Wednesday, June 27, 2007

Darren Shan #9 : Pembunuh Fajar

Judul : Pembunuh Fajar (Killers of the Dawn)
Pengarang : Darren Shan (c) 2003
Alih bahasa : Dharmawati
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama (Juni 2007)
Tebal : 192 halaman; 20 x 13,5 cm

Darren, Mr Crepsley, dan Vancha March, tiga vampir utusan klan Vampir, bersama Harkat Mulds, terjebak! Mereka dikelabui oleh Steve Leopard, sahabat masa kecil Darren. Kini mereka sudah dikelilingi oleh para Vampaneze dan manusia Vampet yang tak mengenal kode etik vampir.

Begitu pun, di kubu Darren dan kawan-kawan, mereka sekarang menahan Steve, walau kekasih Darren, Debbie sekarang ditawan oleh Gannen Harst, adik Vancha March yang menjadi vampaneze.

Ketiga vampir, beserta Harkat Mulds akhirnya berhasil meloloskan diri dari terowongan itu, dan kembali ke apartemen untuk beristirahat. Namun, ternyata Steve yang sangat licik sudah menyediakan kejutan lain buat mereka. Gedung itu dikepung polisi! Tak ada cara lain, saat berusaha melarikan diri, kaki Mr Crepsley terkilir. Akhirnya hanya Vancha March yang berhasil meloloskan diri. Yang lain memilih menyerahkan diri, untuk kemudian melarikan diri lagi.

Akhirnya para vampir tersebut kembali bertemu dengan Penguasa Vampaneze. Pertarungan tak terelakkan. Darren hampir saja berduel dengan Penguasa Vampaneze, namun nasib memang tak bisa dipungkiri. Mr Crepsley akhirnya yang harus bertarung dengan musuh, dan berhasil mengalahkannya. Penguasa Vampeneze kalah! Benarkah?

Ini adalah buku ke 9 dari seri Darren Shan sang pangeran vampir (untuk buku-buku sebelumnya, yang pernah aku tulis hanya buku 7 dan buku 8). Fiuh, berarti tinggal 3 buku lagi buat ditunggu... (tolong... aku memang kecanduan buku-buku berseri-seri, hehehehe!) Lumayan capek juga menunggu. Dari buku 7 ke buku 8, perlu waktu 6 bulan. Lalu dari buku 8 ke buku 9 ini, hm, tak kalah lama, aku harus tunggu 7 bulan! Kalau dirata-ratakan satu buku 6 bulan, berarti..... harus tunggu 1 setengah tahun lagi baru akhirnya buku ini selesai! hiks.. hiks.. hiks.. lama.....

Di buku 9 ini, ada yang sedikit terasa berbeda dari cerita-cerita sebelumnya. Entah kenapa, di sini rasanya kog terlalu banyak ketegangan. Darren dan kelompoknya gak habis-habisnya tertangkap, lari... tertangkap lagi... melarikan diri lagi, terus bertempur tak habis-habisnya. Huh, melelahkan, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Cerita ini diakhiri oleh kejadian yang lumayan menyedihkan, hiks.. hiks... aku kehilangan salah satu tokoh kesayanganku. Tapi ternyata, dugaan di buku sebelumnya, akhirnya terbukti benar! Sialan, hehehehehehehe

0 comments:

  © Blogger template 'Isolation' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP