Sunday, December 02, 2007

Peter and The Shadow Thieves


Judul : Peter and The Shadow Thieves
Pengarang : Dave Barry & Ridley Pearson, 2006
Penerbit : Walker Books Ltd, 2007
Tebal : 569 halaman ; 13 x 19,5 cm

Di Neverland, kini Peter dan The Lost Boys tinggal ditemani orang-orang Mollusks. Sementara itu Black Stache yang kini harus memakai tangan palsu berkait menggantikan tangannya yang hilang dimakan buaya, bersama para bajak laut bawahannya juga tinggal di sisi lain pulau tersebut. Hati Black Stache penuh dendam. Peter tak henti-hentinya menggoda, melempari markasnya dengan kelapa, dan bahkan dengan buah mangga. Peter, si bocah yang bisa terbang, sungguh membuat Black Stache kelabakan. Dia tak bisa membalaskan dendamnya, karena si buaya masih berkeliaran mengincarnya, belum lagi para Mollusks yang selalu melindungi anak-anak itu.

Tapi ternyata........ Kapten Slank yang sudah diserang para putri duyung, kini kembali! Kali ini dia ikut di kapal yang dipimpin Kapten Nerezza yang berhidung kayu. Dan di kapal tersebut, ada sesosok berjubah yang sangat misterius. Kehadirannya saja cukup membuat semua orang menggigil karena udara dingin yang ditebarkannya. Sosok yang disebut Lord Ombra itu memang sangat aneh, dia tidak pernah muncul di siang hari, dan wajahnya tak bisa terlihat di balik tudungnya.

Yah, mereka memang mengincar kotak berisi serbuk bintang yang dulu terlepas dari tangan Kapten Slank. Mereka tidak tahu kalau kotak tersebut tidak lagi ada di pulau tempat para Mollusk tersebut. Berbulan-bulan mereka berlayar mencari pulau tersebut, sampai hampir putus asa, hingga akhirnya mereka menemukannya kembali.

Di situlah, tanpa sengaja, Peter akhirnya mengetahui, dan menyaksikan sendiri, apa yang bisa dilakukan Lord Ombra pada orang-orang. Sesuatu yang mengerikan! Dan dia juga mendengar rencana Kapten Slank dan Lord Ombra untuk mengejar Lord Aster ke London, untuk mendapatkan kembali serbuk bintang tersebut.

Peter, diikuti Tinkerbell, akhirnya berhasil tiba di London, menempuh bahaya yang tak henti-hentinya. Peter dan Tinkerbell, bahkan setelah di London, masih mengalami kesulitan untuk menemukan Molly. Mereka tidak tahu di mana Molly tinggal. Tapi untungnya, pertolongan datang dari orang yang tak terduga *wink*

Setelah bertemu Molly, sayangnya ibu Molly sudah sempat diculik oleh Lord Ombra dan kawanannya. Kini Peter dan Molly berusaha menemukan ayah Molly, karena Lord Aster ternyata sudah merasakan ancaman tersebut, dan memindahkan serbuk bintang yang diincar The Others tersebut.

Sementara itu, di Never Land, The Lost Boys pun harus menghadapi Black Stache yang dipenuhi dendam, yang menjebak mereka untuk mendapatkan Peter. Mereka juga harus berjuang untuk membebaskan diri dari sekapan sang bajak laut!

Buku ini adalah sekuel dari kisah prekuel (nah loh, bingung kan, hehehehhe) Peter and The Starcatchers. Kisah Peter dan Molly kali ini pun tetap seru, tapi menurutku sih, masih kalah seru dari buku pertamanya itu. Walau begitu, tidak membuat buku ini membosankan kog. Masih tetap asik, karena memang alur ceritanya berjalan lancar, dan bab-bab-nya juga tidak terlalu panjang, sehingga tidak membuat kita capek.

Aku sih paling suka waktu di bagian Tinkerbell sempat tertangkap oleh pedagang burung (ini akibat si Tinkerbell yang suka sok pamer itu.... hihihi, kapok deh dia!) tapi akhirnya berhasil meloloskan diri, karena dia dibantu hewan-hewan lain ^.^ Seru banget !!!

Tapi...... aku kurang suka itu bagian waktu The Lost Boys dan Black Stache itu, terasa banget hanya sebagai sisipan.. hiks.... gak menyatu. Kalau di buku pertama kan, kisah si Black Stache lawan si Peter dan Molly dan juga melawan si Kapten Slank itu bisa menyatu bagus, kalau ini, terasa terpisah-pisah sekali. Jadi sepertinya Black Stache itu hanya sebagai sisipan saja! Gak asik!

0 comments:

  © Blogger template 'Isolation' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP