Sunday, March 02, 2008

TAJ

Judul : Taj, Tragedi di Balik Tanda Cinta Abadi (Taj, A Story of Mughal India)
Pengarang : Timeri N. Murari, 2004
Penerjemah : Maria M. Lubis
Penerbit : Penerbit Mizan, November 2007
Tebal : 490 halaman ; 13 x 20,5 cm

Taj Mahal, siapa yang tak pernah mendengar tentang monumen megah, yang menjadi ambisi sang penguasa Mughal, Shah Jahan, untuk mengenang istrinya tercinta, Arjumand Banu, sang Mumtaz Mahal.

Kali ini, kisah seputar Taj Mahal menceritakan tentang Arjumand dan Shah Jahan, perjalanan kisah cinta mereka sejak mereka bertemu hingga saat-saat terakhir Arjumand. Juga sekelumit cerita sepanjang pembangunan Taj Mahal.

Arjumand, cucu seorang pejabat di kerajaan Mughal, pertama kali bertemu dengan Shah Jahan dalam sebuah tamasha yang diadakan Jarangir, sang penguasa Mughal waktu itu. Shah Jahan dan Arjumand jatuh cinta pada pandangan pertama. Kisah romantis pertemuan mereka terus menjadi kenangan tak terlupakan bagi keduanya. Arjumand, di sebuah kemah kecil, di sebuah sudut yang tak mencolok perhatian, ternyata mampu menarik perhatian sang pangeran, Shah Jahan, yang akhirnya membeli semua perhiasan yang dijualnya saat itu.

Sejak itu, keduanya tak bisa melupakan satu sama lain. Kedudukan Shah Jahan sebagai pangeran calon pewaris tahta membuatnya sulit untuk mendapatkan cintanya. Dia harus menikah agar mengamankan situasi politik Mughal. Perkawinan dengan putri dari negeri lain harus dijalaninya selama beberapa tahun, hingga keteguhan hatinya akhirnya menang, dan dia bisa menikahi cintanya, Arjumand.

Shah Jahan memilih untuk tidak memiliki istri lain selain Arjumand, sebuah tindakan yang agak tidak lazim di masa itu, di saat para penguasa biasanya memiliki banyak istri, yang memenuhi haremnya. Bagi Shah Jahan hanya ada Arjumand. Mereka benar-benar pasangan yang tidak biasa. Kemana pun Shah Jahan pergi, Arjumand akan mengikuti, bukannya tingal di harem seperti para istri bangsawan lain. Hal ini juga yang akhirnya membuat kondisi kesehatan Arjumand menurun, selain harus terus menerus hamil.

Setelah Arjumand meninggal, Shah Jahan memerintahkan untuk membangun sebuah makam yang akan menjadi monumen untuk mengenang sang permaisuri. Dalam pembangunan yang berlangsung bertahun-tahun tersebut, banyak peristiwa terjadi. Seorang archaya, pembuat arca, bernama Murthi menjadi salah satu tokoh yang menjadi pusat cerita buku ini. Dikisahkan Murthi didatangkan ke Agra untuk mengukir jali yang akan menghiasi makam. Murthi yang seorang Hindu ternyata adalah seseorang yang istimewa. Tak seorang pun, bahkan Murthi sendiri, yang mengetahui mengapa dia diperlakukan berbeda dari para pekerja lainnya.

Buku ini disajikan dengan cara menceritakan kisah Arjumand dan Shah Jahan di bab-bab ganjil, dan kisah pembangunan Taj Mahal di bab-bab genap. Di setiap bab ganjil, Arjumand, Shah Jahan, dan Isa, sang pelayang Arjumand, berganti-ganti menjadi orang yang menceritakan kisah sesuai dengan sudut pandang mereka. Sedangkan di bab genap, cerita disampaikan dari sudut pandang orang ketiga.

Yah, terus terang, aku sih rada sebal baca buku ini, terutama di bagian-bagian Arjumand dan Shah Jahan mengungkapkan kisah mereka. Bagian-bagian yang menceritakan tentang Murthi dan keluarganya sih masih menarik. Apalagi setelah sang pelindung misterius terungkap. Tapi yang bagian cerita Arjumand dan Shah Jahan itu, astaga, rasanya seperti nonton film India lengkap dengan segala dialog yang terasa gombal dan cenderung cengeng.

Setelah membaca Taj Mahal karya Jhon Shors, rasanya TAJ karya Timeri N. Mureri ini kurang berkesan. Kisah cinta Jahanara hasil imajinasi John Shors terasa lebih memikat. Yah, mau gak mau sih, aku jadinya membandingkan kedua novel tersebut. Sementara, untuk intrik-intrik politik sih memang berbeda. Di Taj Mahal karangan JhonShors memang lebih membahas kisah pemberontakan Aurangzeb terhadap ayahnya, Shah Jahan. Sedangkan dalam Taj karya Timeri N. Mureri ini, kisah tersebut hanya ditampilkan sedikit di akhir cerita, dan lebih banyak menceritakan tentang campur tangan Mehurenissa, bibi Jahanara yang menjadi permaisuri Jarangir. Tapi selain itu, rasanya tidak ada yang baru di sini.

0 comments:

  © Blogger template 'Isolation' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP