ada yang terjadi. Ada yang membuat perlombaan memanfaatkan kulit kacang polong. Lalu bertanam jagung, melihat bintang jatuh, berlayar dengan kelom raksasa, membuat kolam renang. Ada saja yang dilakukan para warga hutan tersebut.
Hingga suatu hari....
Hujan deras turun tak henti-hentinya. Astaga... banjir melanda tempat tinggal warga hutan. Bagaimana ini?
Judul : Kisah-Kisah di Hutan - Liliput (The Woodland Folk Meet The Gnomes)
Ilustrasi : Tony Wolf
Teks : Peter Holeinone
Penerjemah : Dini Pandia
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2006
Tebal : 44 halaman; 29 x 23 cm
Kini warga hutan tak punya tempat tinggal, mereka tersangkut di pohon. Untunglah, semua warga selamat. Tapi dimana kini mereka harus tinggal?
Ternyata, mereka diselamatkan oleh para liliput. Mereka diajak tinggal di hutan atas tempat para liliput tinggal.
Wah, ramai sekali jadinya. Para liliput juga teman yang sangat menyenangkan. Mereka punya banyak ide, dan kehidupan warga hutan kini semakin ramai. Kura-kura ikut balap! Para kepik kini punya sayap berwarna-warni, aduh, cantiknya!
Namun tak hanya kesenangan mereka dapatkan. Ada kebakaran! Warga hutan dan para liliput bekerja sama, akhirnya berhasil memadamkan kebakaran hutan itu. Syukurlah!
Lalu, waktu dokter liliput sakit, siapa yang bisa mengobati? Dan bagaimana pula dengan pasien-pasien lain? Ah, semua selalu bisa diselesaikan.
Senangnya warga hutan bisa bertemu dengan para liliput. Waktunya berterima kasih. Hadiah apa sih yang pantas diberikan mereka?
Judul : Kisah-Kisah di Hutan - Raksasa (The Woodland Folk Meet The Giants)
Ilustrasi : Tony Wolf
Teks : Peter Holeinone
Penerjemah : Dini Pandia
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2006
Tebal : 44 halaman; 29 x 23 cm
Suatu hari, desa tempat warga hutan dan liliput tinggal kedatangan tamu luar biasa. Seorang raksasa yang sedang sakit gigi. Wah, hebatnya dokter liliput, sampai-sampai seorang raksasa datang untuk diobati.
Namun, dia begitu besar. Bagaimana caranya mengobatinya? Harus dibuat peralatan khusus, dan sang dokter harus mengambil resiko yang mengerikan, karena dia harus masuk ke dalam mulut raksasa untuk mengobatinya.
Untunglah bisa diobati, dan raksasa sangat senang berteman dengan warga hutan dan liliput. Tapi, dia kan tidak mungkin tinggal di desa itu, terlalu besar badannya, tak ada tempat yang cukup baginya. Sedih sekali raksasa.
Tapi Crocus sang penyihir liliput berhasil menemukan sesuatu yang bisa membuat raksasa akhirnya tinggal bersama-sama mereka. Yah, sungguh menyenangkan punya teman baru lagi, apalagi, raksasa bisa mengerjakan begitu banyak hal untuk menolong warga hutan dan liliput.
Oh ya, nama si raksasa adalah si janggut merah, karena janggutnya panjang dan berwarna merah.
Judul : Kisah-Kisah di Hutan - Peri (The Woodland Folk in Fairyland)
Ilustrasi : Tony Wolf
Teks : Peter Holeinone
Penerjemah : Dini Pandia
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2006
Tebal : 44 halaman; 29 x 23 cm
Ratu Peri mengirimkan enam orang perinya berlibur ke desa para liliput. Ada Iris yang cantik berambut pirang dan panjang. Ada Anggrek yang misterius. Ada Tulip yang berbaju merah. Ada Aprikot yang suka makan yang manis-manis. Lalu ada juga Nettle dengan cermin ajaibnya. Dan yang paling tua adalah Buah Pinus yang berbaju hitam, bersama burung nurinya yang berbulu warna cerah.
Wah, desa liliput semakin ramai saja. Ada-ada saja yang dikerjakan para peri. Warga hutan berganti-ganti bulu, ekor, dan macam-macam, berkat tongkat sihir Iris. Lalu mereka juga makan eskrim di musim panas, wah menyenangkan sekali.
Ada juga lomba membuat kue yang berakhir dengan kerusuhan. Huh, ada-ada saja. Dan pertunjukan kejutan yang dipersiapkan warga hutan, liliput dan para peri untuk ulang tahun Ratu Peri, membuatnya sangat terharu, dan akhirnya memberi hadiah yang luar biasa pada mereka.
