ABARAT : Days of Magic, Nights of War

Judul : Abarat - Siang-Siang Magis, Malam-Malam Peperangan (Days of Magic, Nights of War)
Pengarang : Clive Barker, 2004
Penerjemah : Tanti Lesmana
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2007
Tebal : 508 halaman; 23 x 14,5 cm
Setelah berhasil melarikan diri dari penyihir Wolfswinkel di pulau Ninnyhammer, Candy dan Malingo kini berjalan-jalan di kepulauan Abarat, berusaha melarikan diri dari kejaran anak buah sang penguasa tengah malam, Christopher Carrion.
Di pulau Huffaker, pulau jam 9 malam, Criss-cross Man beserta beberapa pasukan lumpur milik Carrion, berhasil menemukan Candy dan Malingo, namun keduanya berhasil juga meloloskan diri dan terjun ke laut Izabella. Di laut mereka ditolong oleh sebuah perahu penangkap ikan dari Effret.
Dalam perjalanan, mereka diserang sekelompok Zethek yang ingin mencuri ikan tangkapan para nelayan itu, dan disinilah Candy entah dari mana bisa mengeluarkan sihir yang akhirnya berhasil menolong mereka.
Dari situ, mereka ke pulau Babilonium, pulau jam enam sore yang selalu terang benderang karena karnaval yang berlangsung terus-menerus. Di sini, Candy dan Malingo menyaksikan sebuah pertunjukan komedi, yang bercerita tentang pelarian mereka dari si penyihir Wolfswinkel, yang entah bagaimana bisa tersiar ke seluruh Abarat.
Tapi, ternyata Criss-cross Man berhasil menemukan Candy, dan akhirnya membuatnya terpisah dari Malingo. Candy malah terbawa ke pulau jam tujuh sore, Scoriae. Di sini, dia menemukan bekas istana senja milik Raja Claus dari Pulau Siang. Dan disini juga, Candy berhasil mengalahkan Criss-cross Man dengan sihir yang lagi-lagi tak pernah dia tahu dimilikinya.
Sementara itu, Christopher Carrion sendiri juga punya rencana untuk menguasai kepulauan Abarat dengan kegelapan. Rencana kelam, yang hanya diganggu oleh bayang-bayang Candy yang entah bagaimana membuatnya resah. Sesuatu mengingatkannya pada kisah cinta lamanya pada Putri Boa, yang tak membalas cinta Christopher. Putri Boa yang sudah mati dimakan naga utusan Christopher Carrion pada hari pernikahannya dengan Finnegan, kekasihnya.
Keresahan Christopher ini diketahui juga oleh neneknya, Mater Motley, wanita tua yang jahat luar biasa, si pencipta pasukan lumpur. Mater Motley mencari cara sendiri untuk mengenyahkan Candy.
Malingo, setelah terpisah dari Candy, akhirnya bertemu dengan John Mischief, yang tak sengaja tergabung dengan kelompok yang sedang mencari Finnegan.
Akhirnya mereka semua dipertemukan dalam suatu pertempuran, yang membawa Laut Izabella kembali ke Hereafter, dunia nyata tempat asal Candy. Kota Chickentown diserbu gelombang pasang!
Pertempuran antara kelompok Candy dan kelompok Carrion, akhirnya dimenangkan oleh Candy, walau dia akhirnya harus meninggalkan keluarganya, dan kembali ke Abarat. Namun Mater Motley belum kalah, walau Christopher Carrion sudah berhasil dilenyapkan, namun benarkah?
Setelah menunggu cukup lama dan sabar (3 tahun), dengan perjuangan menahan godaan untuk beli edisi bahasa inggrisnya, hehehe, akhirnya terbit juga buku kedua ini. Di buku kedua ini, kita mulai mengetahui, apa yang membawa Candy ke Abarat. Juga lebih banyak cerita tentang keluarga Candy, ibunya, ayah, dan adik-adiknya.
Juga di sini kita akan mengetahui dari mana asalnya Candy bisa memiliki kekuatan sihir, dan mengapa penduduk Chickentown memang pernah mencium aroma laut, walaupun berlokasi ratusan mil dari pinggir pantai.
Seperti di buku pertama, kita juga masih akan menemukan banyak ilustrasi berwarna yang dibuat oleh Clive Barker, yang membawa kita semakin masuk ke dunia Abarat yang eksotis dan misterius.
0 comments:
Post a Comment