Grass for His Pillow

Judul : Grass for His Pillow (Buku Kedua Kisah Klan Otori)
Pengarang : Lian Hearn
Penerbit : Matahati (2005)
Tebal : 397 halaman
Buku ini adalah buku kedua dari trilogi Kisah Klan Otori.
Setelah kematian Lord Iida, maka Lord Arai menjadi kekuatan yang cukup berkuasa. Takeo, karena sudah berjanji kepada Tribe untuk mengikuti mereka, meninggalkan Biara Terayama, dan Kaede. Lalu Kaede sendiri, ternyata sudah hamil, dan dia minta ijin dari Lord Arai untuk kembali ke Shirikawa, ke tempat orangtuanya.
Lord Arai marah atas kepergiaan Takeo, dan membenci Tribe. Dan mengetahui bahwa Shizuka adalah Tribe, dia pun menghindari Shizuka. Sewaktu Shizuka menemani Kaede kembali ke Shirikawa, ternyata Lord Arai sudah memerintahkan untuk membunuh Shizuka. Tetapi, ikatan Tribe yang sangat kuat, menyelamatkan Shizuka, karena ternyata diantara pengawal Lord Arai, ada juga orang Tribe, Kondo.
Setibanya Kaede di Shirikawa, dia melihat kondisi wilayah ayahnya itu porak poranda, rakyat menderita, dan bahkan kastil tempat orangtuanya dalam kondisi yang menyedihkan. Ternyata ibunya sudah meninggal, dan ayahnya sendiri, dengan kekalahan Lord Iida, mengalami tekanan psikologis yang menyebabkan dia seperti setengah gila.
Tetapi ayahnya masih berteman dengan seorang kerabat kaisar. Kaede, yang dalam kondisi hamil, berpura-pura bahwa dia sempat menikah dengan Lord Shigeru Otori di Terayama, sebelum kematian Lord Shigeru.
Tapi suatu kejadian, dimana seorang biksu dari Terayama datang ke Shirikawa dan tak sengaja membongkar kebohongan Kaede, sehingga membuat ayahnya marah besar, tetapi sewaktu Kaede akan diserang ayahnya, Kondo datang membantunya, dan membunuh ayahnya. Lalu mereka memberitakan kalau ayah Kaede mati bunuh diri karena tidak tahan menahan kekalahan sekutunya.
Kematian ayahnya membuat Kaede semakin bertekad untuk menjadi penguasa, dan mengikuti jejak Lady Murayama, serta menuntut haknya sebagai pewaris Murayama. Tetapi, akhirnya Kaede mengalami keguguran.
Sementara itu, Takeo menjalani latihan di wilayah kekuasaan Tribe, jauh dari wilayah Tiga Negara. Takeo menjalin hubungan dengan Yuki, anak Kenji, gurunya sewaktu di rumah Lord Otori. Tetapi, Takeo juga dibenci oleh kekasih Yuki.
Tetapi, secara tak sengaja, Takeo memberitahukan bahwa Lord Shigeru mengetahui tentang Tribe lebih dari yang diketahui oleh orang lain. Ketua Tribe, akhirnya mengutus Takeo untuk mencuri catatan Lord Shigeru tersebut dan membawanya kembali ke Tribe.
Tapi dalam misi itu, Takeo berhasil melarikan diri dan bersembunyi di Terayama. Takeo lalu mengetahui dari kepala Biara, bahwa sebenarnya dia memang memiliki darah Otori, karena ayahnya, ternyata adalah kakak seayah dengan Lord Shigeru.
Takeo pun bertekad untuk mengklaim haknya sebagai pewaris Klan Otori.
Dalam perjalanannya menuju biara Terayama, Takeo mendapat ramalan, bahwa dia akan mengalami 5 peperangan, dimana 4 peperangan akan dimenangkannya, dan akan kalah dalam satu peperangan. Dia juga akan dibunuh oleh anaknya sendiri. Takeo berpikir, kemungkinan anaknya itu adalah anak dari Yuki, yang pergi meninggalkan Takeo dalam keadaan hamil. Takeo sudah memperkirakan kalau anak itu akan dibesarkan oleh Tribe untuk membunuhnya.
Dalam pelariannya itu juga, Takeo bertemu kembali dengan Jo-An, saudara kaum Hidden yang ditolongnya sewaktu dia masih tinggal bersama Lord Shigeru. Jo-An sendiri menegaskan kepada Takeo bahwa mereka, kaum Hidden dan para petani bersedia membantu Takeo untuk menjadi pewaris Klan Otori.
Kaede, setelah kematian ayahnya, berhasil mengumpulkan pasukan dan mendapatkan kesetiaan dari pasukan Murayama juga. Lalu ia berangkat ke tempat Lord Arai dan sewaktu mendekati Biara Terayama, dia bertemu kembali dengan Takeo.
Pertemuan itu, menguatkan tekat mereka berdua untuk menikah, walau niat mereka ini tidak disetujui oleh orang-orang disekeliling mereka. Mereka disarankan untuk menunggu persetujuan dari Lord Arai, tetapi baik Takeo maupun Kaede tidak menggubris keberatan itu, lalu mereka menikah. Takeo merasa bahagia walaupun tahu masih banyak yang harus dihadapinya di masa depan.
0 comments:
Post a Comment