
Judul : Fairest
Pengarang : Gail Carson Levine (c) 2006
Penerbit : Harper Trophy, 2008, paperback edition
Tebal : 326 halaman ; 13 x 19 cm
Cermin, cermin di dinding, siapa yang paling cantik di negeri ini? Begitulah kata-kata yang diucapkan sang ratu ibu tiri Snow White pada cermin ajaib dalam dongeng terkenal itu. Tapi ini bukan cerita tentang si putri yang seputih salju dan ibu tirinya yang punya cermin ajaib.
Kisah ini terjadi di negeri Ayortha, tempat di mana para penduduknya memiliki suara indah dan karenanya senang sekali bernyanyi. Hampir sepanjang waktu mereka bernyanyi, dan dengan bernyanyi jugalah mereka merayakan berbagai hal, dan memanjatkan doa-doa.
Di sebuah penginapan di wilayah negeri Ayortha, tinggal Aza yang tak cantik, tak seperti umumnya penduduk Ayortha. Perawakannya lebih besar dari rata-rata gadis-gadis Ayortha, termasuk adiknya, Areida. Tapi, Aza punya suara yang luar biasa bagus, yang membuat semua orang kagum. Dan selain itu, ternyata Aza punya kemampuan lain, bisa membuat suaranya terdengar dari tempat lain, dan menirukan suara orang lain. Hal ini hanya diketahui oleh keluarganya, pemilik penginapan Featherbed.
Namun bagi beberapa tamu yang sering menginap di Featherbed, Aza bukan sekedar gadis berwajah sederhana yang tak menarik untuk dilihat. Bagi zhamM, seorang gnome, Aza justru manusia yang tampaknya lebih menarik daripada manusia-manusia lain, dan rambut Aza memiliki warna yang luar biasa cantik, htun. Dan bagi Dame Ethele yang cerewet, Aza gadis yang mampu membuatnya sedikit melunak.
Nasib Aza berubah, saat sang raja Ayortha mengumumkan pernikahannya dengan seorang gadis dari negeri Kyrrian. Dame Ethele sedang dalam perjalanan menuju istana untuk menghadiri acara tersebut, saat dayangnya jatuh sakit. Dame Ethele meminta agar Aza menggantikan dayangnya untuk mendampinginya ke istana.
Di istana, Aza dengan kemampuannya melemparkan suara, menarik perhatian sang ratu, Ivy. Aza pun dimintanya menjadi dayang pribadi Ivy, diiming-imingi kekayaan dan berbagai fasilitas, agar Aza mau menggunakan kemampuannya mengeluarkan suara dari tempat lain untuk membuat Ivy agar tampak seolah-olah dapat menyanyi dengan baik. Dan pada saat itu, Ratu Ivy harus tampil memimpin acara menyanyi untuk kesembuhan sang raja, yang tertimpa kesialan saat menghadiri sebuah pertunjukan.
Sebagai dayang, Aza pun akhirnya menemukan cermin misterius milik sang ratu, yang dapat membuatnya menjadi cantik. Dan Aza yang sejak dulu ingin sekali menjadi cantik, akhirnya terjebak oleh kelicikan si cermin ajaib. Sang ratu akhirnya menjadi benci kepada Aza, dan nyawa Aza pun terancam. Kisah cinta yang mulai bersemi antara Aza dengan sang pangeran, keponakan raja, ikut mengalami musibah, dengan tergodanya Aza oleh sang cermin.
Seperti beberapa buku hasil karya Gail Carson Levine sebelumnya, buku ini bisa dibilang sebuah dongeng tentang gadis remaja yang bertemu dengan sang pangerannya. Mungkin memang temanya klise sekali, tapi jangan mengira ceritanya hanya sekedar kisah cinta seorang gadis yang membosankan. Cerita ini memang seperti layaknya dongeng, dengan tokoh si jahat dan si baik, tapi karakter-karakter dalam cerita ini tak bisa kita katakan hitam putih. Semua tokoh digambarkan cukup manusiawi, sang ratu yang tampaknya jahat, memiliki cinta yang tulus pada sang raja, dan sang gadis yang malang pun bukan seorang yang tak lepas dari kesalahan dan keserakahan.
Bagi yang suka cerita dongeng, yah buku ini emang pasti akan menarik untuk dibaca ;)