Aku dan Marley
Judul : Aku dan Marley (Marley and Me)
Penulis : John Grogan
Alih bahasa : Gandi Faisal
Penerbit : PT TransMedia - Jakarta, 2006
Tebal : xii + 300 halaman ; 23 x 13 cm
Anjing Labrador Retriever adalah jenis anjing yang berukuran besar, sekitar setengah meter tingginya, dan lumayan berat juga, kira-kira 30-40 kg.
John Grogan kecil pernah punya anjing luar biasa. Seekor anjing bukan keturunan ras murni, tapi anjing yang pintar dan menyenangkan, seorang teman yang menemaninya sejak dia masih seorang anak berumur sepuluh tahun hingga dia sudah bekerja empat belas tahun kemudian.
Kemudian, setelah menikah, istrinya Jenny juga ternyata punya pengalaman masa kecil yang menyenangkan dengan anjing. Mereka berdua memutuskan untuk memelihara anjing. Itulah awal pertemuan mereka dengan Marley, anjing labrador retriever yang ternyata mengalami 'attention deficit hyperactivity disorder' - wow : anjing besar dan hiperaktif ! Benar-benar suatu tantangan hidup.
Kehidupan pasangan Grogan pun tak pernah sama lagi. Marley mengisi hari-hari mereka dengan segala kekacauan yang ditimbulkannya. Sofa dan karpet robek-robek, pintu hancur, air liur dimana-mana.
Tapi semua kenakalan Marley, tak membuat pasangan Grogan jera, mereka tetap menyayangi Marley. Marley menjadi bagian keluarga mereka, mengikuti semua kejadian yang dialami, baik susah maupun senang. Marley yang setia menemani Jenny sewaktu dia keguguran. Marley yang penakut, panik luar biasa mendengar suara guntur. Marley begini, Marley begitu....
Sebagai seorang yang juga mengidap 'anjing-holic', aku sangat menyukai buku ini. Semua kisah yang diceritakan John Grogran terasa akrab. Aku juga paham bagaimana kita waktu menceritakan tentang anjing kesayangan kita, si teman terbaik manusia, tak akan pernah ada habisnya. Jadi ingat, waktu kuliah dulu, aku dan teman-temanku para penyayang anjing bisa menghabiskan waktu berjam-jam bercerita tentang anjing masing-masing.
Sebenarnya sudah beberapa kali aku melirik buku ini di toko buku, dengan sampul gambar anak anjing dengan matanya yang memelas... astaga.... aku langsung jatuh cinta. Tapi dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, kisah tentang anjing (buku maupun film), selalu akan mengakibatkan aku menangis tersedu-sedu, maka aku terus menunda-nunda untuk membawa buku ini pulang. Namun suatu sore, aku yang sedang berkelana sendirian di toko buku (kegiatan berbahaya) akhirnya tak mampu juga menahan diri, dan beli deh! Dan!!! Benar!!!! Setelah membaca tentang kisah Marley dari seekor anak anjing menjadi anjing dewasa....
Maka perasaan sayang yang dirasakan keluarga Grogan pada Marley, ikut-ikutan merasuki diriku, dan.... tiba lah pada bagian akhir, kisah masa tua Marley...
Aliran air mata tak mampu lagi ditahan. Sambil baca, aku langsung teringat anjingku Miko yang 2 tahun yang lalu mati. Ingat bagaimana aku khawatir berbulan-bulan waktu menyadari bahwa Miko sudah semakin tua, semakin lemah, berat badannya mulai turun drastis. Dan waktu hari terakhirnya, aku gak ada di dekatnya. Perasaan optimis gak masuk akal kalau Miko nanti akan sehat lagi, semuanya persis seperti yang diceritakan John Grogan. (duh, jadi curhat deh, hehehe).
0 comments:
Post a Comment