Across The Nightingale Floor (Kisah Klan Otori)

Judul : Across The Nightingale Floor (Kisah Klan Otori)
Penulis : Lian Hearn
Penerbit : Matahati
Tebal : 385 halaman
Bagus!!! Enak bacanya!!! Terjemahannya bagus!! hehehe
Buku ini merupakan buku pertama dari Trilogi Klan Otori. Katanya sih judul keduanya "Grass For Her Pillow". Website nya ada di www.kisahklanotori.com
Tomaso, seorang anak berusia 15 tahun yang dibesarkan suku Hidden, lolos dari pembantaian sukunya oleh Klan Tohan, yang dipimpin oleh Iida Sadamu. Tomaso diselamatkan oleh Lord Shigeru dari Klan Otori, klan yang dikalahkan oleh Klan Tohan.
Oleh Lord Shigeru, nama Tomaso diganti menjadi Takeo, yang ternyata mirip nama adik dari Shigeru, yaitu Takeshi. Selain kesamaan nama, ternyata, Tomaso memiliki wajah yang mirip dengan Takeshi.
Shigeru sendiri tadinya adalah pemimpin klan Otori, tetapi setelah kalah perang, kedudukannya dicabut dan diberikan kepada dua orang pamannya, yang tidak menyukai dirinya.
Lord Iida sendiri juga merasa takut dan tidak senang karena Shigeru masih hidup dan berusaha mencari cara untuk membunuhnya, tetapi kecintaan rakyat terhadap Shigeru membuat Lord Iida menjadi segan untuk melakukan pembunuhan begitu saja.
Ternyata, Takeo bukanlah anak biasa, dia mampu mendengarkan suara yang tidak dapat didengar orang lain dan juga bias menghilang dan berada di dua tempat pada saat yang bersamaan. Takeo sendiri tidak menyadari kemampuannya sampai dia diselamatkan oleh Shigeru dari kejaran pasukan Iida Sadamu.
Saat itu juga, seorang gadis muda berusia sebaya Takeo, Lady Kaede Shirakawa, sedang dijadikan tawanan oleh Lord Noguchi, salah seorang sekutu Lord Iida. Dia sudah berada di kastil Lord Noguchi sejak berusia 7 tahun dan hidup penuh penghinaan.
Selain Kaede, tokoh penting lainnya adalah Lady Murakawa, kekasih Shigeru, yang anak perempuannya, Midori, sedang ditawan oleh Iida di kastilnya. Lord Iida sendiri mengincar Lady Murakawa sebagai istrinya, karena Lady Murakawa adalah pemimpin Klan Murakawa, dengan mengawininya, akan memperkuat kekuasaan Lord Iida karena menggabungkan kekuatan kedua klan.
Pertemuan pertama Takeo dengan Lady Murakawa adalah setelah dia diselamatkan oleh Shigeru, disanalah Takeo menyadari kemampuannya untuk mendengarkan suara yang sangat pelan sekalipun, dan dia mendengarkan percakapan Shigeru dan Lady Murakawa dan mengetahui hubungan cinta yang terjalin diantara keduanya.
Kemudian, Takeo, menyelamatkan nyawa Shigeru dari usaha pembunuhan berkat kemampuan istimewanya tersebut.
Setelah kejadian itu, datanglah seorang lelaki misterius, yang mengklaim bahwa Takeo adalah keturunan dari kaum Tribe, yang memang memiliki kemampuan istimewa tersebut.
Di rumah Shigeru, Takeo belajar berbagai hal, termasuk membaca, menulis, bermain pedang, dan dengan datangnya Kenji, dari kaum Tribe, juga mengajarinya mengasah kemampuan istimewanya.
Kemudian ada lagi Arai, yang pernah menyelamatkan Kaede dari tuduhan pembunuhan pengawal Noguchi yang mencoba memperkosanya.
Arai, dikemudian hari memimpin pemberontakan melawan Lord Iida, setelah dia diusir dari rumah Lord Noguchi.
Lord Iida, dalam usahanya membunuh Shigeru, memaksa Shigeru untuk menikah dengan Kaede. Kaede yang cantik, memiliki reputasi yang cukup buruk, yaitu bahwa siapa pun lelaki yang dekat dengannya akan segera mati, karena reputasi itulah Lord Iida memilihnya untuk dijadikan istri Shigeru. Lord Iida menggunakan dalih bahwa dengan menikahi Kaede, akan tercipta perdamaian kedua klan.
Ternyata, akhirnya Kaede jatuh cinta kepada Takeo.
Lord Shigeru, ditangkap oleh Lord Iida setelah Lady Shirakawa berusaha melarikan diri dan terbunuh. Lord Shigeru dipermalukan dengan disiksa di kastil Lord Iida, dan akhirnya diselamatkan oleh Takeo.
Lord Iida sendiri dibunuh oleh Kaede.
Judul novel ini sendiri diambil dari lantai khusus yang dibuat Lord Iida untuk melindungi dirinya, lantai yang akan berbunyi seperti burung bul-bul jika ada orang yang melaluinya. Satu-satunya orang yang mampu melewati lantai itu tanpa menimbulkan suara apapun adalah Takeo, si anak istimewa.
Selain itu, tentang kaum Hidden, tempat Takeo dibesarkan, merupakan kaum yang memuja tuhannya dengan cara mereka sendiri, percaya pada cinta kasih dan percaya bahwa pembalasan akan dilakukan oleh tuhan mereka setelah si pelaku mati. Kepercayaan seperti ini termasuk tidak lazim pada masyarakat di Negeri Tiga Pulau, yang percaya bahwa pemimpin Klan penguasalah yang paling berkuasa.
Ayah Takeo, seorang pembunuh dari keluarga Kikuta, yang memiliki kekuatan yang paling istimewa dari kaum Tribe, akhirnya tertarik dengan kepercayaan kaum Hidden, dan mencoba meninggalkan Tribe, tetapi akhirnya dibunuh, karena kaum Tribe tidak mengijinkan seorangpun dari anggotanya untuk keluar dari lingkungan mereka.
Pada akhir cerita, setelah Takeo mengantarkan kepala Iida ke kuburan Shigeru, Takeo, yang telah berjanji kepada Kikuta untuk kembali pada Tribe setelah mereka membantunya membebaskan Shigeru dari penghinaan, pergi meninggalkan Kaede di desa tempat Shigeru dimakamkan.
1 comments:
Gara-gara rensensi ini aku jadi beli bukunya. Thanks!!!!
Post a Comment