Sang Pemimpi
Judul : Sang Pemimpi
Penulis : Andrea Hirata
Penyunting : Imam Risdiyanto
Desain dan ilustrasi sampul : Andreas Kusumahadi
Diterbitkan oleh Penerbit Bentang (Cetakan Pertama, Juli 2006)
Tebal : x + 292 halaman; 20,5 x 13 cm
Cerita si Ikal dari pulau Belitung berlanjut kembali. Kini Ikal sudah masuk SMA. Karena sekolahnya cukup jauh dari rumah, Ikal pun harus mencari tempat kos, memngontrak sebuah los sederhana bersama dua sahabatnya, Jimbron dan Arai.
Arai, seorang remaja yang tak terduga, selalu penuh kejutan. Sejak kecil sudah tinggal bersama-sama Ikal, karena kedua orangtuanya sudah tiada. Orangtua Ikal, sebagai sanak keluarga Arai, telah membawa Arai ke keluarga mereka sejak itu.
Jimbron, seorang pemuda yang sederhana, tak terlalu cerdas, gagap, dan punya satu obsesi yang tak lazim, terobsesi pada kuda.
Di los sederhana tempat mereka bertiga tinggal, ada poster bang Rhoma, pujaan hati Ikal, dan juga poster kuda, obsesi Jimbron.
Bertiga mereka melalui suka duka masa menjelang dewasa. Kisah remaja yang berjuang demi masa depan, tak lepas juga kisah perjuangan mencuri hati para dara remaja.
Banyak cerita tentang Ikal dan para sahabatnya itu, seakan tak ada habisnya. Keseharian yang sederhana ternyata bisa diungkapkan demikian lucu sekaligus mengharukan.
Satu adegan yang mengesankan bagiku adalah waktu digambarkan para mahasiswa datang memberi ceramah pada masyarakat desa. Mereka terus menerus berhitung, dan... ternyata yang dihitung adalah : banyaknya kata-kata yang tak mereka mengerti. Aku rasa ini benar-benar menyentuh, betapa banyak kaum yang katanya terdidik, terpelajar, sering merasa mereka bisa mengajari orang 'udik'. Tapi ternyata lupa, kalau untuk membantu teman-temannya yang belum terpelajar itu, tak cukup hanya kata-kata mentereng.
Novel ini sangat menarik, karena Andrea mampu bercerita layaknya tukang dongeng bintang 5 (kayak hotel aja, heheehehe). Begitu membaca, rasanya kita ikut terbawa ke masa lalu si Ikal dari Belitung itu. Kejutan-kejutan manis yang tak putusnya dibuat Arai, selalu membuat kita ikut tersenyum.
Selebihnya? Silahkan baca sendiri deh, hehehehe
2 comments:
interesting..
i cannot understand..
rakesh....
and u do not write me emails..\
Dah baca...^_^...hehehehe...benar benar ngakak abis pas baca bab bab tertentu.
Post a Comment