Wednesday, December 28, 2005

Eldest



Judul : Eldest
Pengarang : Christopher Paolini
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 760 Halaman

Buku kedua dari trilogi Inheritance.

Petualangan Eragon si penunggang Naga dan Saphira sang Naga berlanjut lagi.

Serangan para Urgal ternyata belum berakhir dengan kematian Durza. Ajihad, sang pemimpin kaum Varden akhirnya gugur pada saat akan kembali ke Farthen Dur. Selain itu, akhirnya Murtagh dan si Kembar pun hilang sewaktu mengejar para Urgal tersebut.

Eragon, setelah agak pulih, harus menghadapi taktis politis kaum Varden, yang akan memilih pemimpin baru. Akhirnya, Nasuada, putri Ajihad terpilih menjadi pemimpin baru kaum Varden.

Eragon pun berangkat ke Ellesmera, bersama dengan Orik dan Arya, untuk berlatih di tempat para elf. Setibanya di Ellesmera, Eragon dan Saphira mendapatkan banyak kejutan. Eragon baru mengetahui bahwa Arya adalah putri tunggal dari ratu para elf. Selain itu, ternyata yang akan mengajarkan keahlian penunggang naga pada Eragon dan Saphira adalah tak lain dan tak bukan satu-satunya penunggang dan naganya yang masih tersisa yang tidak bergabung dengan Galbatorix.

Sementara itu, sepupu Eragon, Roran, harus menghadapi serangan Raz'ac dan para prajurit Galbatorix, yang menyerang desa mereka. Disini akhirnya Roran berubah menjadi seorang yang sangat berani dan berwibawa, dan akhirnya membawa seluruh penduduk Carvahall keluar dari Carvahall dan lari ke Surda, setelah kekasihnya, Katrina, dibawa lari oleh Raz'ac.

Di Ellesmera, Eragon bukan hanya mendapatkan pelatihan secara fisik, tetapi bertepatan pada hari perayaan kaum elf, akhirnya Eragon diberkahi kekuatan yang membuatnya semakin hebat menjadi penunggang naga.

Nasuada membawa kaum Varden pindah ke Surda, karena di Farthen Dur kehidupan semakin sulit dan mereka tidak lagi ingin membebani para kurcaci. Ternyata kepindahan kaum Varden ke Surda diketahui oleh Galbatorix, dan ia pun mempersiapkan tentaranya untuk menyerang Surda.

Eragon tak sengaja mengetahui hal ini sewaktu dia melakukan scrying untuk mengetahui kedaaan Nasuada dan kaum Varden. Lalu Eragon pun bergegas ke Surda bersama Saphira dan Orik.

Serangan dimulai, dan ternyata di pihak Galbatorix ada seorang penunggang baru, yang tak lain adalah Murtagh yang selama ini dikira sudah mati. Dan sewaktu bertarung, akhirnya Murtagh mengungkapkan bahwa Eragon adalah adiknya sendiri. Tetapi Murtagh tak bisa lagi melepaskan diri dari Galbatorix.

Bagaimana akhirnya perjuangan Eragon untuk mengalahkan Galbatorix, membebaskan Alagaesia, dan membalaskan kematian Garrow, ayah angkatnya yang sangat dicintainya? Tunggu deh buku tiganya (baru mulai ditulis tuh sama Christopher nya, duh... nunggu lagi deh, hehehehe)

0 comments:

  © Blogger template 'Isolation' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP