Tuesday, November 13, 2007

Forever in Blue


Judul : Summers of the Sisterhood - Forever in Blue
Pengarang : Ann Brashares, 2007
Penerbit : Corgi Books, an imprint of Random House Children's Books
Tebal : 383 halaman; 19.4 x 13 cm

Musim panas tiba, Lena, Tibby, Bee, Carmen dan celana jins ajaib kembali lagi. Ini musim panas keempat yang mereka jalani bersama sang celana. Celana yang entah bagaimana, secara ajaib, selalu pas, siapa pun yang memakainya. Seperti sebelum-sebelumnya, sejak tiga tahun terakhir, musim panas kali ini pun mereka berempat sudah punya kegiatan sendiri-sendiri.

Bee akan menghabiskan liburan musim panasnya di Yunani, di sebuah situs penggalian, sebagai bagian dari studi arkeologi. Carmen akan ikut dalam pementasan pertunjukan teater. Lena di sekolah seninya, dan Tibby bekerja sambil harus tetap mengerjakan naskah untuk film sebagai tugas.

Tapi, kali ini mereka tak bisa melakukan ritual seperti biasa. Carmen tidak bisa datang. Carma yang cantik, dan selama ini selalu menonjol, ternyata menghadapi sebuah situasi yang tak pernah dialaminya sebelumnya. Dia tak lagi populer. Bahkan, akhirnya Carmen malah menjadi seperti bayangan dari seorang gadis lain, Julia, yang sangat populer dan menjadi bintang walau sama-sama anak baru di college mereka. Carmen bahkan sekarang hanya seorang petugas panggung.

Bee, sebelum berangkat, merasa bimbang. Perpisahan yang cukup lama dengan Eric membuatnya bingung. Akankah dia akan bisa tetap mencintai Eric? Bee tahu, dirinya bukan orang yang teoritis, baginya, ketidakhadiran Eric di dekatnya akan terasa sulit. Tiba di Yunani, Bee ternyata sangat menikmati kegiatan penggalian tersebut. Dan, ternyata di sana dia bertemu seseorang, yang terasa sangat menyenangkan, membuatnya bahkan meragukan perasaannya pada Eric. Sayangnya, walau pria itu sangat menarik, tapi sudah menikah. Akankah itu menjadi penghalang? Dan bagaimana jika ternyata Peter, sang profesor tampan, membalas perasaan Bee?

Lena, masih berjuang mengobati luka hatinya dan melupakan Kostos. Di sekolah seni, tempatnya belajar sekarang, dia bertemu dengan seorang siswa yang sangat menarik. Leo, sang pelukis berbakat, ternyata akhirnya berhasil membuat Lena melupakan Kostos. Namun.... tepat di saat Lena baru saja menemukan Leo, Kostos muncul di hadapannya! Lena marah, dan Kostos pun menghilang.

Tibby, di sela-sela kesibukannya bekerja, dan keharusan menyelesaikan skrip film sebagai tugas musim panasnya, juga mengalami kebingungan. Apa yang harus dilakukannya, jika setelah memutuskan hubungannya dengan Brian, ternyata Effie, adik Lena, mendekati Brian? Apakah dia benar-benar yakin bahwa dia memang tak ingin lagi bersama-sama dengan Brian?

Keempat sahabat tersebut, kini sedang mengalami masa-masa yang sulit. Seperti biasa, si celana mampu membawa mereka bangkit dari kesedihan. Namun........ akankah selamanya seperti itu?

Gak tahu, apakah ini memang akan jadi kisah terakhir dalam seri Celana Persaudaraan ini. Tapi sepertinya demikian. Kali ini giliran Bee sebagai pembuka dan penutup kisah musim panas terakhir. Keempat gadis tersebut kini sudah dewasa, bukan lagi anak-anak. Mereka kini sudah pantas disebut wanita.

Hidup memang tak selalu berjalan lancar, manis dan ceria.... namun, kehadiran para sahabat, akan membuat segalanya terasa lebih baik ^.^

2 comments:

Anonymous 11/23/2007 11:21:00 AM  

*hugs*

Akhirnya bisa baca lanjutan kisah mereka. Anehnya semuanya tuh kehidupan awal mereka pada hancur gitu yah bo'..

Duma 11/23/2007 11:24:00 AM  

tapi gak hancur-hancur amat kog... cuma memang gak semua berjalan lancar. But that's life ^.^

  © Blogger template 'Isolation' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP