Sunday, December 11, 2005

Rebecca of Sunnybrook Farm



Judul : Rebecca of Sunnybrook Farm
Pengarang : Kate Douglas Wiggin
Penerbit : Tom Doherty Associates
Tebal : 240 halaman

Cerita klasik nih, tentang Rebecca Randal, seorang anak perempuan berusia sekitar 9 tahun, yang ayahnya sudah meninggal dan punya 6 saudara. Karena miskin, ibunya akhirnya mengirimkan Mia untuk tinggal bersama kedua bibinya, kakak ibunya, Miranda dan Jane, di kota lain.
Miranda dan Jane keduanya adalah perawan tua, ibu Rebecca lah satu-satunya saudara mereka yang menikah.
Lucu banget deh ceritanya, tetapi mengharukan juga.
Disini digambarkan kalau Rebecca adalah anak yang sangat ceria, kreatif dan bersemangat, sedangkan sang bibi Miranda, sangat otoriter dan tegas serta menyukai keteraturan. Aktifnya Rebecca sering mengesalkan bibi Miranda, tetapi di akhir cerita terungkap betapa sebenarnya bibi Miranda juga menyayangi Rebecca.
Bibi Jane sendiri sebenarnya baik hati, tetapi dia terlalu lama berada di bawah kekuasaan bibi Miranda, sehingga dia tidak berani membela Rebecca setiap kali Rebecca dimarahi oleh bibi Miranda.
Rebecca memikat hati banyak orang, termasuk keluarga sang penarik kereta, ibu gurunya dan bahkan seorang lelaki kaya bernama Adam Ladd yang oleh Rebecca selalu dipanggil Aladin, karena pernah menolong Rebecca dan temannya waktu mereka berjualan sabun untuk menolong keluarga tetangganya yang miskin.
Buku ini bercerita tentang kehidupan Rebecca kecil sampai menjadi wanita muda. Ada satu bagian yang sangat berkesan di buku ini bagiku, yaitu sewaktu Rebecca memimpin doa di pertemuan dengan seorang misionaris, doanya begitu sederhana tetapi mempunyai arti yang luarbiasa, dengan bakat Rebecca merangkai kata-kata, doa itu menjadi begitu indah.

"Our Father who art in Heaven, . . . Thou art God in Syria just the same as in Maine; . . . over there to-day are blue skies and yellow stars and burning suns . . . the great trees are waving in the warm air, while here the snow lies thick under our feet, . . . but no distance is too far for God to travel and so He is with us here as He is with them there, . . . and our thoughts rise to Him `as doves that to their windows fly.'. . .
"We cannot all be missionaries, teaching people to be good, . . . some of us have not learned yet how to be good ourselves, but if thy kingdom is to come and thy will is to be done on earth as it is in heaven, everybody must try and everybody must help, . . . those who are old and tired and those who are young and strong. . . . The little children of whom we have heard, those born under Syrian skies, have strange and interesting work to do for Thee, and some of us would like to travel in far lands and do wonderful brave things for the heathen and gently take away their idols of wood and stone. But perhaps we have to stay at home and do what is given us to do . . . sometimes even things we dislike, . . . but that must be what it means in the hymn we sang, when it talked about the sweet perfume that rises with every morning sacrifice. . . . This is the way that God teaches us to be meek and patient, and the thought that He has willed it so should rob us of our fears and help us bear the years. Amen."



Di waktu Rebecca masuk sekolah tinggi, dia menjadi kesayangan guru sastranya. Adam Ladd pun terus menjadi pendukung Rebecca dan sering mengiriminya hadiah. Secara halus terpapar bahwa seiring pertumbuhan Rebecca, Adam Ladd mungkin jatuh cinta padanya, tetapi akhir cerita tidak menceritakan tentang hal ini. Buku ini diakhiri dengan kematian bibi Miranda setelah Rebecca menyelesaikan kuliahnya dan kembali ke rumahnya untuk menjaga ibunya yang sakit.

Bagus deh ceritanya, lucu, sedih, mengharukan, tapi banyak lucunya kog, karena Rebecca itu anak yang luar biasa.

0 comments:

  © Blogger template 'Isolation' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP