Bloody Jack

Judul : Bloody Jack (Jack si Pemberani)
Pengarang : L.A Meyer (c) 2002
Penerjemah : Ratih S. Jatmiko
Penerbit : Little Serambi, Jakarta, Januari 2007
Tebal : v+488 halaman ; 15 x 15 cm
Mary Faber yang malang, baru berusia tujuh tahun, tapi sudah harus hidup sendiri. Kedua orangtuanya dan adiknya meninggal kena wabah penyakit, di London tahun 1797.
Mary Faber si yatim piatu, akhirnya bergabung dengan gang anak jalanan, bertahan hidup dari mengemis dan sekali-sekali mendapat uang hasil membacakan surat kabar yang ditempelkan di luar kantor penerbit surat kabar itu. Sebelum meninggal, ayah Mary seorang guru, dan sempat mengajarinya membaca, sehingga dia memiliki kemampuan yang jaman itu jarang dimiliki anak-anak, bahkan orang dewasa.
Namun suatu hari, pemimpin gang mereka, Charlie Rooster, ditemukannya mati terbunuh. Mary memutuskan untuk meninggalkan kelompoknya, dan pergi ke pelabuhan. Di sana dia yang sudah menyamar menjadi anak laki-laki dengan memakai pakaian yang diambilnya dari mayat Charlie, akhirnya berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai pesuruh kapal di kapal milik Kerajaan Inggris, HMS Dolphin.
Tubuhnya yang kecil membuatnya bisa menyamar menjadi anak laki-laki. Hari-hari sebagai pesuruh kapal pun dimulai. Belajar hidup di kapal tidaklah mudah. Sebagai Kapal Kerjaan, HMS Dolphin juga bertugas mencari dan membasmi bajak laut. Bersama teman-temannya, Mary, yang kini berganti nama menjadi Jack, belajar berbagai hal tentang pelayaran, dan juga pertempuran.
Namun kesulitan pun akhirnya tak bisa dihindari. Naluri wanita Jack dan juga tubuhnya yang semakin berkembang, semakin sulit disembunyikan. Belum lagi perasaan aneh yang timbul pada salah seorang rekannya sesama pesuruh kapal. Dan juga ancaman dari salah seorang Taruna, Bliffil, yang suka menyiksa. Dan seorang kelasi, Sloat, yang sering menatapnya dengan pandangan aneh.
Pertempuran berdarah dengan bajak laut, hukuman-hukuman kejam, kematian, kisah cinta remaja, dan juga terdampar di pulau terpencil, semua dapat ditemui dalam buku ini.
Kisah petualangan Mary yang ingin berlayar ini lucu sekaligus menegangkan. Asyik sekali mengikuti berbagai muslihat yang dilakukan Mary untuk mengelabui orang-orang. Dan aku sangat menyukai bagian waktu Mary alias Jack dan teman-temannya membahas tentang tato dan surga, setelah kematian salah seorang teman mereka dalam pertempuran melawan bajak laut.
Format buku juga menarik, bentuknya yang mungil, dan ada pengait ke sampul belakang, seperti kunci kotak harta karun, plus sisipan pembatas buku.
Memang pada akhirnya, penyamaran yang dilakukannya terbongkar, namun tak mengakhiri cerita, karena kisah Mary alias Jack si Pemberani akan berlanjut di buku selanjutnya, Kutukan Tato Biru.
2 comments:
Tadi pas ngider di toko buku ngeliat nih buku, 'kemasan' luarnya menarik yaa, beda ama yg biasanya, hehehe.. Jadi kaya diari githuu.. coba beneran dikasih gembok, pasti lbh menarik :P
ho oh, lucu yah bukunya... imut deh
Post a Comment