The Professor and The Madman

Judul : THE PROFESSOR AND THE MADMAN
Sebuah dongeng tentang pembunuhan, kegilaan, dan pembuatan
OXFORD ENGLISH DICTIONARY
Penulis : Simon Winchester (c) 1998
Penerjemah : Bern Hidayat
Penerbit : PT SERAMBI ILMU SEMESTA, Januari 2007
Tebal : 341 halaman ; 20 x13 cm
Oxford English Dictionary, kamus bahasa Inggris yang dipandang sebagai 'sang kamus', memuat panduan pada makna, sejarah dan pelafalan dari lebih lima ratus ribu kata, baik yang sampai sekarang masih dipergunakan maupun yang sudah tidak dipakai lagi. Kamus ini juga menelusuri penggunaan kata-kata itu melalui 2,5 juta kutipan dari berbagai sumber bahasa Inggris di dunia, dari mulai literatur klasik hingga naskah film dan buku resep masakan. Hingga sekarang, kamus ini sudah terbit dalam Edisi Kedua, sebanyak 20 jilid edisi tercetaknya, juga dalam bentuk CD-ROM (yang lebih praktis, mengingat perlu tempat cukup lumayan untuk menyimpan ke-20 jilid kamus tersebut), dan juga edisi on-line.
Simon Winchester tertarik pada sebuah kisah dalam sejarah penyusunan kamus luar biasa itu. Kisah persahabatan yang terjalin antara seorang editor kamus dan seorang dokter penghuni rumah sakit jiwa.
James Murray, seorang anak keluarga miskin, yang bahkan harus putus sekolah karena orangtuanya tak mampu membiayai, ternyata berkat kemauannya untuk mengetahui begitu banyak hal, akhirnya berhasil menembus pergaulan para ilmuan elit di Inggris. Sejak kecil, Sir James (karena di kemudian hari dia menerima gelar bangsawan kehormatan itu dari Ratu Inggris) seorang anak yang sangat suka belajar. Dia mampu menguasai berbagai bahasa sejak usia belasan tahun.
Dr William Minor, terlahir dari keluarga yang cukup terhormat di Amerika, lahir dan tumbuh hingga remaja di Ceylon bersama orangtuanya yang menjadi misionaris disana. William Minor kemudian sekolah kedokteran di Universitas Yale, dan setelah lulus, ikut bergabung dengan angkatan bersenjata, turun ke medan perang. Di sanalah, diasumsikan, kegilaannya mulai terstimulasi.
Di tahun 1872, Minor yang saat itu sudah tinggal di London menembak seorang pekerja yang sedang dalam perjalanan menuju tempat kerjanya. Perbuatannya itu ternyata didorong oleh halusinasinya. Keputusan pengadilan membawanya ke Boardmoor, di Crowthorne, rumah sakit jiwa untuk para pelaku kejahatan, yang menjadi tempat tinggalnya selama lebih duapuluh tahun. Dari sel di rumah sakit itu jugalah, kemudian Minor menghasilkan begitu banyak kutipan (lebih dari sepuluhribu) yang kemudian banyak membantu tim penyusun KAMUS.
Menarik sekali membaca kisah dibalik penyusunan kamus besar itu. Yah, ini memang pertama kalinya aku baca tentang sejarah kamus bahasa Inggris itu. Kalau sejarah kamus itu sendiri, bisa kita baca di berbagai sumber.
Di setiap awal bab, akan diawali dengan kutipan sebuah entri dari Oxford English Dictionary (OED), lengkap dengan pelafalan, sejarah dan kutipan-kutipannya.
Yang menarik dari buku ini adalah kisah pertemuan antara Minor dan Murray. Sebelumnya, pertemuan itu didramatisir, dimana Murray dikatakan tidak mengetahui keadaan Minor sebagai penghuni rumahsakit jiwa sampai dia pertama kali mengunjungi Minor. Namun, Simon Winchester akhirnya berhasil mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi.
2 comments:
Hehehe ini buku yang udah aku beli sebulan lebih..tapi belon selesai-selesai bacanya. Malah disela ma Historian yang lebih tebel tapi selesai duluan.....masih tergeletak di meja komputer ampe sekarang hehehehe
huuuu... si yuli dah beli duluan, ternyata gak selesai baca, wekekekeke
ayo semangat! semangat! jangan menyerah!
*pakai banner*
Post a Comment