Tuesday, June 19, 2007

Memoar Hadrianus


Judul : Memoar Hadrianus (Memoires d'Hadrien)
Pengarang : Marguerite Yourcenar (1958)
Penerjemah : Apsanti Djokosujatno
Penerbit : Yayasan Obor Indonesia (Januari 2007)
Tebal : xii + 385 halaman; 20 x 13,5 cm

Hadrianus adalah kaisar Romawi, yang memerintah di abad kedua (117-138). Dilahirkan di Italica, di wilayah Spanyol, mempunyai hubungan kekerabatan dengan Trayanus, Kaisar Romawi sebelumnya, yang membawanya ke tampuk pemerintahan kekaisaran Romawi.

Buku ini membawa kita mengenal siapa Hadrianus, yang terus terang saja, bagiku pribadi sih, sebuah nama yang sebelum ini tak pernah kudengar. Dia tak setenar Julius Caesar, Kaisar Agustus ataupun Nero. Hadrianus, memang tak melakukan tindakan-tindakan ekstrim sebagaimana kebanyakan para kaisar-kaisar Romawi dikenal.

Berbagai cerita sepanjang kehidupannya kita temukan di sini. Pandangan-pandangan Hadrianus terhadap berbagai kepercayaan, juga kebiasaan-kebiasaan di masa itu. Kisah cintanya dengan Antinoos, seorang pemuda Yunani. Trik-trik politik. Strategi-strategi militer. Pembangunan kota-kota di berbagai wilayah kekaisaran. Juga kesukaan Hadrianus tinggal di Yunani, tempat asal kekasihnya.

Kisah cintanya sendiri dengan Antinoos berakhir menyedihkan. Antinoos, meninggal di usia yang masih sangat muda, duapuluh tahun, tenggelam di sungai, menyerahkan dirinya sendiri sebagai persembahan, yang dipercayanya akan memperpanjang umur Hadrianus yang sangat dicintainya. Kematian Antinoos membuat Hadrianus sangat sedih. Untuk mengenang kekasihnya itu, Hadrianus bahkan membangun sebuah kota yang dinamai seperti sang kekasih, Antinopolis. Selain itu, dia juga memerintahkan membuat berbagai patung Antinoos, patung-patung yang sampai sekarang masih dapat kita temukan di berbagai museum.

Terus terang saja, baca buku ini, bagiku agak sedikit sulit. Bukan buku yang bisa dengan gampang di'kunyah'. Tapi kisah hidup Hadrianus, yang disampaikan Marguerite Yourcernar dengan sudut pandang Hadrianus sendiri. Buku ini disajikan sebagai sebuah surat yang ditulis oleh Hadrianus kepada Marcus Aurelius, calon penerusnya. Surat yang ditulisnya di akhir hidupnya, saat penyakit sudah menggerogoti tubuhnya.

Begitu pun, dengan segala kesulitan, eksotisme kehidupan sang kaisar, membuatku tak sanggup menahan diri untuk terus membacanya.

Kisah sejarah yang sangat memukau. Tak sia-sia dua puluh empat tahun dihabiskan Yourcernar untuk menyelesaikan novel ini, yang membawanya menjadi anggota wanita pertama dari Academie Francaise yang bergengsi.

1 comments:

Suhartini 2/26/2010 06:38:00 PM  

beli bukunya disini..

  © Blogger template 'Isolation' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP