When Tomorrow Comes/Seeking Daylight's End

Judul : WHEN TOMORROW COMES (Gerhana Terakhir)
Pengarang : Peter O'Connor (c) 2004
Alih bahasa : Lulu wijaya
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama (Juli 2006)
Tebal : 136 halaman ; 18 x 11 cm
SEEKING DAYLIGHT'S END (Mengejar Matahari)
Pengarang : Peter O'Connor (c) 2004
Alih bahasa : Lulu wijaya
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama (Juli 2006)
Tebal : 121 halaman ; 18 x 11 cm
Komentar pertama : beli karena bukunya unik. Kedua buku dijilid dalam satu buku, terus bukunya dijilid bolak balik gitu, jadi yang mana depan yang mana belakang gak bisa ditentukan.
Gerhana Terakhir, menceritakan tentang seorang pria berusia lanjut, yang sedang menunggu waktu kematiannya. Selama hidupnya, dia seorang pria yang sangat aktif, pergi ke seluruh penjuru dunia, bertualang menjelajah segala pelosok, ke gunung, ke laut, seolah tak ada yang ditakuti. Ternyata, masih ada satu cita-cita yang belum dapat dicapainya. Dia ingin menyaksikan gerhana matahari total.
Dicobanya membujuk cucu perempuannya, tapi ternyata sang cucu ragu-ragu, melihat kondisi kakeknya yang sudah sangat lemah.
Buku harian sang kakek, akhirnya mampu meluluhkan hati si cucu. Berdua mereka melintasi benua Australia, mengendarai sebuah jeep 4WD, untuk mengejar gerhana matahari terakhir.
Pada cerita kedua, Mengejar Matahari, mengisahkan tentang petualangan seekor elang muda mencari tempat tenggelamnya matahari.
Para tetua elang mencoba menghalangi niatnya. Teman-temannya sesama elang muda juga mencoba mengingatkannya, untuk apa mencari yang tak pasti.
Tapi, rasa penasaran dan keinginan bertualang mengalahkan semuanya. Perjalanan yang berat pun dimulai. Dan hingga akhir perjalanan, dia menemukan banyak sekali hal-hal yang tak diduganya.
Di antara kedua cerita, dibagian tengah buku, ada disisipkan 3 halaman, berisi lukisan hitam putih, dan kalimat-kalimat inspirasional.
Yah, bisa dibilang kedua cerita dalam buku ini hampir mirip, memberi inspirasi bagi kita, untuk mengejar impian kita. Jangan menjadi takut sebelum mencoba.
Kedua cerita tidak terlalu panjang, dengan format buku yang mungil dan jumlah halaman cuma 120 & 130-an halaman.
2 comments:
Pertama beli buku ini karena covernya bagus (hehehe aku termasuk orang yang menilai buku pertama dari covernya), betul juga unik ada 2 cerita yang bolak balik. Cuma sayang ceritanya kurang menggigit, seperti membaca Chicken Soup series, cuma yang ini versi pendeknya. Tapi buat iseng-iseng en tambah koleksi boleh juga hehehe.
kayak chicken soup? hm.. bener juga sih, hehehe
tapi lumayan kog menurutku, karena gak terlalu berat, buat bacaan ringan, menarik juga kog ^.^
Plus, memang bentuknya yang unik itu yang bikin menarik, wekekekeke
Post a Comment