Bartimaeus Trilogy : The Amulet of Samarkand

Judul : The Bartimaeus Trilogy - The Amulet of Samarkand
Pengarang : Jonathan Stroud (2003)
Penerjemah : Poppy Damayanti Chusfani
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, Mei 2007
Tebal : 512 halaman; 20 x 13,5 cm
Di London, seorang anak lelaki berusia 12 tahun mengadakan ritual pemanggilan demon, suatu hal yang tak lazim mampu dilakukan anak seumurnya. Yang dipanggilnya pun bukan demon kelas rendah, tapi Jin Bartimaeus, jenis demon yang punya kekuatan yang tak bisa dianggap remeh. Bartimaeus adalah jin yang punya reputasi cukup mengagumkan.
Itulah sebabnya, Bartimaeus cukup terkejut melihat penyihir yang memanggilnya, dan mengikatnya dengan mantra pengikat yang cukup rumit. Apalagi mendengar perintah yang harus dilaksanakannya, mencuri Amulet Samarkand dari Simon Lovelace, seorang penyihir terkemuka, sama sekali bukan tandingan anak kecil itu.
Begitupun, terikat dengan mantra itu, Bartimaeus melaksanakan perintah itu, dan berhasil, walaupun harus melalui rintangan yang sulit.
Pencurian amulet itu menyeret Nathaniel, si penyihir kecil, ke serangkaian peristiwa mengerikan yang tak pernah terbayangkan olehnya. Pembunuhan, kebakaran, dikejar-kejar sebagai buronan, semua terjadi hanya dalam waktu seminggu, sejak dia memanggil Bartimaeus.
Dan tak itu saja, ternyata sebuah konspirasi jahat sedang berlangsung. Nathaniel, dengan bantuan Bartimaeus, harus berjuang untuk menyelamatkan Inggris dari nafsu jahat untuk berkuasa sekelompok penyihir tamak.
Akhirnya terbit juga deh terjemahan buku ini. Sebenarnya aku dah kepengen beli sejak lama, cuma... karena harganya, hem hem.. lumayan mahal, jadi ditunda-tunda terus, apalagi pas dengar bakal diterbitkan terjemahannya, maka kuputuskan untuk menunggu saja.
Ceritanya lucu. Bartimaeus itu kocak banget, sombong tapi memang hebat sih dia. Nathaniel sendiri bukan tokoh anak baik-baik. Dia itu bandel juga, dan punya kesombongan yang hampir sama sebenarnya dengan Bartimaeus. Memang Nathaniel itu pintar sekali, dia juga suka membaca, dan cepat menangkap pelajaran sihir. Aku geli banget bacanya, terutama kalau di bagian Bartimeus yang menjadi narator, pakai catatan kaki segala, yang isinya, aduh, benar-benar lucu.
Tokoh Nathaniel, terus terang mengingatkan aku pada tokoh Artemis Fowl, si anak jenius yang berhasil menculik Peri (ups, jadi nge-cek ke site nya Artemis Fowl, dan... wow.. mau ada Graphic Novel-nya, weks weks weks... mauuu!!!!!). Oke, cukup dulu ngelanturnya.
Salah satu bagian favoritku adalah sewaktu Bartimaeus menangkap pembawa pesan Simon Lovelace, dan si imp pembawa pesan itu memohon-mohon dengan sangat, sampai mengeluarkan segala bentuk pujian kepada Bartimaeus agar dikasihani, lucu banget...!!
Tokoh Nathaniel, terus terang mengingatkan aku pada tokoh Artemis Fowl, si anak jenius yang berhasil menculik Peri (ups, jadi nge-cek ke site nya Artemis Fowl, dan... wow.. mau ada Graphic Novel-nya, weks weks weks... mauuu!!!!!). Oke, cukup dulu ngelanturnya. Sekarang kembali ke London dan Nathaniel.
Buku ini adalah buku pertama dari seri trilogi si jin sombong Bartimaeus. Buku keduanya berjudul Golemn's Eye dan buku ketiga berjudl Ptolemy's Gate. Trilogi ini sendiri mendapat banyak penghargaan, dan untuk buku pertama ini adalah : 2004 ALA Notable Book, 2004 Best Books for Young Adults Top Ten Pick, Bank Street 2004 Best Book of the Year, Booklist Top 10 Fantasy Book for Youth 2004.
5 comments:
Ternyata kita sama, Bo.
Aku sampai terbahak-bahak baca narasi si jin somse itu.
Trus, soal si imp pembawa pesan itu, aduh lucu banget. Aku sampai membayangkan dialog2nya itu benar2 diucapkan, jadi kayak gimana ya kedengarannya? Hihihihihihi
Aku hitung ada 12 sapaan yang dipakai saking takutnya.
yah, trus yang lucu pake ngaku si imp, udah kehabisan kata-kata pujian, wakakakkaa...
ada-ada aja...
tapi yang paling asik tuh penyelesaian konflik dengan SL, ancur banget, wakakakaka, dimakan ama demon, huehehehehehe
Di www.jonathanstroud.com ada jurnalnya Bartimaeus. Kocak :)
So, berhasilkah kelucuan Bart diterjemahkan? Waktu buku ini mo terbit gue keringet dingin! Takut dicela terjemahannya. Ternyata setelah dua minggu terbit udah cetak ulang...huah, bernapas lega...hehehe. Editannya Indah juga pengaruh banget, karena buku ini gue kerjain udah lamaaaaaaa banget. We had to strain our brains to some of the puns and Bart's cynical remarks *grins*
Pop, sukses besar!!!
Aku ngakak melulu bacanya, hehehehehe
Ugh, bagian yang si Bart mencoba mengorek informasi dengan menimpa jin malang itu pakai batu, ueh..... bener2 toooppp!!!!!!!
setubuh eh setujuu deh ini novel emang kereen...bravo buat mbak Arwen
Post a Comment