Princess Mia
Judul : Princess Mia
Pengarang : Meg Cabot, 2008
Penerjemah : Ribkah Sukito
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Oktober 2009
Tebal : 312 halaman; 13,5 x 20 cm
Princess Amelia dari kerajaan Genovia, yang biasa dipanggil Mia saja, sekarang sudah berumur 16 tahun, patah hati karena hubungan cintanya dengan Michael baru saja berakhir. Hari-hari setelah Michael meninggalkannya terasa mengerikan. Berhari-hari tidak meninggalkan tempat tidur, tidak mandi, bahkan Mia yang selama ini vegetarian mulai makan segala jenis daging yang bisa ditemukannya di lemari pendingin di apartemen tempatnya tinggal bersama ibu dan ayah tirinya.
Orang-orang terdekatnya sudah berusaha menghiburnya, tapi tak ada yang berhasil, bahkan Grandmere yang biasanya sangat menakutkan pun tak dapat membuat Mia bergeser sedikit pun dari tempat tidurnya. Dan ayahnya, Pangeran Genovia, akhirnya mengambil tindakan, membawa Mia yang sudah hampir seminggu meratap di kamar ke psikolog anak dan remaja terkenal di New York. Di sanalah Mia akhirnya berani mengakui kepada dirinya sendiri bahwa dia menderita depresi, karena bukan hanya Michael yang meninggalkannya, tapi Lilly adik Michael, yang selama ini adalah sahabat terdekatnya pun menjauhinya, karena menuduh Mia mencuri pacarnya.
Tapi, hidup ternyata memang harus berjalan, pelan-pelan setelah Mia kembali ke sekolah, dia mulai merasakan perhatian teman-temannya yang lain, bahkan dari Lana Weinberger, yang dari dulu adalah musuh bebuyutannya. Dan sebagai ganti sesi pelajaran menjadi putri dari neneknya, sekarang Mia harus mengikuti sesi terapi dengan psikolognya yang ternyata seorang koboi pemilik peternakan, dan sering menggunakan analogi kuda dalam sesi kounselingnya. Ditambah lagi, sang mantan pacar mantan teman dekatnya menyatakan cinta padanya, yang membuat Mia bertambah galau.
Satu lagi, Mia diminta untuk menyampaikan pidato di depan perkumpulan wanita sukses di Amerika, dan sampai satu hari sebelum acara, Mia berpikir dia akan menyampaikan pidato membosankan tentang sistem drainase di Genovia yang sudah disusunkan untuknya. Namun ternyata, sebuah dokumen kuno yang tak sengaja ditemukannya, membuatnya menyampaikan pidato yang mengubah sejarah Genovia dan membuat kedudukannya sebagai seorang putri kerajaan terancam.
Yah kira-kira begitulah cerita Mia setelah putus dengan Michael. Ow yah, ini kan memang sudah buku yang entah keberapa (aku sendiri sudah lupa hahaha) dari seri Princess Diaries. Terus terang aja, dia awal-awal sih masih marah bacanya, sebal gitu lihat Mia yang depresi banget. Tapi yah udah separoh jalan, jadi menikmati, walau pun sambil marah-marah, hahahaha, karena yah, karakter-karakter teman-teman Mia selain Lilly di sini tampil lebih banyak, terutama Tina Hakim Baba yang doyan baca buku roman, dan Lana yang selama ini cuma berperan sebagai musuh. Dan sebal juga sih dengan Lilly, sayang juga abisnya, karakter yang digambarkan di awal begitu cerdas dan kuat, ternyata berbalik menjadi begitu menyebalkan dan sangat prejudice.
Sebenarnya memang, dari seri Princess Diaries, yang paling menyenangkan sih buku pertama, tapi dari awal sudah sempat jatuh cinta sama Mia dan neneknya, jadi walau setelah itu sering sebal, tetap aja diikuti, hehehehe. Tapi yang ini sih agak mendingan daripada yang buku kelima atau ke enam, waktu ceritanya berputar-putar di permasalahan hubungan seksualnya dengan Michael, yang sangat bikin aku sebal dan enek. Paling gak di sini ada selingan kisah Putri Amelie yang memerintah selama dua belas hari sekitar 400 tahun yang lalu dan ternyata membuat keputusan yang sangat mengejutkan.
Jadi secara keseluruhan sih okelah, apalagi buat selingan, yang penting siapkan hati dan pikiran untuk membaca kisah remaja yang sedang menye-menye karena patah hati :D :D Ow yah, yang aku suka sih, karakter si psikolog yang nyentrik dan sering mengeluarkan cerita-cerita tentang kuda-kudanya sebagai ilustrasi buat Mia yang lagi patah hati, dan bikin Mia makin bete, hua haha ha ha, kocaaaak.....
1 comments:
menarik! kamu penulis ya? salam kenal yaa :)
Post a Comment