Membaca Count of Monte Cristo
Sekali ini, aku cerita tentang buku yang belum selesai-selesai kubaca ya :D
Jadi... ceritanya gini, pas akhir tahun 2010, entah kenapalah, terbersit di pikiran, ingin membaca buku-buku klasik, dan salah satunya yah si Count of Monte Cristo ini.
Dulu banget, waktu masih SMP gitu, aku pernah baca buku ini, edisi abridged terjemahan bahasa Indonesia, yang sampulnya warna hitam gitu (kalau ada yang tahu, itu terbitan siapa sih? hehehe). Buku itu dulu punya tanteku, kubaca waktu nginap di rumahnya.
Jadi, Desember lalu, pas jalan di mall, mampir di kios buku yang jual buku impor, dan kubelilah buku ini, cuma tiga puluh ribu rupiah saja, ha ha ha! murah sekali, soalnya kan buku ini lumayan tebal gitu, 800 halaman lebih, dan tulisannya juga kecil-kecil he he he. Dan awal Januari pun, buku ini mulai dibaca....
Tentunya yang dibeli terjemahan bahasa Inggris dong... mana sanggup saya baca yang bahasa aslinya, sudah dalam bahasa Perancis, yang tentunya jadul pula itu... pastilah gak mampu bacanya hi hi hi hi
Lalu, treng treng treng.... sudah jalan dua bulan lebih, aku belum juga habis separuh buku ini hihihihi, tentunya karena banyak main game *seperti biasaaaaa* dan juga aku baca buku ini kalau lagi mood saja, kadang sekali baca bisa beberapa puluh halaman sekaligus, kadang cuma 2 halaman sudah tertidur, huehehehehe
Begitu pun, aku masih ingin melanjutkan baca buku ini kog, karena memang kesan yang ditimbulkan, waktu dulu aku pertama membacanya itu, masih kudapatkan sekarang. Memang kadang-kadang ada cerita yang sepertinya agak ngalor-ngidul, tapi kemudian, detil itu akan muncul lagi setelah beberapa saat.
Oh yah, edisi yang aku baca ini, dilengkapi dengan kata pengantar dan catatan dari Keith Wren (gak tahu sih ini siapa, hehehehe, tapi yang pasti dia seseorang dari University of Kent di Canterbury :P) yang banyak bercerita tentang Alexander Dumas dan penulisan Count of Monte Cristo ini sendiri, dan juga di bagian belakang, ada kumpulan catatan kaki tentang penerjemahan buku ini dan juga detil-detil yang kadang seenaknya ditulis oleh Dumas yang kadang tidak cocok dengan kronologis sejarah yang sebenarnya. Ternyata dalam edisi ini juga, si komentator menemukan beberapa kesalahan penerjemahan tuh, hihihihihi.
Jadi, walau pun saya sekarang masih berada di halaman 324 *sigh* dari 875 total halaman buku ini, sepertinya perjuangan ini tetap akan dilanjutkan, hingga halaman penghabisan wkakakkakaka.....
0 comments:
Post a Comment