Tuesday, June 05, 2007

Lion Boy 3 : The Truth


Judul : Lion Boy - The Truth (Kebenaran)
Pengarang : Zizou Corder (c) 2006
Penerjemah : B. Sendra Tanuwidjaja
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Mei 2007
Tebal : 256 halaman ; 23 x 15 cm

Di Essaouira, Charlie Ashanti sudah berkumpul lagi dengan Magdalen dan Aneba. Maccomo sudah diserahkan kepada para Singa. Rafi Sadler sudah disingkirkan. Rasanya semuanya aman. Lalu, sebuah kejutan menanti Charlie sewaktu dia bangun tidur. Mabel si penjinak harimau, kekasih Maccomo, bersama-sama dengan orangtuanya, dan ternyata, Mabel adalah bibi Charlie, kakak Magdalen yang lari dari rumah waktu remaja.

Namun ketenangan itu tak bertahan lama. Maccomo yang licik berhasil meloloskan diri dari tawanan para Singa. Rafi Sadler juga berhasil pulih, dan sekarang merencanakan untuk menangkap Charlie, agar dia dihormati kembali oleh Korporasi.

Charlie pun diculik!

Sementara itu, di Venezia, Primo, singa purba hasil klonning yang sekarang menjadi pujaan penduduk Venesia, yang dianggap sebagai Singa San Marco, sudah mulai merindukan teman-teman Singanya. Dan juga ada rasa rindu kampung halaman yang entah datang dari mana. Melihat itu, Raja Boris sang raja Bulgaria dan Claudio si pemandu gondola, memutuskan untuk menemani Primo kembali ke Afrika, untuk bergabung dengan para Singa lain di Maroko. Bertiga mereka ke Afrika naik balon milik Raja Boris.

Tiba di Maroko, Claudio pun ke kota mencari Charlie, namun malah mendapat berita dari Ninu tentang penculikan Charlie. Claudio memberitahu orangtua Charlie, dan juga Raja Boris. Penculikan itu terlihat oleh Sergei, si kucing Allergeny yang selalu mengikuti Charlie. Untung ada Ninu, teman Charlie, bunglon ajaib yang bisa berbagai bahasa, termasuk bahasa manusia.

Charlie, yang diculik dibawa ke kapal, orangtuanya menyusul dengan kapal lain, dan Raja Boris, Claudio, Singa Muda dan Elsina si singa betina kecil, menyusul orangtua Charlie dengan kapal lain lagi. Terjadi iring-iringan kapal yang aneh.

Korporasi sementara itu juga tidak tinggal diam. Mereka marah sekali karena orangtua Charlie berhasil melarikan diri dari mereka.

Petualangan Charlie yang diculik, dan kejar-kejaran oleh orangtua Charlie dan Raja Boris dan kawan-kawan sangat seru. Mereka melintasi lautan Atlantik, dari Afrika hingga ke kepulauan Haiti. Penculikan-penculikan anak-anak berbakat lain juga terjadi sepanjang perjalanan.

Bagaimana akhir petualangan Charlie untuk mengalahkan Korporasi? Baca saja sendiri di buku ketiga trilogi petualangan Lion Boy, sang bocah yang bisa berbahasa kucing.

Ini adalah buku terakhir trilogi ini. Buku pertamanya, Lion Boy dan buku keduanya, The Chase.

Sungguh asik berjalan-jalan bersama Charlie Ashanti, tak habis-habisnya. Diawali dari London, lalu ke Paris di buku pertama, dilanjutkan ke Venesia di buku kedua, dan diakhiri petualangan dari Afrika hingga ke benua Amerika di buku terakhir. Ide tentang anak yang bisa berbahasa kucing juga lucu sekali. Dan apalagi kalau membaca percakapan-percakapan para bangsa kucing (mulai kucing liar hingga para kucing besar), yang kadang-kadang bikin geli. (Ada satu percakapan yang sangat kocak diantara para singa, masa singa dibilang, jangan seperti babi, hahaha, kan sudah jelas dia singa, gimana bisa mirip babi, hahaha!).

Seperti biasa, ilustrasi-ilustrasi cantik menghiasi buku ini, ada peta-peta yang cantik, lalu ada sketsa Balon Raja Boris, terus juga gak ketinggalan kertas musik lagu-lagu penghias cerita (sekarang sudah ada CD-nya ternyata, gak usah repot main di piano lagi).

Yang aku sedikit heran cuma gambar sampulnya, yang rasanya sudah berbeda dengan sampul buku satu dan dua. Waktu coba cari, memang kelihatannya, sampul yang senada dengan buku satu dan dua gak ada, yang ketemu memang cuma yang seperti sekarang dipakai (sedangkan buku satu dan dua sendiri juga memang di website Zizou Corder sudah berbeda dengan yang pertama terbit).

0 comments:

  © Blogger template 'Isolation' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP