Ramalan Kematian "V"
Judul : Ramalan Kematian V (Paperquake : A Puzzle)
Pengarang : Kathryn Reiss
Penerbit : Kaifa (Mizan Group)
Tebal : 350 halaman
San Fransisco, salah satu kota yang pernah terkena gempa bumi dahsyat yang sangat terkenal, Gempa Bumi di bulan April 1906.
Pada masa itu hidup satu keluarga pembuat topi yang terkenal. Tiga anak perempuan, dua diantaranya kembar. Tapi anak tertua, yang sering dipanggil Baby V, sakit-sakitan sejak kecil. dengan dua saudara kembar yang nakal sekali. Seorang wartawan tampan, seorang pengasuh.
Merekalah orang-orang yang tinggal di sekitar rumah di San Fransisco tersebut.
Hampir seabad kemudian, Violet, Rose, dan Jasmine, si kembar tiga, tinggal di Berkeley, California. Ayah dan ibu mereka pengusaha toko bunga.
Tapi, Violet kelihatan sangat berbeda dengan Jasmine dan Rose. Rambut berwarna gelap sendiri, sedangkan kedua saudarinya berambut pirang emas. Rose dan Jazz, nama panggilan Jasmine, adalah si kembar yang populer di sekolah. Lain halnya dengan Violet, dia ketinggalan satu kelas dari saudari-saudarinya, akibat operasi jantung yang dijalaninya sewaktu kecil.
Selain itu, entah apa yang terjadi, Violet sangat takut pada gempa bumi. Seringkali sewaktu terjadi gempa bumi, Violet melihat bayangan tiga orang anak ditengah-tengah kebakaran. Apakah arti semuanya?
Sementara itu, Violet begitu ingin untuk menjadi sama dengan kedua saudarinya itu, dia benci saat orang selalu menyangka bahwa mereka hanya kembar dua.
Lalu, ayah dan ibu mereka membeli toko di San Fransisco, dan menugaskan ketiga putrinya itu untuk mulai membersihkan toko tua tersebut. Disanalah, Violet menemukan sepucuk surat aneh, ditulis untuk Baby V, nama kecilnya. Surat demi surat, potongan buku harian, semua ditemukan Violet di tempat-tempat yang aneh.
Dari potongan-potongan kertas tersebut, Violet dan saudari-saudarinya mulai mencari fakta tentang keluarga yang tinggal di toko mereka pada jaman dahulu. Violet mengira, surat-surat itu adalah ramalan kematiannya.
Aku selalu merasa asyik membaca seri perjalanan waktunya Kathryn Reiss ini. Kita seolah dibawa kembali ke masa lalu dan melihat bagaimana orang-orang biasa hidup di masa lalu.
Kisah misteri ini, tidak seperti kisah supranatural yang menyeramkan. Tidak ada hantu-hantu jahat dari masa lalu, hanya kisah hidup orang-orang biasa. Hanya faktor-faktor kebetulan, yang benarkah hanya sekedar kebetulan?
0 comments:
Post a Comment