The Icarus Girl

Judul : THE ICARUS GIRL (Gadis Icarus)
Pengarang : Helen Oyeyemi (2005)
Alih bahasa : Esti Budihabsari
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama (Juni 2006)
Tebal : 293 halaman; 20 x 13.5 cm
Jessamy Harrison berumur 8 tahun, tinggal di Inggris. Ayahnya, Daniel, orang Inggris berkulit putih, sedangkan ibunya, Sarah yang nama aslinya Bisi Oyegbebi, adalah orang Nigeria.
Jess, nama panggilan Jessamy, sejak kecil memang terlihat agak berbeda dari anak lainnya. Bukan hanya karena dia lahir dari orangtua dengan ras yang berbeda, tapi sikap dan tingkah lakunya pun tidak biasa. Jess cenderung penyendiri, tapi sangat cerdas. Selain itu, kesukaan yang tidak biasa terhadap Haiku, kadang-kadang bisa membuatnya tenggelam dalam keasikannya sendiri membuat Haiku.
Disaat itulah, ibunya mengajak Jess mengunjungi sanak keluarga mereka di Nigeria, negeri yang sangat panas, tempat kelahiran ibunya. Disinilah pertama kali Jess bertemu Titiola, yang dipanggilnya Tilly-Tilly. Jess yang selalu kesepian, untuk pertama kalinya merasa menemukan teman yang benar-benar mengerti dirinya.
Sayang, pertemanan dengan Tilly-Tilly tak bisa berlangsung seterusnya, karena Jess harus kembali ke Inggris. Tapi benarkah? Entah darimana datangnya, tiba-tiba saja Tilly-Tilly muncul di Inggris. Jess gembira kembali. Tapi lama kelamaan, Jess mulai merasakan keanehan setiap kali bersama Tilly-Tilly, perasaan takut ditinggalkan bercampur dengan perasaan takut terhadap keanehan yang dialaminya saat bersama Tilly-Tilly. Kadang dia terasa sangat baik dan bersahabat, tapi sangat pendendam. Dia selalu melindungi Jess, tapi juga menginginkan Jess untuk dirinya sendiri saja. Bersama Tilly-Tilly, tidak akan ada orang yang bisa menyakiti Jess.
Novel ini ditulis oleh Helen Oyeyemi saat dia masih berumur 15 tahun (lahir tahun 1984, jadi hitung aja umurnya sendiri sekarang ^.^ ) . Ceritanya sih enak diikuti, lancar, dan logika cerita nyambung terus. Cuma agak bingung, hingga bagian akhir, aku gak ngerti, siapa sih Tilly-Tilly itu sebenarnya (ada yang bisa bantu?? he he he he).
Bagi aku yang super duper penakut ini, aku cuma berani baca kalau lagi ada orang di dekatku (abisnya gak berani aku, kalau lagi baca ini sendirian, terus ngebayangin aja, tiba-tiba ada sesosok manusia yang muncul terus manggil-manggil namaku, hiiiiii.........). Tapi yang aku suka itu, Jess digambarkan bisa menerima Tilly-Tilly dengan sangat wajar. Sesuai dengan karakter yang sejak awal menggambarkan Jess sebagai anak yang penyendiri alias sulit bergaul. Ketertarikan awal Jess pada Tilly-Tilly lebih disebabkan kemisteriusan dibalik pertemuannya dengan Tilly-Tilly.
Yang aku rasa kurang sih kayaknya tentang budaya Nigeria, terutama dengan mitos-mitos dan legenda yang berhubungan dengan kisah Tilly-tilly, seandainya ada penjelasan yang lebih banyak, mungkin rasa tegang yang ditimbulkan bisa lebih lagi ^.^ tapi berhubung gak ada, akhirnya kita nebak-nebak aja nih.
2 comments:
kayaknya 'ni buku musti balik ke daftar belanja berikutnya deh biar bisa bantu kobo menjawab misteri "siapakah tilly-tilly"? mumpung temen serumah aku jg org nigeria jd bisa tanya-jawab seputar culture mrk. klo dah pindah kan ga bisa tanya2 lagi... masalahanya skr, kapan belinya re? *garuk-garuk kepala*
wuah, asik banget tuh Rey, bisa nanya-nanya.
Abisnya memang sih, aku bingung karena di novel itu gak ada penjelasan tentang dunia roh atau apa gitu. Ada sih tapi dikit banget.
Apa memang mereka punya kepercayaan bahwa ada roh orang yang sudah mati yang bisa merasuki orang yang masih hidup gitu kali yah?
Terus, yang bikin bingung itu, Tilly-Tilly itu sebenarnya arwah siapa dong? hehehehe
Post a Comment