Tapi, ternyata para peri tak selamanya tinggal bersama mereka. Wah, kemana sih si Tulip yang penasaran menghilang? Lalu apa yang terjadi pada Nettle yang ingin mencari pengganti cermin ajaibnya yang rusak? Dan kemana pula si Anggrek yang pendiam itu sekarang? Aduh, kasihan sekali Iris yang cantik dan baik hati itu, dia sangat penyayang.
Yah, akhirnya Ratu Peri harus memanggil kembali para peri. Tapi.... dia memperbolehkan Buah Pinus tetap tinggal bersama warga hutan. Senangnya.
Judul : Kisah-Kisah di Hutan - Kurcaci (The Woodland Folk Meet The Elves)
Ilustrasi : Tony Wolf
Teks : Peter Holeinone
Penerjemah : Dini Pandia
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2006
Tebal : 44 halaman; 29 x 23 cm
Ya ampun, bertambah lagi tiga orang penduduk desa liliput. Karena kesalahan para liliput menebang pohon, mereka membebaskan tiga orang kurcaci yang nakal luar biasa, Jahe, Cuka dan Merica.
Ada-ada saja yang dilakukan ketiga kurcaci nakal tersebut. Si Janggut Merah difitnah mereka, sehingga warga hutan mau membantu mereka mengerjai si raksasa itu. Lalu tak hanya si raksasa, semua penduduk desa dijahili mereka.
Lama-lama jadi tak tertahankan. Aduh, bagaimana membuat ketiga kurcaci nakal itu jera? Yah, siasat dipersiapkan, dan hasilnya : tiga kurcaci bau! ha ha ha! Rasakan itu!
Tapi walau nakal, kehidupan warga hutan dan liliput jadi bertambah seru. Dan walau pun nakal, namun para kurcaci itu juga bisa membantu mereka. Ada-ada saja ide mereka untuk bersenang-senang. Dan juga siasat mereka akhirnya membantu warga hutan dan para liliput terbebas dari gangguan para Guzznag yang menyebalkan.
Judul : Kisah-Kisah di Hutan - Naga (The Woodland Folk in Dragonland)
Ilustrasi : Tony Wolf
Teks : Peter Holeinone
Penerjemah : Dini Pandia
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2006
Tebal : 44 halaman; 29 x 23 cm
Ternyata, dibalik gunung tinggi yang membatasi desa liliput, terdapat satu lembah, dimana para naga tinggal. Penduduk desa Naga tak tahu bahwa ada desa lain selain tempat mereka. Kehidupan di situ sungguh berbeda dengan desa liliput, para naga sangat gampang marah, namun mereka sebenarnya menyenangkan.
Hingga suatu hari, seorang liliput jahat yang sudah diusir dari desa liliput, mempunyai ide jahat. Franz menangkap Dragonix dan memanfaatkannya untuk membalas dendamnya pada warga liliput. Dia membuat Dragonix menyerang desa, membakar rumah-rumah penduduk.
Tapi para liliput dan warga hutan tak tinggal diam. Mereka akhirnya berhasil menangkap si liliput jahat itu, dan naganya juga. Sementara itu, istri naga, Dragabelle berhasil membebaskan suaminya, namun anaknya jadi tertangkap.
Raja Naga marah! Wah, ancaman perang antara para naga dan penduduk desa liliput tak bisa dihindari. Kedua pihak berlatih untuk berperang. Namun, sebenarnya Raja Naga dan Crocus si pemimpin liliput, tak suka berperang. Mereka akhirnya menemukan cara untuk menyelesaikan pertikaian.
Ah, akhirnya siapa sih yang menang? Dan yang pasti, siapa pun yang menang, mereka berpesta makan-makan yang luar biasa meriah! Yah, kehidupan semakin menyenangkan bagi para warga hutan, liliput, raksasa, peri, kurcaci dan naga.
Itu adalah ringkasan dari kisah-kisah yang ada dalam keenam jilid buku dari seri Kisah-Kisah di Hutan karya Tony Wolf.
Terus terang, alasan pertama beli buku bergambar untuk anak-anak ini adalah ilustrasi karya warna dari Tony Wolf. Cantik banget deh!
Lalu waktu mulai dibaca, asik juga. Cerita disampaikan dalam bab-bab pendek, sekitar 2 halaman setiap cerita, dan selain cerita, kita sambil diajak menikmati ilustrasi yang cantik mengkilap di setiap ceritanya. Ilustrasi satu halaman penuh akan menjadi inti cerita tiap bab. Antara satu cerita ke cerita lainnya tidak langsung sambung menyambung, namun pada akhirnya saling berkait juga.
Yang paling menarik adalah, ternyata ceritanya tak melulu ceria. Ada juga kisah sedih tentang nasib para peri. Aduh, aku sampai ikut sedih. Tapi di buku keenam, cerita berakhir bahagia.
Senang sekali menemukan buku ini ^.^