A Year in Provence
Judul : A Year in Provence
Pengarang : Peter Mayle
Penerbit : Vintage Books, a division of Random House, Inc., NY
Tebal : 207 halaman ; 13,5 x 20 cm
Tinggal di Provence, sebelumnya hanya merupakan kegiatan liburan musim panas bagi Peter Mayle dan istrinya. Namun sebuah rumah pertanian yang terbuat dari batu di kaki pegunungan Luberon berhasil memikat hati mereka, dan akhirnya memutuskan untuk pindah dari London yang lembab dan dingin ke Provence yang selalu disinari matahari.
Tapi benarkah kehidupan akan menjadi seperti liburan sepanjang tahun? Awal tahun, bulan Januari yang cerah memberi kesan positif pada keluarga Mayle. Namun ternyata tak diduga, angin mistral dan badai salju juga menghiasi bulan-bulan awal tahun di daerah tenggara Prancis tersebut.
Banyak hal yang terjadi dalam setahun pertama mereka tingal di Luberon. Perbaikan rumah yang terjadi sepanjang tahun, dengan kebiasaan para pekerja di sana yang tak terlalu memperhatikan ketepatan waktu. Belum lagi membeli meja batu yang beratnya lebih dari 300 kilogram dan memikirkan bagaimana cara untuk menggesernya 15 yard. Lalu ada tetangga aneh yang benci orang Jerman.
Tapi mereka juga menemukan betapa makanan menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat di Provence. Bagaimana menghadapi teman-teman yang mengira mereka hidup dalam liburan sepanjang tahun. Belum lagi serbuan turis, dan yang tak kalah heboh adalah serangan hujan badai yang merusak halaman. Tapi panen anggur di musim gugur memberikan hasil yang tak bisa diremehkan.
Begitu sekilas hal-hal yang diceritakan oleh Peter Mayle dalam buku kroniknya tentang tahun pertamanya tinggal di tenggara Prancis, bukan sebagai turis, tetapi mejadi salah seorang penduduk. Perubahan kehidupan yang terbiasa dengan ketepatan waktu, menjadi orang yang tak lagi melihat sesuatu dengan jam tapi lebih merujuk kepada musim menjadi sesuatu yang pada akhirnya disadari oleh Mayle dalam kisahnya ini.
Selain itu, detil-detil kebiasaan makan, dan juga makanan-makanan yang begitu beragam menghiasi keseluruhan buku ini. Jenis-jenis makanan yang berbeda dimakan dalam musim yang berbeda. Juga tak luput menjadi perhatian Mayle bahwa orang Provence punya penghargaan yang luar biasa terhadap makanan, sampai rela berkendaraan hingga berjam-jam untuk mendatangi restoran atau pun kafe yang disukai. Yah... apa yang bisa diharapkan dari sebuah buku yang kalimat pertamanya adalah: Tahun itu dimulai dengan makan siang.
0 comments:
Post a Comment