Keluarga Flood : Tetangga Menyebalkan

Judul : Keluarga Flood - Tetangga Menyebalkan (The Floods)
Pengarang : Colin Thompson (c) 2005
Penerjemah : Shinta Harini
Penerbit : PT Serambi Ilmu Semesta, Juni 2007
Bagaimana kalau kita tinggal di dekat sekeluarga penyihir? Tapi penyihir yang ini, bukan penyihir seperti Harry Potter, atau pun Nathaniel. Ini jenis penyihir yang lain lagi.
Mereka benar-benar tidak normal! Anak-anaknya diciptakan di laboratorium sihir, dengan tongkat sihir, kuali dan mantra-mantra. Ada 7 anak di keluarga Flood. Valla, 22 tahun. Satanella, 16 tahun. Merlinmary, 15 tahun. Winchflat, 14 tahun. Morbid dan Silent, kembar 11 tahun, dan yang paling kecil Betty, 10 tahun. Di antara ke tujuh anak itu, hanya Betty yang berpenampilan normal. Satanella, bahkan berbentuk anjing, karena kecelakaan mantra, namun dia menyukai penampilannya, sehingga menolak kembali menjadi manusia.
Valla sudah bekerja, sebagai manajer bank darah, pekerjaan yang sangat disukainya, karena dia bisa memilih-milih darah sesuai seleranya. Kelima anak lainnya masih bersekolah di sekolah sihir. Sedangkan Betty, dia bersekolah di dekat rumah, bersama anak-anak normal lainnya.
Kehidupan mereka sebenarnya menyenangkan, kalau saja tidak ada tetangga mereka yang baru, keluarga Dent. Keluarga yang terdiri dari ayah yang pemalas, ibu yang maniak nonton acara reality show di televisi, anak perempuan gendut yang suka gonta ganti pacar, dan anak laki-laki yang sangat nakal. Suara-suara keras yang terdengar dari rumah keluarga Dent sangat mengganggu.
Keluarga Flood harus memikirkan cara bagaimana menyingkirkan tetangga yang menyebalkan itu. Ternyata, caranya datang dengan sendirinya. Satu persatu, anggota keluarga Dent menemukan ganjarannya.
Gambaran awal keluarga Floods, mengingatkan aku pada satu serial lama, The Addams Family (pernah juga diangkat ke layar lebar, dengan judul yang sama, dimainkan oleh Angelica Houston yang menjadi mama Morticia). Tapi, ternyata, dibandingkan dengan keluarga Flood, The Addams Family tampak seperti keluarga normal saja. Keluarga Flood jelas jauh lebih gawat!
Dari halaman pertama, kita sudah diajak membayangkan betapa mengerikan berada di dekat keluarga Floods. Makanan-makanan mereka sungguh tak terbayangkan. Bahkan Betty, yang tampak seperti anak biasa, tetap saja punya selera yang sama dengan kakak-kakaknya.
Tapi jangan bayangkan kalau buku ini penuh kesadisan berdarah-darah. Tidak sama sekali. Kita malah akan terpingkal-pingkal membaca keanehan-keanehan setiap anggota keluarga Flood.
Yang pasti, setelah membacanya, coba perhatikan sekitarmu.... apakah ada keluarga penyihir tinggal di dekatmu? Kalau ada, pastikan, kalau kau tidak mengganggu mereka, atau....
0 comments:
Post a Comment