Hantu Doyan Nulis
Judul : Hantu Doyan Nulis (Ghost Writer)
Pengarang : Julia Jarman (c) 2002
Penerjemah : Widati Utami
Penerbit : C| Publishing (PT Bentang Pustaka), 2006
Tebal : viii + 234 halaman ; 19,5 x 13 cm
Judul aslinya sih Ghost Writer, yang kalau pengertiannya biasanya adalah penulis yang menulis buku untuk orang lain.
Tapi di sini, Ghost Writer, artinya, hantu yang menulis! yap, ini cerita hantu!
Di sekolah St Olaf, ada sebuah ruang kelas yang sudah lama sekali. Konon ruangan itu adalah bangunan asli dari sekolah St Olaf, sejak sekolah itu didirikan dan masih punya hanya satu ruangan. Dibangun di zaman Victoria, ruangan kelas itu cukup menyeramkan, jendelanya kecil dan letaknya sangat tinggi, dan ruangannya juga dingin sekali. Dibagian belakang ruangan, terdapat satu ruangan kecil, tempat penyimpanan barang-barang.
Lebih seratus tahun setelah didirikan, sekolah St Olaf sudah menjadi sangat besar, banyak bangunan baru didirikan, tapi ruangan kelas pertama tersebut tetap dipertahankan, dan sekarang menjadi ruang kelas no. 9, tempat anak-anak kelas 5 belajar.
Frankie Ruggles DTTB, di hari pertamanya sekolah, salah masuk ke ruangan no.9, seharusnya dia mencari ruangan no.6. Tepat saat Frankie muncul di ruangan no.9 itu, terjadi hal yang sangat aneh. Kertas-kertas beterbangan, dan udara dingin berhembus dari balik pintu ruangan penyimpanan. Sewaktu berbalik dari ruangan tersebut, Frankie juga melihat sesosok anak laki-laki pucat dengan pandangan mata yang tajam.
Kesalahan Frankie masuk kelas, disebabkan kesulitan yang dialaminya, yup, Frankie penderita Disleksia. Baginya, huruf-huruf dan angka-angka selalu mempermainkannya. Frankie sudah berulang kali pindah sekolah, karena ibunya berusaha mencari sekolah yang dapat menerima dan membantu Frankie dengan kesulitannya itu.
Bagi Frankie, St Olaf, dan gurunya Miss Sparks yang atletis, adalah tempat yang sangat dia sukai. Dan dia tak ingin, hantu St Olaf membuatnya harus meninggalkan sekolah itu.
Di bagian awal cerita, rasanya agak membosankan dan membingungkan juga nih buku. Tapi masuk ke bagian pertengahan, suasana seram makin terasa, dengan ditemukannya hal-hal yang berkaitan dengan masa lalu St Olaf dan guru-guru yang kejam.
Tokoh utama, Frankie, seorang penderita disleksia. Cukup unik juga, karena rasanya jarang yah kita ketemu tokoh cerita yang demikian. Buku ini menarik juga, banyak fakta-fakta menarik ditemukan. Tentang orang-orang berbakat yang kidal dan juga disleksia. Juga tentang apa yang dialami oleh orang yang menderita disleksia.
Lalu, cukup lucu juga, membaca usaha-usaha ibu Frankie untuk membantu anaknya, dari mulai usaha yang berlatar medis, hingga yang terasa konyol seperti memakai penutup mata seperti bajak laut. Dan di bagian akhir juga, perkumpulan Boxer Short Rebellion, suatu usaha yang cukup unik untuk membantu para penderita disleksia tadi.
0 comments:
Post a Comment