The Worry Tree
Judul : THE WORRY TREE (Pohon Cemas)
Pengarang : Marianne Musgrove, 2007
Penerjemah : Dini Andarnuswari
Penerbit : Penerbit Atria, an imprint of PT Serambi Ilmu Semesta, November 2008
Tebal : 110 halaman ; 13 x 20,5 cm
Juliet Jennifer Jones punya inisial JJJ, seperti tiga kail ikan berjajar. Hobinya mengoleksi berbagai benda. Sudah banyak koleksinya, dari mulai koleksi penghapus berbagai bentuk, kulit jangkring yang dikeringkan, tiket bis bekas, sampai sebuah tanaman Venus Flytrap yang makan serangga, yang diberi nama Piranha.
Adiknya, Oaf, nama lengkap : Ophelia. Oaf anak yang sangat jahil, dan sering membuat Juliet jengkel dengan ulahnya. Setelah bertengkar berkali-kali, ibu mereka memutuskan, Juliet dan Ophelia harus pisah kamar. Wow, ini berita hebat bagi Juliet, tapi tidak bagi ayahnya. Karena Juliet akan menggunakan kamar yang selama ini dijadikan ayahnya sebagai tempat 'riset', kegiatan yang artinya di sini menggunakan segala alat untuk menjadikan sesuatu yang aneh dan tak jelas fungsinya.
Selain ayah, ibu dan adiknya, ada juga Nana, nenek Juliet, tinggal di sebuah bangunan khusus di kebun belakang. Nana dulunya seorang kepala jurusan kimia di universitas, namun sekarang hanya pergi ke perkumpulan orang tua.
Saat pindah kamar, Juliet menemukan sesuatu. Sewaktu membuka kertas pelapis dinding, ternyata ada sebuah lukisan besar ditemukan terlukis di dinding. Sebuah pohon dengan enam ekor binatang. Nana yang melihat lukisan itu langsung teringat masa kecilnya. Menurut Nana, pohon itu digambar oleh ibu Nana, untuk menghibur Nana. Keenam binatang itu punya nama, dan setiap malam, masing-masing binatang akan mengurus semua jenis kecemasan Nana, mulai kecemasan akan teman-teman, sekolah, keluarga, kesehatan, perubahan dan bahkan barang-barang yang hilang. Karena itulah, pohon itu dinamai Pohon Cemas. Dan ada sebuah lubang di pohon itu, tempat meletakkan kecemasan yang tak dimengerti.
Sejak itu, setiap malam, Juliet menggantungkan kecemasannya di pohon itu. Mulai dari kecemasannya menghadapi seorang anak laki-laki yang selalu mengganggunya di sekolah, lalu teman baiknya yang merasa perlu memperebutkan dirinya dengan seorang teman baru. Dan juga kesehatan Nana yang membuat Juliet selalu khawatir. Lalu ditambah lagi, pertengkaran antara ayah dan ibunya, yang sering terjadi sejak Juliet pindah kamar.
Ceritanya sederhana dan singkat. Buku ini tadinya aku minta karena gambar sampulnya yang bener-bener imut. Dan ceritanya juga imut. Tidak terlalu berbelit-belit, pas banget buat anak-anak. Aku berusaha mengingat waktu kecil, apa dulu aku sampai segitu khawatir yah? Kayaknya sih gak, hahahaha. Mungkin aku lebih mirip adiknya, Oaf, yang lebih mikirin main dan mengusilin adik-adik, hehehehe.
Terasanya sih, buku ini emang bawa pesan, terutama buat orang tua, karena di bagian-bagian akhir, diceritakan kalau Juliet khawatir dengan pertengkaran orangtuanya, dan merasa dia menjadi penyebab pertengkaran itu. Yah, pesannya mungkin kalau orangtua itu harus ingat, kalau bertengkar, anak-anak pasti memperhatikan juga. Dan juga harus memikirkan bagaimana sih perasaan si anak.
Yah, yang paling aku suka di buku ini sih gambar-gambarnya hehehehe, emang imut banget...
1 comments:
diceritakan kalau Juliet khawatir dengan pertengkaran orangtuanya, dan merasa dia menjadi penyebab pertengkaran itu. Yah, pesannya mungkin kalau orangtua itu harus ingat, kalau bertengkar, anak-anak pasti memperhatikan juga. Dan juga harus memikirkan bagaimana sih perasaan si anak.
Wahh.. pesan yang menarik yaa, mustinya perlu dibaca ma orangtua juga tuh :D
Post a Comment