Lola Rose

Judul : Lola Rose
Pengarang : Jacqueline Wilson, 2003
Penerjemah : Poppy Damayanti Chusfani
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, April 2007
Tebal : 304 halaman ; 20 x 13 cm
Jayni harus memilih nama baru. Lola Rose, itulah nama yang dipilihnya. Lola Rose, terdengar seperti seorang gadis yang sangat menarik, cewek keren, populer. Bukan seperti sosok Jayni yang tak punya teman. Jayni yang malang, yang ayahnya suka memukul, yang ibunya menjadi bulan-bulanan pukulan ayahnya.
Hari itu pun tiba, saat ayahnya akhirnya memukulnya. Sesuatu yang sebelumnya tak pernah terjadi. Tamparan keras itu membuat ibunya mengambil keputusan yang luar biasa. Mereka harus melarikan diri, bertiga! Mum, Jayni dan adiknya Kenny. Mum yang beruntung, sang Dewi Fortuna, yang baru saja memenangkan lotere sepuluh ribu poundsterling!
Beruntung, itulah nama yang diputuskan Mum akan mereka gunakan, Mum sekarang menjadi Victoria Luck, dan Jayni memilih Lola Rose. Kenny, yah, dia lumayan sulit. Kenny masih terlalu kecil, tak mengerti apa yang terjadi, mengapa mereka harus pergi meninggalkan Dad yang hebat dan menyayanginya. Kenny pun menjadi Kendal, seperti nama kue mint.
Mereka bertiga kaya! dan akhirnya Mum dan Jayni, sekarang Victoria dan Lola Rose Luck, bebas dari Dad. Mereka berbelanja sepuasnya, membeli barang-barang bagus, baju baru, sepatu, dan boneka untuk Kendal. Namun, uang itu kan tak bisa bertahan selamanya.
Akhirnya uang itu menyusut dengan cepat, Lola Rose yang duluan menyadarinya. Dan mengingatkan Mum. Mum yang memang sangat kekanakan, tapi sangat mencintai Lola Rose dan Kendal.
Mereka bertiga berakhir juga di sebuah apartemen kecil, Mum bekerja di pub, berkenalan dengan seorang artis muda yang jadi pacarnya.
Tapi kisah Lola Rose tak berakhir disitu. Kehidupan rasanya terus memburuk. Mum sakit, dan Jake, pacar Mum, malah pergi meninggalkan mereka. Siapa yang bisa menolong Lola Rose. Apa yang bisa dilakukannya, seorang anak berumur 12 tahun, tak punya saudara, tak ada makanan di rumah, dia dan adiknya lapar.
Jacqueline Wilson kembali lagi, seperti biasa, dengan tokoh utama seorang gadis ABG, dengan kehidupan yang tak 'bahagia'. Gadis dari keluarga yang punya masalah. Tapi jangan bayangkan buku ini sedih. Tidak sama sekali. Aku suka cara Mrs Wilson bercerita. Cerita disampaikan dengan Jayni sebagai narator. Dari sejak awal kita diajak untuk ikut bersama Jayni, melihat ayah dan ibunya dari mata Jayni. Ikut merasa kekosongan yang dirasakan Jayni, yang ingin dipenuhinya dengan makan dan makan dan makan.
Satu lagi yang aku suka di sini adalah tokoh bibi Barbara. Kakak ibu Jayni, bibi yang bertubuh gemuk, namun ternyata orang yang sangat menyenangkan, penyayang, yang membuat semua orang menyukainya. Sedangkan ibu Jayni sendiri cantik dan langsing, bahkan setelah melahirkan 2 orang anak. Ibu yang mantan model, namun kekanakan, dan kadang menyebalkan, tukang mabuk, yang walau demikian, sangat mencintai anak-anaknya.
Kedengaran rumit? mungkin, tapi kalau membaca buku-buku Jacqueline Wilson, kita akan menemukan banyak sekali kehidupan anak-anak yang rumit, namun ini yang aku sukai dari buku-buku Jacqueline Wilson, yaitu kerumitan itu disampaikan dengan cara begitu sederhana dan terasa begitu realistis.
2 comments:
Waktu nerjemahin bagian kelakuan2 ibunya Lola Rose, rasanya pengen namparrrrrr!! Gemes gak sih punya ibu kayak Nikki?
Huah, bener banget!
Tapi waktu baca, aku ganti-ganti, kadang sayang, kadang pengen nampar, hihihi...
Waktu Jayni mergoki ibunya selingkuh, gemes..... banget, tapi waktu ibunya dipukuli ama Dad, kasian juga...
trus waktu akhirnya Nikki memutuskan melarikan diri, wah, aku simpati banget, akhirnya dia sadar...
eh, trus waktu ketemu Jake, hueh, kesel banget, apalagi waktu dia marah ama Lola Rose karena diingatkan kalo Jake itu terlalu muda, tapi trus kasian juga waktu dia sakit...
ah bingung... hihihihihi
Post a Comment