Monday, June 14, 2010

Angela's Ashes


Judul : Angela's Ashes : A Memoir
Penulis : Frank McCourt (c)1996
Penerbit : Touchstone Book - Simon & Schuster New York
Paperback edition, 1999
Tebal : 363 halaman ; 14 x 21,5 cm

Memoir ini berkisah tentang masa kanak-kanak Frank McCourt yang sebagian besar dijalaninya di Limerick, sebuah kota kecil di Irlandia. Frank McCourt dilahirkan di Amerika Serikat, kedua orangtuanya menikah karena ibunya telah hamil. Ayahnya sendiri berasal dari Irlandia Utara yang melarikan diri ke Amerika Serikat. Ibunya sendiri, Angela Sheehan, baru saja tiba di Amerika, waktu bertemu dengan Malachy McCourt. Pernikahan yang dipaksakan itu berlangsung menyedihkan. Malachy McCourt seorang pemabuk, yang gemar menghabiskan semua uangnya di bar, sementara istri dan anaknya tidak memiliki cukup makanan dan pakaian. Selama beberapa lama mereka tinggal di Amerika, adik-adik Frank pun lahir. Malachy yang dinamai sama dengan nama ayahnya lahir setahun setelah Frank, lalu menyusul si kembar Oliver dan Eugene. Kemudian lahirlah adik perempuan mereka, Margaret. Kelahiran Margaret seperti membawa perubahan dalam hidup keluarga McCourt. Ayahnya tidak lagi mabuk-mabukan, dan pekerjaannya pun bertahan. Tapi kebahagiaan ini tak bertahan lama, Margaret meninggal waktu baru berusia beberapa bulan. Keluarga McCourt kembali terpuruk, bahkan sampai tahap yang mengenaskan, sampai kedua bibi Angela menulis surat kepada nenek Sheehan untuk mengirimkan uang agar keluarga McCourt bisa kembali ke Irlandia.

Setibanya di Irlandia, kehidupan mereka tidak berubah sama sekali. Sebagai pria yang berasal dari Utara, Malachy McCourt kesulitan mendapat pekerjaan. Ditambah lagi kebiasaannya mabuk dan menghabiskan uang tunjangan membuat Frank dan adik-adiknya terus kelaparan dan kedinginan. Si kembar Oliver dan Eugene pun meninggal dalam waktu yang tidak berselang terlalu lama. Bertahun-tahun keluarga itu di tempat yang lembab dan bau dari toilet. Penyakit pun silih berganti mendatangi Frank, mulai dari demam tipus yang menyebabkan dia harus dirawat berbulan-bulan di rumah sakit, radang mata akut yang membuat matanya terus menerus merah dan mengeluarkan cairan kekuningan. Kemiskinan itu membuat Frank bertekad untuk kembali ke Amerika, yang dibayangkannya sebagai tempat di mana kehidupan pasti akan lebih baik daripada di Limerick.

Sekilas, terlihat memoar ini terkesan menyedihkan, gelap penuh kesengsaraan. Tapi dengan gaya bercerita yang unik, memoar ini ternyata mampu membuat kita terharu tanpa perlu menguras air mata berember-ember :D Frank bercerita tentang masa kecilnya dengan gaya polos, membuat kita bisa menikmati cara pandang dan pikiran-pikiran seorang anak kecil di tengah-tengah penderitaan akibat kemiskinan yang dialaminya. Di sana sini, kepolosan pikiran Frank kecil akan membuat kita tersenyum geli sambil merasa getir mengetahui situasi yang dialami keluarga miskin di Irlandia pada masa-masa menjelang Perang Dunia II tersebut.

Satu yang sempat jadi pertanyaan adalah judul memoar ini, Angela's Ashes (abu Angela). Setelah mencari ke beberapa situs, sepertinya judul ini ada hubungannya dengan akhir hidup Angela, ibu Frank, yang dikremasikan dan abunya disimpan oleh Frank. Tetapi ada juga yang mengatakan bahwa judul ini adalah penggambaran saat-saat Angela menatap abu sisa pembakaran di perapian, saat mereka tak lagi punya apa-apa untuk mengusir rasa dingin dan lembab di kota Limerick.


0 comments:

  © Blogger template 'Isolation' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP