Kelas Memasak Lilian
Judul : Kelas Memasak Lilian (The School of Essential Ingredients)
Pengarang : Erica Bauermeister (c)2009
Penerjemah : Word++ Translation Service
Penerbit : Bentang Pustaka, September 2009
Lillian kecil yang masih berusia empat tahun tinggal hanya bersama ibunya, ayahnya meninggalkan mereka. Sejak itu, ibunya seperti tenggelam, menghabiskan hari-harinya dengan membaca, membaca dan membaca. Lillian yang kesepian akhirnya menemukan kesenangan dalam memasak. Dan dengan memasak pula dia berhasil menarik ibunya dari dunia tempatnya menyembunyikan diri selama ini.
Lillian dewasa pun membuka restauran dan kelas memasak, yang disebutnya Sekolah Bahan-Bahan Pokok. Kelas ini diadakannya di dapur restaurannya, Senin malam, sebulan sekali. Dan saat itu restaurannya ditutup.
Cerita ini mengenai satu angkatan kelas memasak Lillian. Ada Claire, ibu rumah tangga biasa, pasangan suami istri Carl dan Helen, Antonia desainer interior yang cantik, lalu Tom, Chloe, Isabelle dan Ian, setiap orang membawa kisah masa lalu mereka masing-masing.
Di kelas Lillian, mereka berkenalan dengan bahan-bahan dan cara memasak, dan juga berkenalan satu sama lain. Masa lalu masing-masing perlahan-lahan diurai bersamaan dengan bahan-bahan yang mereka masak. Dan dengan itu pula setiap orang perlahan-lahan mulai mengenali diri mereka sendiri, kepingan-kepingan masa lalu yang mereka bawa diungkapkan diam-diam. Bahan-bahan masakan membantu mereka melihat akar permasalahan yang membayangi setiap peserta kelas memasak. Kepiting segar, rempah-rempah, pasta, oven, semua bersatu padu, membentuk masakan yang menggoda selera, seperti potongan-potongan kehidupan membentuk suatu cerita. Kisah cinta lama terungkap dan cerita cinta baru terbentuk, sampai akhirnya kelas berakhir.
Judul buku yang menyebut-nyebut kelas memasaklah yang membuatku tertarik untuk membaca buku ini. Dari dulu aku memang senang membaca buku-buku yang ada cerita tentang masak-memasak, dan sebenarnya jenis buku seperti ini berbahaya, karena sering bikin lapar, hahahaha...
Dan bener juga sih, waktu membaca buku ini, seperti biasa, lumayan bikin ngiler, karena selain cerita tentang kehidupan setiap peserta kelas memasak, acara belajar memasak di kelas yang diajar Lillian itu pun cukup detail digambarkan. Setiap kali membayangkan asap mengepul-ngepul dari masakan yang sudah jadi, warna-warni makanan yang disajikan di piring, tentu saja membuat kelenjar-kelenjar liur di dalam mulut bereaksi, hehehehe (dan akhirnya bongkar-bongkar kulkas dan lemari mencari sesuatu yang bisa dimakan, ha ha ha ha).
Secara keseluruhan, alurnya sih sederhana, di setiap bab, bercerita tentang salah seorang peserta kelas memasak, maju mundur ke kisah masa lalunya, dan kembali ke kelas memasak. Mendekati bagian akhir, Lillian juga sedikit turun tangan untuk membantu 'mengaduk' sehingga menjadikannya akhir yang menyenangkan :)
4 comments:
kobo...aku pengen banget baca buku ini dari dulu...kayanya menyenangkan ya? sayang belum sempet beli-beli nih...pas kemaren diskon 30% gramedia grand indo, dicariin udah gak ada...hikshiks.
kayanya bacanya paling enak pas lagi laper nih, trus abis itu langsung makan-makan deh, hahaha
aku selalu suka kalo baca novel yang berbau-bau makanan, masakan... buku yang 'yummy'...
@astrid : ya tuh.... aku suka buku ini, ringan juga, enak dibaca juga.
@ferina : ho oh... makanya yang Wedding Officer itu jg aku suka, hihih, biar pun roman, tapi banyak cerita masak-memasaknya, bikin ngiler nyam nyam nyam....
Post a Comment