My family and Other Animals

Judul : My Family and Other Animals
Penulis : Gerald Durrell, 1956 (copyright renewed in 1984)
Penerbit : Penguin Books, 2004
Tebal : 273 halaman; 13 x 20 cm
My Family and Other Animals adalah buku pertama dari tiga buku yang membentuk trilogi Corfu (My Family and Other Animals, Birds, Beasts and Relatives, dan The Garden of the Gods.) Buku ini merupakan memoir Durrell tentang masa kanak-kanaknya, di sekitar tahun 1930-an yang dihabiskan di pulau Corfu, salah satu pulau di kepulauan Yunani. Dalam buku ini, Durrell menceritakan tentang kehidupan mereka di Corfu, tentang binatang-binatang yang ditemuinya, juga orang-orang yang menjadi teman-teman keluarganya di pulau itu.
Gerald Durrell adalah anak bungsu di keluarga Durrell. Satu keluarga yang sangat unik. Ibunya yang tergila-gila pada tanaman dan masak-memasak, kakak perempuan satu-satunya, Margo yang hanya peduli pada fashion dan perawatan tubuh, abangnya Larry yang tergila-gila sastra, dan Leslie yang pemburu dan maniak senjata api.
Kisah ini diawali dengan sebuah percakapan di rumah mereka di London, di sebuah hari yang dingin dan lembab. Larry, yang selalu merasa dirinya paling pintar dan berakal sehat, dan kebetulan juga kondisi fisiknya paling baik, memberi komentar pedas tentang situasi mereka saat itu. Margo dengan wajah penuh jerawat yang cukup parah, lalu Leslie yang telinganya bermasalah sehingga harus disumpal kapas, lalu Gerry sendiri yang saluran pernafasannya juga tersumbat, dan sang ibu yang menderita rematik. Karena itu, dia mengusulkan untuk pindah ke tempat yang banyak sinar matahari, dan pindahlah mereka ke Corfu.
Membawa hanya barang-barang yang paling penting bagi mereka, setelah menjual rumah di London, keluarga Durrell tiba di Corfu. Ibu dengan buku-buku masakannya, Larry dengan buku-buku sastranya, Leslie dengan senjata-senjatanya, Margo dengan baju-baju dan peralatan kecantikannya, dan si kecil Gerry? Tentu saja dengan stoples berisi larva, jaring penangkap serangga dan anjingnya Roger. Kedatangan mereka, sudah disambut dengan kejadian ajaib, gerobak yang mereka tumpangi dikejar-kejar segerombolan anjing...
Di Corfu, awalnya mereka tinggal di hotel, dan berusaha mencari rumah. Tapi ada masalah.... Ternyata sulit sekali menemukan rumah yang ada kamar mandinya di pulau itu. Alasan penduduk, untuk apa kamar mandi, kan ada laut! Untung mereka bertemu seorang pria yang akan menjadi teman keluarga itu, Spiro, orang Corfu yang pernah tinggal di Amerika Serikat, yang mengaku kalau bahasa Inggrisnya bagus sekali, walau sebenarnya semua kata ditambah 's' olehnya.
Selama di Corfu, tiga kali keluarga Durrell berganti rumah. Pertama kali mereka harus pindah ke villa yang lebih besar, karena Larry, dengan seenaknya mengundang teman-temannya dari Inggris untuk berlibur di rumah mereka. Dan kepindahan berikutnya justru kebalikannya, untuk menghindari tamu! Yah, seorang bibi yang menyebalkan, hahaha!
Selain itu, Gerald sendiri juga berganti-ganti guru, dan terakhir menemukan guru yang juga maniak binatang seperti dirinya, dengan spesialisasi burung, Mr Kralefsky. Ada juga teman-teman mereka yang lain, Dr Androuchelli yang selalu mengucapkan 'Po Po Po' , Lugaretzia yang membantu Ibu, wanita yang selalu mengeluh dan menggambarkan penyakit-penyakitnya secara detail pada siapa pun yang ditemuinya, dan tentu saja, Theodore Stephanides, sang naturalis yang menjadi mentor tidak resmi bagi Gerald.
Binatang-binatang? Tentu akan banyak kita temui di sini. Anjing mereka, Roger, akan mendapatkan teman, Puke dan Widdle. Lalu ada Dodo, anjing Ibu yang tak pernah membiarkan Ibu lepas dari pandangannya, bahkan keluarga Durrell harus menyewa seorang gadis untuk membawa-bawa anak Dodo agar Dodo bisa mengekori Ibu kemana pun! Lalu ada lagi Alecko, burung camar laut, dan kedua Magenpies, burung jalak peliharaan Durrel. Kita juga akan terkekeh-kekeh membaca semua deskripsi Durrell tentang tingkah laku para binatang itu, yang tak kalah ajaibnya dengan orang-orang di pulau Corfu.
Yah, seperti dikatakan Theodore, segala sesuatu mungkin saja terjadi di Corfu!
Salah satu adegan yang entah kenapa, sejak pertama aku baca buku ini dulu, sangat berkesan adalah sewaktu Durrell menggambarkan "pertempuran" antara seekor belalang sembah yang dinamainya Celine dengan seekor tokek yang dinamainya "Geronimo".
Gerald Durrell sendiri belakangan dikenal sebagai naturalis, menghasilkan cukup banyak buku, baik fiksi mau pun non fiksi, yang selalu berhubungan dengan binatang.
Yang pasti, setiap kali baca buku ini, aku selalu dengan sukses akan tertawa terkekeh-kekeh.....!
2 comments:
aduh bukunya bagus bgt, kyknya aku bakal suka juga deh. beli dimana?
hehehe, kurang tahu sih, aku titip temanku beli, hehehe
Post a Comment