Chocolat
Judul : Chocolat
Pengarang : Joanne Harris, 1999
Penerjemah : Ibnu Setiawan
Penerbit : Penerbit Bentang, Oktober 2007
Tebal : xii + 374 halaman ; 13 x 20, 5 cm
Coklat. Siapa yang gak kenal coklat, mungkin coklat juga makanan yang paling disukai orang-orang. Sejarah coklat juga sudah berlangsung cukup lama, dari masa orang-orang Aztec ribuan tahun yang lalu. Tapi kita tidak akan membicarakan sejarah di sini.
Vianne dan Anouk Rocher, itulah nama yang digunakan mereka sekarang. Sepasang ibu dan anak yang selalu berkelana kesana-kemari, di satu hari di bulan Februari, saat mereka tiba di Lansquenet-sous-Tannes, sebuah kota kecil yang sering diabaikan orang, yang terletak di tengah-tengah perjalanan antara Toulouse dan Bordeaux. Sebuah kota yang 'berkedip sekali dan tempat itu telah hilang', begitu Vianne menggambarkan tempat itu. Mereka tiba tepat pada pesta karnaval tanggal 11 Februari, sehari sebelum Rabu Abu.
Vianne sudah menyewa sebuah rumah di situ, sebuah bangunan bekas toko roti yang sudah lama kosong. Malam itu juga mereka mulai tinggal di tempat itu. Dan besoknya, dimulailah persiapan membuka toko baru. Sebuah toko yang sebelumnya tak pernah ada di kota itu, toko cokelat. La Celeste Praline, demikian Vianne menamakan tokonya tersebut.
Toko tersebut buka tepat pada masa-masa menjelang Paskah, masa-masa puasa bagi umat Katolik, yang artinya, semua penduduk kota kecil tersebut. Sang Pastor paroki tersebut, Francis Reynaud, ternyata sangat membenci Vianne, dan menganggapnya sebagai utusan iblis untuk menggoda mereka yang sedang berpuasa. Apalagi setelah beberapa lama tampak beberapa orang penduduk yang menjadi pelanggan toko tersebut. Ini menimbulkan rasa iri dalam diri sang pastor.
Sementara itu, Vianne semakin mengenal orang-orang di tempat tersebut. Ada Guillaume dengan anjingnya yang sekarat, Armande Voizin, si wanita tua yang berkeras hidup sendirian dan anak perempuannya, Caroline, yang sangat sombong dan selalu sok taat, dan cucu Armande, Luc, yang dihalang-halangi ibunya untuk dekat dengan sang nenek yang dicap aneh itu. Lalu ada lagi Josephine, wanita yang sering dianiaya suaminya, dan pada akhirnya memperoleh keberaniannya berkat persahabatannya dengan Vianne.
Hal-hal ini membuat Francis Reynaud semakin membenci Vianne. Lalu datang lagi gerombolan orang-orang pengelana, kaum gipsy, dengan Roux, si pria merah yang sangat tertutup. Benar-benar masa menjelang Paskah yang sangat tidak biasa terjadi di tempat itu.
Hingga akhirnya, puncaknya terjadi pada hari menjelang perayaan Paskah. Ada kebakaran, kematian Armande, dan rencana sabotase oleh sang pastor terhadap festival coklat yang direncanakan Vianne. Pada akhirnya, Vianne harus mengambil keputusan.
Buku ini terdiri dari 39 bab, yang masing-masing menceritakan satu hari dari mulai tanggal 11 Februari sampai 31 Maret, di hari Senin Paskah. Beberapa bab merupakan kisah dari sudut pandang Vianne, sedangkan sebagian bab lagi adalah sudut pandang sang pastor, Francis Reynaud.
Kisah yang terasa sangat eksotis ini, akan membuat kita juga menitikkan air liur membaca deskripsi berbagai variasi olahan coklat yang mampu dibuat oleh Vianne. Belum lagi kemampuan mistis yang dimiliki Vianne sewaktu mengolah coklat-coklatnya tersebut. Kita juga sekali-sekali akan dibawa mengenal masa lalu kedua narator tersebut, yang ternyata memiliki satu sisi yang paralel.
Dan benar, buku ini sudah difilmkan pada tahun 2000 yang diperankan oleh Juliette Binoche sebagai Vianne, Alfred Molina sebagai Francis Reynaud dan Johnny Depp sebagai Roux, dan mendapat 5 nominasi Oscar dan mendapat beberapa penghargaan perfilman lain.
2 comments:
aku sih baru nonton film-nya Bo. Seru juga. Johny Depp-nya keren bgt...!!!!
yah nat, aku juga pengen nonton film-nya jadinya, huehehehehe
tapi dari kemaren nyari blon ketemu nih, ha ha ha
Johnny Depp kan jadi Roux yang orang gipsy itu yah?
Post a Comment