Phoenix - Dalam Mahkota Negeri Azura

Pengarang : AMK Narongkrang
Penerbit : Voila Books (Mizan Group)
Tebal : 527 halaman
Cerita tentang Phoenix, seorang anak laki-laki yang tinggal di tepi hutan, bersama ayahnya, Alba, dan ibu angkatnya, Wetty, serta kakak angkatnya Shahasika.
Kisahnya dimulai pada saat kelahiran Phoenix yang istimewa, dia lahir dari sebutir telur ajaib berwarna biru, yang ditunggui oleh sesosok mahkluk ajaib yang disebut Ragnarok (kog kayak nama game ya?? hihihi).
Lalu dia dibesarkan oleh Alba dan istrinya.
Kemudian suatu hari, terjadi kejadian aneh, dimana ada kebakaran besar, pada saat Phoenix berumur 11 tahun, yang mengakibatkan seluruh hidupnya kacau balau. Kedua orangtua angkatnya itu ditangkap dan dipenjara entah dimana, sedangkan dia sendiri bersama Shasahika dan 3 orang temannya yang bernasib sama dimasukkan ke sekolah berasrama, Istana Zenoglozi.
Di situ juga bersekolah anak penguasa negeri Mayorats yang lalim, Taris, yang memiliki wajah mirip dengan Shahasika. Taris dan kelompoknya tak henti-hentinya menjahili Phoenix dan kawan-kawan, hingga suatu hari membuat suatu kekacauan yang menyebabkan Phoenix dan kawan-kawannya menjadi buronan, hingga harus melarikan diri ke negeri Azura.
Ternyata, Phoenix adalah Pangeran Negeri Azura yang selama ini ditunggu-tunggu, sedangkan Alba adalah raja Azura, dan si Ragnarok itu adalah ibu Phoenix yang bermutasi karena experiment Professor Jamhur dan Kakek Shahasika.
Negeri Azura, yang selama ini pun sudah ditekan oleh Negeri Mayorats, dengan melindungi, menjadikan Mayorats marah besar dan menyerang Azura.
Lalu peperangan terjadi, dimana Phoenix melakukan suatu tindakan yang luarbiasa yang menyelamatkan negeri Azura.
Kisah ini akan berlanjut, karena kedua orangtua Shahasika, dan juga orangtua ketiga teman mereka, belum ditemukan. Yang pasti, para orang tua tersebut masih ditawan di Negeri Mayorats, dan menjadi tugas Phoenix dan kawan-kawannya untuk mencari dan menyelamatkan mereka.
Lagi-lagi ini cerita fantasi hasil karya anak Indonesia. Kalau dilihat dari plot nya sih lumayan juga, cuma.... itu lo, nama-nama tokohnya bikin aku puyeng... gak enak tuh, terlalu ribet dan aneh, jadinya malah bikin bingung.
Belum lagi alur waktu dalam cerita, aduh, aku jadi terpaksa berpikir ini sudah tahun berapa, si Phoenix nya sudah umur berapa.
Padahal ada juga unsur-unsur yang aku suka, kayak Jam Tangan Burung nya itu, keren!!! Terus tentang tas-tas mereka, kayaknya kurang penjelasan tuh, abisnya kenapa ada Tas Kodok, Tas Marmut lah, apa sih keistimewaan tas tersebut ya? Kalau Jam Tangan Burung itu kan udah jelas, burungnya ada 3, yang satu bisa dinaiki, yang satu memberitahu waktu, dan satu nya lagi bisa membacakan berita.
Terus hewan tunggangan mereka juga oke tuh, Cempana, namanya lucu, terus lucu juga, bisa jadi radio, terus harus diberi ransum khusus.
Apa lagi ya? Pokoknya, buku ini bikin aku bingung deh, moga-moga, lanjutannya bisa lebih rapi kali ya? (katanya mau dibikin jadi 5 buku lagi nih, hue he he he, apa gak kebanyakan tuh?)
0 comments:
Post a Comment