Mitsuko
Judul : Mitsuko (Little Sister)
Pengarang : Kara Dalkey, 1996
Penerjemah : Mohammad H
Penerbit : Matahati, Juni 2007
Tebal : 245 halaman; 19 x 12,5 cm
Mitsuko, si Genangan Kecil, anak keempat keluarga bangsawan dari klan Fujiwara. Sebagai putri dari keluarga yang dekat dengan lingkungan istana Kaisar, Mitsuko juga menjalani hidup yang sangat tertutup dari dunia luar. Kehidupannya hanya berkisar menjalani hari-hari dengan membuat puisi, bermain musik, dan berdandan.
Hingga di usianya yang ke tigabelas, serangan dari para biarawan Gunung Hiei mengacaukan hidupnya. Di perjalanan mengungsi, rombongan keluarga Mitsuko diserang. Suami kakaknya terbunuh, dan kakaknya syok berat. Tiba di rumah persembunyian, ternyata yang ditemukan adalah tempat yang sangat buruk, sangat tidak sesuai bagi keluarga bangsawan seperti mereka.
Di dekat situ ada Lord Tsubushima, yang diam-diam ingin menguasai keluarga yang sedang tidak ditemani oleh kepala keluarga itu. Hingga saat kebutuhan hidup begitu mendesak, ibu Mitsuko tak bisa menolak lagi, dan harus mengungsi ke kastil Lord Tsubushima, dengan resiko harus menikahkan anak-anaknya dengan anak-anak bangsawan yang lebih rendah kedudukannya dari mereka itu. Tapi, Mitsuko tidak ikut, dia malah pergi melarikan diri bersama kakaknya yang masih syok dan tak bisa apa-apa itu. Dalam pelariannya, dia bertemu dengan tengu Gurano, dan dibawa ke desa para tengu.
Mitsuko pun pergi bersama Gurano, berusaha mencari tahu dimana roh Yugiri, suami kakak Mitsuko. Mitsuko menyangka, kalau dia menemukan roh Yugiri, dia bisa memintanya untuk membujuk roh kakaknya agar kembali ke tubuhnya. Gurano membawa Mitsuko ke raja Naga Laut, namun sang Naga tak mempunyai jawabannya. Lalu mereka harus menemui Dewa Emma-o, tempat di mana seharusnya tak ada manusia yang masih hidup boleh datang. Tapi tetap saja, semua itu sia-sia, hingga Mitsuko akhirnya bertemu Miroku, sang Buddha Masa Depan, yang memberinya nasihat yang sangat berharga.
Setelah melalui berbagai petualangan, kisah ini berakhir bahagia. Eh, bahagia? benarkah? Apakah hidup terkungkung kembali sebagai putri bangsawan, setelah mengalami petualangan luar biasa, menikmati perjalanan melihat berbagai daerah dari atas seperti burung, akan menjadi akhir yang bahagia? Atau ada pilihan lain?
Terus terang, buku ini lumayan membuat aku bingung. Bingung karena gak bisa menentukan, harus men-set mood seperti apa bacanya. Karena untuk jenis cerita fantasi, kayaknya terlalu datar. Dan juga di bagian akhirnya ada satu bagian yang sangat dipaksakan, untuk menghilangkan konflik. Selain itu, agak sulit juga awalnya untuk membayangkan bahwa ini adalah sebuah cerita fantasi, karena kalimat-kalimat puitis yang banyak kita temui di sini, tak terlalu lazim ditemui dalam sebuah cerita fantasi. Tapi setelah hampir separuh cerita, entah kenapa, kog aku jadi terbayang aura Spirited Away yah? Padahal kan ini bukan perjalanan ke dunia lain, atau perjalanan menembus waktu, tapi mungkin karena ada hubungannya dengan roh-roh dan tokoh-tokoh mistis Jepang.
Begitu pun, selain ceritanya, di sini kita juga diajak kembali ke Jepang di sekitar tahun 1100, dimana kehidupan masa itu cukup berbeda dengan Jepang yang sekarang, bahkan dengan sejarah Jepang yang umum diketahui orang. Waktu itu belum ada shogun, belum ada sushi, dan para wanita masih harus berada di balik 'shoji' dan tak boleh bercakap-cakap dengan orang di bawah kelas mereka, gadis-gadis menikah di usia 12 tahun.
Yang pasti, cover depannya cantik, warnanya lembut banget, manis!
Kara Dalkey sendiri sudah banyak menulis novel, yang umumnya bertema fantasi dengan unsur-unsur sejarah. Ini adalah salah satu novelnya yang bertema Jepang, dan ada satu novel lagi dengan tokoh Mitsuko. Salah satu bukunya, yang berjudul The Nightingale, menjadi bagian dari The Fairy Tale Series yang diedit oleh Jane Yolen (pengarang Trilogi Merlin).
4 comments:
'Bo.. duh, ngga nahan dhe ngeliat covernya, cute amats seehh!! :D
ho oh banget... tuh warnanya, soft banget.
Dan wajahnya Mitsuko, imutttt....
Kobooo, akyu dah lama punya buku ini. Dapetnya pas pameran buku n menjajah stand matahati sama antie n umay.
Dah lama juga sesei bacanya, pi maleeees bgt bikin reviewnya. Keduluan kobo deh.
sampulnya emang bikin jatuh cinta ya?
keren bgt ... apalgi gw suka warna2 biru langit begetu:-P
ayo, Da...
ingat : buku untuk dibaca, bukan cuma di beli... hi hi hi hi
Post a Comment