Topi Selebar Langit
Judul : Topi Selebar Langit (A Hat Full of Sky)
Pengarang : Terry & Lynn Pratchett, 2004
Penerjemah : Santi Paramita
Penerbit : Penerbit Atria (PT Serambi Ilmu Semesta), 2007
Tebal : 493 halaman ; 13 x 20,5 cm
Dua tahun sudah berlalu sejak Tiffany berhasil membebaskan adiknya dan Ronald dari negeri Ratu Peri dengan hanya bersenjatakan sebuah penggorengan dan ditemani para Nac Mac Feegle, para pria kecil yang suka berkelahi. Kini Tiffany sudah berumur sebelas tahun, dan dia akan meninggalkan Negeri Kapur untuk bekerja pada seorang penyihir.
Bersama Nona Tick, Tiffany pun berangkat menuju rumah Nona Level, penyihir yang akan mempekerjakannya. Sebelum berangkat, Ronald sempat memberi Tiffany sebuah bingkisan kecil, yang ternyata berisi kalung dengan hiasan berbentuk kuda. Tiffany bertemu dengan Nona Level di dekat sebuah hutan, dan bersamanya naik sapu hingga tiba di rumah. Ternyata Tiffany tidak menyukai perjalanan dengan sapu.
Ternyata Nona Level memiliki keanehan. Dia manusia berbadan dua (bukan hamil yah,....) tapi memang dia memiliki dua tubuh, tapi hanya ada satu pikiran. Orang-orang sering menyangkanya kembar, tapi bukan demikian keadaan sebenarnya. Selain itu, di rumah itu ada Oswald, sebuah sosok tak kelihatan yang sepertinya selalu membereskan tatanan rumah tersebut. Begitu pun, kehidupan bersama Nona Level terasa sangat membosankan. Yang mereka lakukan hanyalah mengunjungi penduduk desa yang membutuhkan bantuan Nona Level, yang rasanya tak ada habis-habisnya. Belum lagi Nona Level tampaknya tak menggunakan sihir apa pun untuk membantu orang-orang itu. Dia hanya menggunakan cara-cara sederhana yang bisa dilakukan siapa pun.
Lalu Tiffany diundang ke acara pertemuan dengan para murid penyihir lainnya. Dia berkenalan dengan Petulia si penyihir babi dan Annagramma, murid Nona Earwig yang merasa kalau sebagai penyihir mereka harus lebih bisa menunjukkan keistimewaan mereka, dan bukannya bersembunyi di balik kostum sederhana dan mengerjakan hal-hal yang biasa-biasa saja.
Sementara itu, para Nac Mac Feegle yang mengikuti Kelda Jeannie mulai gelisah. Orang Besar mereka, Rampok Siapa Saja bertingkah aneh. Ternyata mereka mengetahui bahwa ada sesosok mahluk sedang mengincar Tiffany. Rampok merasa kewajibannyalah untuk melindungi Tiffany, nenek sihir mereka, yang bagaimana pun pernah menjadi Kelda mereka walau hanya beberapa hari. Setelah berhasil mendapatkan ijin dari Jeannie untuk menolong Tiffany, Rampok bersama beberapa Nac Mac Feegle pun berangkat untuk menyelamatkan gadis itu.
Ternyata, Makhluk Penghuni, demikian para pria cilik itu menyebut makhluk tersebut, berhasil masuk ke tubuh Tiffany dan berusaha menguasai gadis tersebut. Tapi di dalamnya, ada sebagian kecil dari Tiffany yang masih bertahan, dan sedang berusaha meminta pertolongan. Rampok Siapa Saja pun masuk ke dimensi bawah sadar Tiffany, mencoba menyelamatkan si Nenek Sihir Besar mereka.
Usaha Rampok berhasil, si Makhluk Penghuni sudah diusir dari tubuh Tiffany. Tapi ia masih tetap mengincar untuk kembali menguasai gadis itu. Tiffany harus berjuang mencari cara mengenyahkan Makhluk Penghuni itu, yang konon tidak bisa dibunuh.
Ini adalah kisah lanjutan dari Pria Cilik Merdeka, bagian dari seri Discworld karya Terry Pratchett. Di sini Tiffany sudah mulai mengerti bahwa dirinya punya kekuatan sihir. Salah satu keahlian Tiffany adalah mampu meninggalkan tubuhnya sendiri, yang ternyata membuat Makhluk Penghuni tertarik padanya. Tapi di buku ini juga Tiffany akhirnya belajar lebih banyak lagi tentang apa artinya menjadi Penyihir.
Dengan susah payah, Tiffany akhirnya memahami, apa maksud Nona Weatherwax sewaktu mengatakan, bahwa Nenek Aching tak memerlukan topi penyihir yang penuh hiasan. Semua itu hanya mainan. Nenek Aching, dengan keahlian sihirnya yang sesungguhnya, telah mengenakan topi terhebat dari semua topi yang dimiliki oleh para penyihir, dia mengenakan topi yang selebar langit.
Ow yah, yang pasti, para Nac Mac Feegle itu tetap kocak dengan kekonyolan-kekonyolan mereka. Selalu berusaha membantu, tapi malah mengacau. Lalu di rumah Nona Level, aduh, bagian mereka disuruh mandi oleh Nona Level itu bikin aku terkikik-kikik geli... lucu bangettt!!
** Sayangnya, kog sampulnya gak menarik yah? huh, padahal buku ini bener-bener bagus! Tapi sampulnya membuat buku ini membosankan dan aneh. **
0 comments:
Post a Comment