Wednesday, November 29, 2006

The Voices of Demon : Suara-Suara Iblis


Judul : The Voices of Demon : Suara-Suara Iblis
(The Quiet Room : A Journey Out of the Torment of Madness)
Penulis : Lori Schiller & Amanda Bennett (c) 1994
Penerjemah : Edrijani
Penerbit : Qanita (Mizan Group), 2006
Tebal : xxviii + 456 halaman; 17,5 x 10,5 cm

Buku ini menceritakan tentang pengalaman pribadi Lori Schiller, seorang wanita penderita Skizofrenia.

Lori Schiller, pada awalnya adalah seorang gadis muda yang sangat menarik. Dia cantik, berprestasi bagus di sekolah, seorang siswa dengan nilai A, punya banyak teman. Keluarganya pun cukup harmonis. Kedua orangtuanya memiliki pekerjaan yang bagus, dan cukup sukses. Lori bahkan sangat dekat dengan ibunya, bagai dua sahabat.

Namun hari-hari bahagia itu berakhir, saat Lori tiba-tiba mendengar suara-suara yang mengatakan hal-hal mengerikan di dalam kepalanya. Saat itu, dia berusia 17 tahun, dan akan masuk kuliah.

Percobaan bunuh diri yang dilakukan Lori, akhirnya membuat kedua orangtuanya menyadari bahwa ada yang salah pada diri Lori. Lori yang dulu dibanggakan mereka, ternyata menderita penyakit kejiwaan.

Perjuangan Lori mengatasi penyakit skizofrenia yang dideritanya cukup berat. Bertahun-tahun Lori menghabiskan waktunya di rumah sakit, terapi, berbagai obat penenang, bahkan sempat juga dia terjebak menjadi pencandu kokain.

Sebelum buku ini, aku pernah baca bukunya Ken Steele, The Days the Voices Stopped (diterjemahkan oleh Qanita dengan judul : Mereka Bilang Aku Gila). Ken Steele juga seorang penderita Skizofrenia.

Setelah selesai baca Voices of Demon sih, rasanya kog aku lebih suka baca Mereka Bilang Aku Gila. Mungkin karena topiknya sama yah, kisah penderita Skizofrenia, jadi yah pengalaman mereka kurang lebih ada persamaannya sih. Cuma mungkin perbedaan ada di dukungan keluarga, dimana Ken Steele justru ditolak oleh kedua orangtuanya karena dianggap gila dan mempermalukan keluarga.

Tapi yang pasti keduanya sama-sama juga menunjukkan kalau penyakit yang mereka derita itu dipengaruhi juga oleh faktor genetis. Pengakuan ibu Lori sendiri menyatakan, kalau dia menduga ibunya sendiri (nenek Lori) adalah seorang penderita Skizofrenia, dan selain itu, dia juga punya seorang bibi yang menunjukkan gejala-gejala persis seperti yang dialami oleh Lori.

Tapi secara keseluruhan sih, lumayan kog buku ini. Di bagian awal cukup menarik, cuma di bagian-bagian pertengahan agak membosankan. Untungnya, pertemuan Lori dengan Dokter Doller disampaikan dengan baik, sehingga mengobati kebosanan di bab-bab pertengahan.

0 comments:

  © Blogger template 'Isolation' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP