KEBUN RAHASIA

Judul : Kebun Rahasia (Secret Garden)
Pengarang : Frances Hodgson Burnett (year?)
Penerbit : Dian Rakyat (1990)
Tebal : 251 halaman
Mary Lennox, seorang anak perempuan berusia 9 tahun yang sangat manja dan pemarah. Tiba-tiba dia menjadi yatim piatu sewaktu ayah dan ibunya meninggal kena wabah kolera di India.
Kematian kedua orangtuanya membuat Mary harus kembali ke Inggris dan tinggal bersama pamannya, Tuan Archibald Craven di Misseltwhaite Manor. Tuan Craven adalah kakak laki-laki ibu Mary, seorang pria berpunggung bongkok dan sangat tertutup.
Setibanya di Inggris, Mary tidak lagi mendapatkan pelayan pribadi seperti di India. Akibatnya, dia harus menghabiskan waktunya sendirian dan diapun mulai berjalan-jalan menjelajahi rumah pamannya yang besar.
Suatu hari, sewaktu berjalan-jalan di kebun, dia bertemu dengan Ben si tukang kebun dan juga seekor burung murai berdada merah. Ben juga orang yang sinis, tetapi si burung murai menyukai Ben, dan ternyata juga menyukai Mary.
Di rumah itu juga, Mary berkenalan dengan Martha, seorang pelayan pamannya yang ditugaskan untuk membantu Mary. Dari Martha, Mary juga belajar banyak hal, dan Martha juga suka bercerita tentang keluarganya. Keluarga Martha miskin, sehingga dia harus bekerja sebagai pelayan, adik-adik Martha juga banyak, tapi yang paling menarik adalah cerita tentang Dickon, adik Martha yang laki-laki, seorang anak yang sangat menyenangkan, pintar bergaul dengan binatang dan pandai bercocok-tanam. Mary sangat senang mendengar cerita-cerita Martha tentang Dickon dan adik-adik Martha lainnya.
Sewaktu berjalan-jalan di kebun, suatu hari Mary melihat ada satu tembok yang mengelilingi suatu tempat. Dari Ben, Mary mengetahui kalau tembok itu mengelilingi taman bunga mawar milik istri pamannya yang sudah meninggal. Sejak istrinya meninggal itulah, paman Craven menutup taman itu dan membuang kuncinya. Rasa penasaran Mary membuat dia mencari tahu tentang taman itu dan akhirnya secara tak sengaja dia menemukan kuncinya, dengan petunjuk dari si murai berdada merah. Setelah itu, Mary mencari pintu masuk ke taman itu. Setelah berhasil masuk, Mary mulai membongkar-bongkar tanah dan menemukan bahwa ada tanaman yang masih hidup.
Mary lalu minta bantuan Martha untuk membelikan alat-alat berkebun dan bibit tanaman. Martha menyuruh adiknya, Dickon, untuk membelikannya. Mary lalu bertemu Dickon sewaktu dia menyerahkan pesanan Mary tersebut kepada Mary. Mary lalu bercerita pada Dickon tentang taman rahasianya itu. Dickon berjanji bahwa itu akan menjadi rahasia mereka dan juga berjanji membantu Mary untuk mengerjakan taman itu.
Lalu, pada suatu malam, Mary mendengar suara tangisan di rumah itu, dan dia menyelidiki asal suara itu. Ternyata itu adalah suara sepupunya, Colin Craven, anak laki-laki yang seusia dengannya. Tapi Colin sendiri juga anak yang sangat egois dan manja. Selain itu, sejak lahirnya, Colin selalu sakit-sakitan, tetapi sebenarnya penyakitnya hanya karena dia terlalu manja dan juga berpikir bahwa dia akan segera mati.
Ayahnya, Tuan Craven, jarang berada di tempat itu, dia selalu bepergian dan tidak suka melihat anak laki-lakinya itu.
Kedatangan Mary di tengah malam sewaktu Colin mengamuk mengejutkan Colin.
Colin dan Mary akhirnya berteman, dan Mary menceritakan kepadanya tentang taman rahasia yang ditemukannya itu. Colin pun bersemangat. Colin seorang anak yang suka membaca buku mendapat ide, bahwa kalau dia bisa pergi ke taman rahasia itu, mereka bisa mendapatkan keajaiban yang mungkin bisa menyembuhkannya.
Lalu Mary juga memperkenalkan Colin pada Dickon, yang langsung menyukai anak laki-laki itu.
Untuk pertamakalinya, Colin pergi keluar rumah, tetapi dia minta supaya tidak ada satu orang pun yang mengikutinya, hanya dia, Mary dan Dickon yang membantu mendorong kuris rodanya. Mereka bertiga tidak mau ada orang yang tahu tempat rahasia itu. Ternyata rombongan itu bertambah satu orang, yaitu Ben si tukang kebun, yang ternyata selama bertahun-tahun setelah kematian ibu Colin, tetap menjaga taman itu tanpa sepengetahuan siapapun.
Di dalam taman rahasia itulah, Colin berlatih berjalan (karena selama ini dia hanya tergeletak di tempat tidur) dan menjadi lebih sehat. Dickon juga memberitahu latihan-latihan untuk menguatkan otot-otot yang dipelajarinya dari seorang atlit di desa mereka.
Sungguh seru saat-saat ketiga anak tersebut dan Ben berlatih di taman rahasia itu, bagaimana mereka harus selalu menjaga agar orang-orang tidak curiga bahwa Colin semakin sehat, karena dengan latihan dan pergaulannya dengan Dickon dan Mary, membuat dia berubah menjadi anak yang lebih menyenangkan dan nafsu makannya pun membaik.
Lalu, suatu hari, ayahnya seperti mendapat panggilan jiwa untuk pulang kerumahnya. dan sewaktu dia pulang, ntah kenapa dia merasa dia harus pergi ke kebun istrinya, dan saat dia buka pintu taman itu, tenryata Colin yang sudah berubah menjadi anak yang tampan dan sehat, menabraknya dan tertawa tergelak-gelak.
Tuan Craven kaget tapi sangat senang, dan cerita diakhiri dengan adegan sewaktu Colin dengan tegaknya berjalan di samping ayahnya, mengejutkan seluruh orang di Missseltwaithe Manor.
2 comments:
Pas mula2 baca nih buku awalnya seeh ngga suka tapi makin ke belakang kok makin bagus akhirnya jadi keterusan dhe en rada nyesel juga pas nyampe halaman terakhir krn artinya khan udah tamat *hiks*
ya, ini salah satu buku favoritku sih. Suka banget...
Aku jadi penggemar Frances Hodgson Burnett gara-gara buku ini.
Adegan waktu Mary menemukan Colin dan lalu marah-marah pada Colin itu aku terkesan sekali :)
Post a Comment