Cringe!
Judul : Cringe! (Ih, Capek Deh!)
Pengarang : Caroline Plaisted, 2003
Illustrator : Cherry Whytock
Penerjemah : Weny Jessica Orvalo
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, September 2008
Tebal : 224 halaman ; 13,5 x 20 cm
Amaryllis merasa dirinya satu-satunya orang normal di rumahnya. Abangnya sudah drop-out dari SMA dan sekarang tinggal di ruang bawah tanah rumah mereka, tempatnya berkumpul dan latihan dengan bandnya. Ibunya juga bekerja di rumah, sebagai seorang konsultan untuk orang-orang yang punya masalah kepribadian. Ayahnya seharian menjaga toko makanan sehat miliknya, dan pada waktu luangnya menghabiskan waktu dengan melukis. Lalu ada Hugo, adiknya yang selalu menjilat orang dewasa dengan tampil sebagai anak manis dan penurut.
Amaryllis ingin sekali punya orangtua seperti ayah dan ibu teman akrabnya, Xanthe yang cantik. Ibunya langsing, cantik dan berpakaian sangat menarik, sehari-harinya bekerja sebagai perancang asesoris etnik. Dan ayah Xanthe seorang pengacara sukses yang selalu tampil keren dengan pakaian kerjanya. Dan rumah Xanthe juga sangat rapi dan bersih, diisi dengan barang-barang yang seharusnya mengisi sebuah rumah. Bukan seperti rumah Amaryllis, yang dindingnya dilukisi oleh ayahnya dengan sebuah mural seorang perempuan dengan tubuh bergelombang dan tampak mirip ibunya.
Tapi tak seluruh fakta tentang rumahnya jelek. Salah seorang teman abangnya, Jake, sangat keren! Dan Amaryllis sangat berharap kalau diam-diam Jake jatuh cinta padanya. Dan ada juga Nono, neneknya. Nono tidak tinggal bersama mereka. Karena itu, rumah Nono adalah tempat pelarian Amaryllis sepulang sekolah. Di rumah Nono, selalu ada makanan enak, dan anjing Nono, Brian, juga keren, tidak seperti Giggles, anjing rumah Amaryllis yang punya masalah dengan bau badannya.
Amaryllis juga mungkin satu-satunya anak disekolahnya yang tidak punya ponsel, dan bahkan tidak punya televisi di rumah. Sungguh hidup yang aneh, begitulah menurut Amaryllis.
Lalu keanehan itu pun bertambah, saat lukisan ayah Amaryllis dipajang di sebuah pameran dan mendapat perhatian besar. Sepertinya ayahnya akan jadi terkenal. Bahkan diundang ke Amerika! Dan tak hanya itu, ayahnya diminta untuk membuat lukisan presiden Amerika. Wah, semua orang tampaknya mengira Amaryllis menyukai itu.
Tapi Amaryllis tetap mengira keluarganya aneh. Hingga akhirnya dia mengetahui apa yang terjadi pada ayah dan ibu Xanthe.
Buku ini lucu banget. Amaryllis adalah narator cerita ini, yang menceritakan tentang keluarga dan temannya dari sudut pandangnya, seorang anak remaja tanggung. Kayaknya sih gak ada yang terlalu spesial, karena memang yah yang diceritakan juga tentang seorang anak dengan keluarga yang sebenarnya baik-baik saja, hanya sedikit eksentrik. Mungkin sebagai seorang remaja, apalagi dia anak perempuan, dia ingin bisa tampil sama dengan teman-temannya, sehingga merasa keluarganya cukup memalukan.
Yang bikin buku ini jadi menarik sih bagiku adalah ilustrasi di dalamnya. Hampir di setiap halaman ada gambar-gambar yang menunjukkan tokoh-tokoh cerita, dan juga komentar-komentar Amaryllis terhadap para tokoh ataupun kejadian tersebut. Lucu-lucu, kayak waktu dia mengomentari pakaian fotografer yang meliput acara pernikahan bibinya, dan juga gambar dia dalam pakaian yang dirancang bibinya untuk dipakai pada saat pesta tersebut. Kocak banget!
Oh yah, ada satu yang lucu banget, waktu dia gak menyadari kalau bibinya itu sedang hamil, aduh aku ketawa ngakak, karena lama banget dia baru sadar kalau bibinya bukan gemuk, tapi sedang hamil, hi hi hi hi hi
Yah buku ini emang asik kog dibaca buat hiburan, ringan dan lucu ^.^
0 comments:
Post a Comment