Friday, January 06, 2006

Bola-bola Mimpi

Judul : A Little Piece of Ground (Bola-Bola Mimpi)
Pengarang : Elizabeth Laird (2003)
Penerbit : Read Publishing House (2005)
Tebal : 324 Halaman

Karim, seorang anak Palestina, tinggal di Ramallah. Di awal cerita, saat itu sedang ada jam malam, sehingga tidak seorang pun bisa keluar rumah. Karim menghabiskan waktunya bermain game di komputer dan menghayal tentang permainan sepak bola. Sebagai seorang anak laki-laki, dia sangat menyukai sepak bola dan bercita-cita ingin menjadi pemain sepak bola dan membawa kesebelasan Palestina ke Piala Dunia.

Setelah jam malam dicabut, dan tentara Israel pergi meninggalkan Ramallah, Karim pun langsung keluar dan bermain sepak bola di sebelah apartemennya, dan disitu dia bertemu seorang anak, yang akhirnya menjadi teman baiknya, Hopper.

Hopper tinggal di dekat kamp pengungsi, dan di dekatnya ada satu tempat yang agak kosong, berdua dengan Hopper, Karim pun membersihkan tempat itu, termasuk sebuah mobil rongsokan yang mereka tutupi sedemikian rupa dan menjadi markas rahasia. Mereka suka bermain sepak bola di tempat itu. Di rongsokan mobil itu tinggal juga seekor kucing dan anak-anaknya, yang menjadi teman bermain ketiga anak tadi. Di situ juga mereka menyimpan persediaan minuman dan pakaian ganti untuk bermain.

Karim sendiri punya seorang kakak laki-laki, yang ternyata naksir kakak perempuan teman baik Karim, Joni. Joni pun akhirnya juga berteman dengan Hopper dan bertiga mereka sangat menikmati tempat rahasia mereka itu.

Suatu hari, Karim ikut ke tempat neneknya di desa, dan di perjalanan, Karim menyaksikan bagaimana tentara Israel mempermalukan ayahnya, bersama-sama dengan laki-laki lainnya, di depan seluruh keluarga. Di desa juga, pada waktu mereka akan memanen buah zaitun, ternyata mereka ditembaki oleh tentara Israel, untung saja mereka sekeluarga selamat, tetapi peristiwa itu membekas di benak Karim.

Sekembalinya ke Ramallah, Karim kembali bermain dengan Joni dan Hopper. Hopper pernah mengajak mereka ke rumahnya, dan menceritakan tentang kakak laki-lakinya yang ditahan di Jerusalem hanya karena dia mengejek tentara Israel.

Suatu hari, sewaktu bermain-main di lapangan bola, bersama beberapa anak lain, tiba-tiba tentara Israel datang dan memberlakukan jam malam. Karim terlambat melarikan diri dan akhirnya bersembunyi di rongsokan mobil, bertahan selama beberapa hari dengan berselimutkan baju-baju ganti dan minuman persediaan mereka. Dia diselamatkan oleh kucing yang dinamai mereka Aziza.

Akhirnya, Karim pun berhasil melarikan diri sewaktu tentara Israel beserta tank-tank mereka meninggalkan lapangan bermain itu, tetapi ternyata ada tentara yang masih tinggal, dan menembak Karim, yang terkena lututnya. Karim terus berusaha menyelamatkan diri, dan ternyata kakaknya, Jamal, dengan nekat keluar rumah mencari Karim, dan menemukannya lalu membawanya ke rumah sakit.

Karim pun selamat, dan pulang ke rumah. Ternyata keluarga Joni akan pindah ke Yordania, karena merasa di Ramallah tidak lagi kondusif untuk tinggal. Karim dan Joni semakin sedih. Hopper pun datang menjenguk, ternyata dia juga tertembak sewaktu dia mengejek tentara Israel.

Lalu Hopper dan Karim kembali ke lapangan bermain mereka dan berusaha membangun kembali tempat itu, dimana mereka bisa bermain sepak bola.

0 comments:

  © Blogger template 'Isolation' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP