Monday, January 02, 2006

Matilda


Judul : Matilda
Pengarang : Roald Dahl (1988)
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama (cetakan 2 : 2001)
Tebal : 261 halaman

Matilda seorang anak perempuan jenius, tetapi keluarganya tidak ada yang menyadarinya. Ayahnya, Mr Wormwood seorang penjual mobil bekas dan ibunya seorang ibu rumah tangga yang hobinya keluar rumah bermain bingo. Dia juga punya seorang kakak laki-laki yang tidak perduli kepadanya. Keluarga ini tidak pernah makan di meja makan, karena ibunya tidak pernah memasak, hanya menyediakan makanan siap saji dan mereka makan sambil nonton televisi.

Matilda, memiliki sifat yang berbeda, sejak berumur 3 tahun dia sudah dapat membaca, dan bahkan pergi sendiri ke perpustakaan dan meminjam buku sendiri.

Tetapi, kesukaannya membaca ini tidak disukai ayah dan ibunya, sehingga suatu kali, ayahnya begitu marah dan membakar buku perpustakaan yang dipinjam Matilda. Akibatnya Matilda marah besar dan mempersiapkan berbagai taktik balas dendam terhadap ayah dan juga seluruh anggota keluarga lainnya.

Kemudian, saat Matilda masuk sekolah, dia pun masuk ke sekolah dibawah pimpinan Miss Trunchbull, seorang kepala sekolah yang sangat tidak menyukai anak-anak. Miss Trunchbull suka menyiksa anak-anak hanya karena dia tidak suka melihat mereka.

Tetapi guru kelas Matilda, Miss Honey, adalah seorang yang sangt manis, dan dia juga yang pertama kali menyadari betapa jeniusnya Matilda. Matilda sudah membaca begitu banyak buku dan mengerti isinya, dan juga bisa mengerjakan berbagai hitungan yang susah tanpa bantuan alat apapun.

Miss Honey berusaha memberitahu kepala sekolah, tetapi tidak digubris bahkan dituduh berusaha menghindar untuk mengajar Matilda. Usaha Miss Honey memberitahu kepada orangtua Matilda juga tidak menghasilkan apa-apa, karena ternyata mereka malah tidak menyukai kesukaan Matilda untuk belajar.

Akhirnya, Miss Honey pun memberikan kebebasan kepada Matilda untuk belajar sendiri, karena kemampuan Matilda sudah jauh melebihi teman-teman sekelasnya.

Kepala Sekolah punya kebiasaan untuk mengajar di kelas-kelas di sekolah tersebut secara bergiliran, dan akhirnya tibalah waktunya Miss Trunchbull mengajar kelas Matilda. Teman baik Matilda, Lavender, ternyata diam-diam sudah menyiapkan kejutan untuk Miss Trunchbull. Dan sewaktu Miss Trunchbull mengajar dan akan minum, keluarlah seekor kadal air dari tempat minumnya, yang membuatnya menjerit, dan akhirnya menuduh Matilda yang melakukannya.

Matilda pun marah besar, dan saat itulah timbul suatu kekuatan aneh, yang membuat Matilda mampu menggeser benda-benda tanpa menyentuhnya (telekinesis).

Sepulang sekolah, Matilda mendatangi Miss Honey dan menceritakan tentang kekuatan anehnya tersebut, dan Miss Honey pun mengajak Matilda ke rumahnya untuk berbincang-bincang. Matilda akhirnya mengetahui bahwa ternyata Miss Honey tinggal di sebuah rumah yang sangat sederhana, dan kehidupan Miss Honey tidaklah menyenangkan sama sekali. Sebabnya ternyata karena bibi Miss Honey seorang yang sangat jahat, telah menguasai rumah ayah Miss Honey, seorang dokter yang meninggal dengan misterius. Bibi jahat itu adalah Miss Trunchbull, yang bukan hanya menguasai harta Miss Honey, tetapi bahkan gaji Miss Honey sebagai guru pun dikuasainya, dan hanya memberi Miss Honey uang yang tak seberapa.

Sepulangnya ke rumah, Matilda pun merencanakan sesuatu untuk membantu Miss Honey. Dia melatih kemampuan telekinesisnya.

Pada saat Miss Trunchbull mengajar kelas Matilda, dia pun menjalankan aksinya, menakut-nakuti Miss Trunchbull, sehingga kepala sekolah yang jahat itu akhirnya pingsan dan melarikan diri dari kota itu. Setelah itu sekolah itu dikepalai oleh wakil kepala sekolah yang baik dan Miss Honey pun memperoleh kembali rumahnya.

Matilda dipindahkan ke kelas 6 dan sejak saat itu dia tak lagi memiliki kemampuan telekinesis itu lagi. Dia pun sering berkunjung ke rumah Miss Honey untuk bercakap-cakap membahas berbagai hal, termasuk hilangnya kemampuan telekinesis tersebut. Suatu hari, sepulang minum teh dari rumah Miss Honey, Matilda menemukan orangtuanya sedang sibuk berkemas-kemas di rumahnya. Ternyata mereka berencana melarikan diri ke luar negeri, karena ternyata selama ini ayah Matilda terlibat penjualan mobil curian. Mereka memaksa Matilda untuk bersiap-siap juga, tetapi Matilda tidak mau ikut, dan langsung lari ke rumah Miss Honey untuk minta pertolongan.

Matilda memohon kepada Miss Honey untuk diperbolehkan tinggal bersama Miss Honey, yang ternyata sangat diinginkan oleh Miss Honey sendiri, lalu mereka berdua pun mendatangi orangtua Matilda untuk meminta agar Matilda boleh tinggal bersama Miss Honey. Orangtua Matilda malah sangat senang dengan permintaan itu karena mereka selama ini pun tidak menyukai Matilda dan menganggapnya sebagai beban. Akhirnya Matilda pun tinggal bersama Miss Honey, dan orangtuanya lenyap entah kemana.

1 comments:

WawaBear 8/18/2008 01:55:00 PM  

alo kobo,
salam kenal ya! senang sekali bisa bacain review buku2 yg sudah kamu baca. Bagus2 semua!

Au inget banget dulu pas saya masih SD, ada satu rak buku khusus untuk para guru2 dan buku2 di dalam rak itu tidak boleh dipinjem para murid. Salah satu buku nya adalah Matilda ini.

Sekarang, setelah baca ringkasanmu, mengertilah kenapa dulu buku ini hanya boleh dibaca para guru. Pertama, isinya dewasa, Kedua, mungkin guru2 tidak ingin kita 'terinspirasi' untuk ngejahilin guru2 yg galak seperti si Kepala Sekolah. :P

  © Blogger template 'Isolation' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP