Ulysses Moore - Pintu Waktu

Judul : Ulysses Moore - Pintu Waktu (Ulysses Moore La Porta Del Tempo)
Pengarang : Pierdomenico Baccalario, 2004
Ilustrasi : Iacopo Bruno
Penerjemah : Damaring Tyas Wulandari, S.Si
Penerbit : Erlangga for Kids, 2007
Tebal : 225 halaman ; 14,5 x 21,5 cm (hardcover)
Julia dan Jason Covenant adalah sepasang kakak beradik kembar. Mereka baru saja pindah dari London ke sebuah rumah di pesisir Inggris. Rumah yang diberi nama Argo Manor, terletak di Kilmore Cove, Cornwall. Rumah tersebut sangat menarik, besar bertingkat dengan banyak ruangan dan terletak di tebing tepi laut.
Sejak tiba di rumah itu, Jason langsung merasakan kalau ada sesuatu yang aneh dengan rumah tersebut. Jason sering mendengar suara-suara langkah kaki, tapi saudara kembarnya, Julia, menertawakannya. Memang, Jason dan Julia sepasang anak kembar dengan karakter yang berbeda. Jason menyukai kegiatan berpetualang dan membaca buku-buku tentang sihir dan hantu, sementara Julia lebih suka bersenang-senang di kota, jalan-jalan di mall, nonton film, dan sejenisnya. Di rumah tersebut juga tinggal Nestor, si pengurus rumah yang sudah tinggal di sana sejak Ulysses Moore masih tinggal di sana.
Lalu suatu hari, tak lama sejak keluarga Covenant pindah ke rumah tersebut, kedua orangtua anak-anak tersebut harus pergi ke London membereskan surat-surat, sehingga kedua anak itu harus tinggal berdua saja ditemani Nestor. Seorang teman baru mereka, Rick, berjanji akan datang bermain ke rumah tersebut.
Ternyata, kunjungan Rick membawa mereka ke sebuah petualangan aneh. Rick yang sudah lama tinggal di daerah tersebut mengetahui banyak cerita tentang Ulysses Moore yang eksentrik dan rumah Argo Manor-nya. Mereka bertiga mulai menjelajahi rumah besar tersebut, sesuatu yang selama ini sudah diidam-idamkan oleh Rick. Bahkan Julia si anak kota pun mulai tertarik dengan petualangan mereka.
Peristiwa yang nyaris membuat Jason kehilangan nyawa ternyata membawa mereka menemukan banyak hal yang tak disangka oleh satu pun dari ketiga anak tersebut. Sebuah paket misterius juga semakin membingungkan, belum lagi tulisan di buku harian tua yang mereka temukan di perpustakaan.
Lalu, pada akhirnya, mereka menemukan sebuah kapal aneh yang terjebak di dalam gua di bawah rumah tersebut. Bagaimana caranya kapal tersebut bisa sampai di sana? Lalu sebuah bisikan aneh yang hanya didengar oleh Jason memberinya inspirasi bagaimana cara menggerakkan kapal tersebut, dan kemana mereka berlabuh....
Yah, ceritanya sih menurutku tidak terlalu asik. Memang banyak misteri dan teka-teki yang harus dipecahkan ketiga anak tersebut, tapi petunjuk-petunjuknya terlalu jelas. Lalu juga banyak hal yang sangat kebetulan, tapi mungkin ini memang faktor mistis yang menjadi salah satu unsur dalam cerita ini.
Tapi yang paling aku suka dari buku ini adalah ilustrasinya yang keren! Sketsa-sketsa yang menghiasi setiap bab dibuat seakan-akan dicoretkan di kertas buku tulis, lengkap dengan catatan-catatan kecil yang dibuat seakan-akan ditulis oleh Ulysses Moore yang misterius itu. Lalu format hard-cover juga menambah daya tarik buku ini. Yah... aku sih memang ingin mengoleksi buku ini, abis keren sih.....! hehehehe
0 comments:
Post a Comment