LION BOY : Petualangan Dimulai
Judul : LION BOY : Petualangan Dimulai
Penulis : Zizou Corder (c)2003
Alih bahasa : B. Sendra Tanuwidjaja
Desain sampul : Edward Iwan Mangopang
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama (Agustus 2006)
Tebal : 288 halaman ; 23 x 15 cm
Charlie Ashanti, tinggal di London bersama ayah dan ibunya. Kedua orangtuanya tersebut adalah orang-orang pintar, peneliti obat-obatan. Ibu Charlie, adalah Professor Magdalen Start, dan ayahnya Doktor Aneba Ashanti, ahli Endoterika dan Ilmu Pengetahuan Tropis .
Charlie sendiri bukan anak biasa, dia punya keistimewaan : dia bisa berbicara dalam bahasa kucing. Bagaimana bisa yah?
Selain bisa berbahasa kucing, kehidupan Charlie pun tak biasa. Di usia yang masih sangat muda, dia sudah harus menjalani hidup penuh petualangan, dalam rangka mencari kedua orangtuanya yang diculik.
Siapa penculik orangtuanya, tak diketahui, apalagi dimana sih kedua orangtuanya itu sekarang berada. Benarkah Charlie tak tahu apa-apa? Salah besar! berkat kemampuannya berbahasa kucing, Charlie mendapatkan petunjuk dimana kedua orangtuanya itu disekap.
Dalam perjalanan mencari mereka, Charlie, di buku ini, bertemu sekelompok sirkus. Di sirkus inilah dia akan menemukan teman-teman seperjalanannya.
Setting cerita ini dimulai di London, saat kedua orangtua Charlie masih aman dan belum diculik. Saat itu, dunia sudah kehabisan minyak bumi, sehingga mobil sudah sangat langka, selain memang mobil termasuk barang yang dilarang dibanyak tempat.
Ceritanya seru banget deh, rasanya kita penasaran terus, habis ini apa sih yang dialami Charlie. Bagaimana sih para kucing membantu Charlie, sedangkan kucing-kucing itu sendiri sangat suka bertengkar dengan sesamanya.
Aku juga suka dengan suasana pertunjukan sirkus di bagian akhir cerita, bagus banget. Dan lucu juga.
Hasil googling menunjukkan : buku ini mau dibikin Trilogi! Di edisi aslinya, buku kedua sudah terbit, judulnya Lion Boy : The Chase (kapan nih... terjemahannya, dah gak sabar! gak sabar! gak sabar!). Sedangkan buku ketiganya masih belum kog, hehehe.
Zidou Corder sendiri bukan nama satu orang, melainkan nama yang dipilih oleh kedua pengarangnya : Louisa Young dan Isabele Amadokah Young, sepasang ibu dan anak perempuannya. Mereka merasa kalau nama mereka akan terlalu panjang untuk dipajang di sampul buku, jadi muncullah nama pena tersebut.
2 comments:
Kemaren sempet liat nih buku di Gramedia, sptnya menarik juga :D
Ya tuh, oke kog ceritanya, aku suka karena banyak acara jalan-jalannya ^.^
Lagian kesannya eksotis gitu, ada singa-singa, terus bisa bicara bahasa kucing, miawwww....
Post a Comment