Tuesday, January 02, 2007

Celana Persaudaraan Musim Panas Ketiga



Judul : Celana Persaudaraan Musim Panas Ketiga
(Girls in Pants - The Third Summer of The Sisterhood)
Pengarang : Ann Brashares (c) 2005
Penerjemah : Monica Dwi Chresnayani
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama (Juni 2006)

Sebuah celana jins belel ajaib, menemani liburan musim panas empat orang gadis remaja, Carmen yang egois, Lena si seniman, Bee yang atletis, dan Tibby sang pembuat film.

Musim panas tahun ini adalah musim panas ketiga mereka bersama si celana ajaib tersebut. Sudah dua musim panas yang lalu, berbagai kejadian, baik yang menyenangkan, maupun menyedihkan, menemani keempat gadis tersebut. Celana yang tak sengaja ditemukan Carmen di toko baju bekas.

Musim panas ini, musim panas terakhir mereka sebagai siswa sekolah menengah. Selesai liburan musim panas, keempat gadis itu tak bisa lagi bersama-sama, mereka sudah menjadi mahasiswa di perguruan tinggi yang berbeda, Carmen yang cerdas akan ke Williams, Lena masuk sekolah seni, Tibby akan ke New York masuk sekolah perfilman, dan Bee ke Brown.

Musim panas ini pun mereka tak bisa selalu bersama-sama, Bee ikut kamp sepak bola, menjadi pelatih. Dan di kamp tersebut dia bertemu kembali dengan Eric, cowok yang dua tahun yang lalu telah sukses mengobrak-abrik emosinya.

Carmen, mendapatkan kejutan dari ibunya, dia akan dapat adik. Egoisme Carmen meluap, membuatnya melakukan hal-hal aneh. Tapi benarkan dia sejahat yang disangkanya?

Tibby pun tak kurang mengalami masalah, ketidaksukaannya pada adik-adiknya ternyata berakibat tak menyenangkan. Kecelakaan yang dialami Katherine adiknya, membuatnya berpikir tentang perasaaannya pada mereka.

Lena, yang sangat suka melukis, ternyata mendapat halangan dari ayahnya sendiri. Sendirian dia berjuang keras untuk mendapatkan beasiswa supaya bisa tetap masuk sekolah seni tersebut.

Bacaan yang ringan, lumayan, buat selingan baca Soul Mountain yang cukup bikin terengah-engah seperti mendaki gunung, hehehehe. (Abis buku ini ringan banget, bisa dibaca cuma 3 jam selesai sih, hehehe).

Walau ringan, namun aku suka tulisan Ann Brashares ini. Keseharian keempat gadis tersebut di liburan musim panas mereka cukup menghibur. Ada kisah cinta khas remaja yang manis dan gurih untuk dikonsumsi. Namun tak kalah menarik, penjabaran kisah Lena sewaktu dia berusaha menangkap emosi orang-orang terdekatnya, dan belajar hal-hal yang tak pernah diduganya akan ditemukannya pada mereka. Keren tuh!

(laporan juga : Soul Mountain benar-benar melelahkan, sekarang ditinggalin dulu lagi, baca Sputnik Sweetheart dulu)

0 comments:

  © Blogger template 'Isolation' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP