Judul : Ulysses Moore #3 - Pulau Topeng
Penulis : Pierdomenico Baccalario (c) 2006
Penerjemah : Barokah Ruziati
Penerbit : Erlangga for Kids, Jakarta, 2010
Tebal : 213 halaman ; 14,5 x 21,5 cm
Buku tentang petualangan si kembar Jason dan Julia dan teman baru mereka, Rick sudah masuk buku ke empat.
Aduh, karena udah banyak lupa cerita-cerita sebelumnya, hihihihi, aku juga bacanya agak meraba-raba sih. Mungkin nanti kapan-kapan pengen baca lagi dari buku satu deh, wekekekekek.
Yah singkatnya yah, kali ini mereka bertiga lagi-lagi menggunakan Metis, kapal ajaib di dalam gua di bawah Argo Manor, rumah baru Jason dan Julia. Mereka pergi ke Venesia mencari Peter Dedalus (jangan tanya, aku juga lupa kenapa mereka mencari Peter Dedalus, hihihi, yang pasti tentu ada hubungannya dengan mencari tahu lebih banyak tentang Ulysses Moore, pemilik asli Argo Manor).
Ternyata di Venesia, mereka bertemu dengan sepasang suami istri, yang ternyata anggota Illuminati. Yah, ini sih di buku ini, kurang jelas juga apa hubungannya dengan cerita, apa cuma gaya-gayaan aja, atau nanti di buku berikutnya masih ada hubungannya yah?
Nah, tentu saja, dengan memecahkan berbagai teka-teki, seperti di buku-buku sebelumnya, mereka berhasil menemukan di mana Peter Dedalus bersembunyi (kalau pola ini sih aku masih ingat, hehehe, karena salah satu keasikan serial ini yah cerita tentang ketiga anak itu memecahkan berbagai potongan petunjuk yang seperti teka-teki itu).
Dan, lagi-lagi, pas ketemu, eeeeh.... ada si Oblivia yang licik itu, hahahahahhaha.....
Yah gitu deh yang bisa diceritain, soalnya karena sudah lupa dengan detil-detil cerita sebelumnya, jadi bingung juga bacanya hehehehe, bukan jenis buku yang bisa dibaca terpisah-pisah sih.
Tapi tetap aja, aku suka buku ini karena kemasannya yang cantik, covernya itu keren banget, dan karena dikemas pakai hard-cover gitu, jadi tambah bagus. Dan di dalam juga, ilustrasi-ilustrasinya bagus-bagus dan banyak. Di tiap awal bab, ada kolase-kolase cantik dari petunjuk-petunjuk atau pun hal-hal yang berhubungan dengan tempat-tempat atau benda yang diceritakan. Dan juga huruf-hurufnya yang besar, jadi biar pun 200-an halaman, bacanya jadi sebentar, hihihihi :D :D
Linkbar
Sunday, February 27, 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Si Kobo
Label
- Novel Anak/Remaja (40)
- buku bergambar (1)
- fantasy (20)
- fiction (51)
- graphic novel (3)
- historical (4)
- non-fiction (8)
2 comments:
sering liat ini buku, dan kelihatan canik dengan hardcover plus halaman yang tipis...hehehehe. tapi, apa seri yang satu dengan seri berikutnya itu satu cerita bersambung atau ceritanya beda-beda?
antara satu buku dengan buku berikutnya, ceritanya bersambung-sambung, dan gak enak dibaca terpisah-pisah :)
Post a Comment