Sunday, August 19, 2007

Vienna Blood


Judul : Vienna Blood
Pengarang : Frank Tallis, 2006
Penerjemah : Berliani M Nugrahani
Penerbit : Qanita, 2007
Tebal : 592 halaman; 20,5 x 13 cm

Oskar Rheinhardt dipanggil ke tempat kejadian pembunuhan, diawali kasus yang sangat aneh, seekor ular kesayangan Kaisar Austria di kebun binatang mati terpotong-potong. Sedangkan pawang penjaganya dipukul hingga hilang ingatan sekitar waktu kejadian tersebut.

Tak lama setelah kasus itu, Oskar kembali harus mendatangi kasus lain lagi, yang jauh lebih mengejutkan. Kali ini telah terjadi pembunuhan berganda terhadap 4 orang perempuan. Korbannya tersebut adalah seorang wanita pemilik rumah bordil dan 3 orang wanita muda yang menjadi wanita penghibur di tempat tersebut. Kondisi keempat wanita tersebut sangat mengenaskan, kecuali satu. Lalu ditemukan juga lambang aneh di rumah tersebut, lambang yang dilukiskan dengan darah...

Seperti biasa, dalam pertemuannya dengan Max Liebermann, akhirnya Max berhasil membuat Oskar menceritakan tentang kasus yang sedang dihadapinya itu. Seorang tersangka telah ditahan, dan ada barang bukti, namun keakuratan barang bukti tersebut meragukan, karena latar belakang pekerjaan tersangka. Ide menggunakan bantuan Miss Lydgate pun tercetus. Itulah awalnya Miss Lydgate terlibat dalam penyelidikan kasus ini, yang akan diikuti bantuan lainnya.

Pembunuhan tak hanya terjadi sekali itu, beberapa pembunuhan lagi terjadi, masing-masing dengan kesadisan tersendiri. Korbannya tak terduga, yang pasti adalah dari identitas para korban, terlihat adanya kecenderungan rasialis. Tapi tak ditemukan lagi lambang aneh yang ditemukan di tempat pertama.

Lambang itu malah ditemukan di sebuah pamflet di sebuah bar, yang merujuk ke salah satu penulis di Wina. Selain itu, petunjuk juga tiba-tiba tersingkap dengan cara yang tak lazim, yang melibatkan sebuah opera, kembalinya ingatan si pawang ular, dan juga lukisan-lukisan. Semua ini harus mereka satukan bersama hasil analisa dari Miss Lydgate.

Dalam usaha mereka mencegah pembunuhan berikutnya, perkumpulan Freemason yang sangat menjaga kerahasiaan mereka terpaksa memperbolehkan Dr Max Liebermann untuk menghadiri ritual rahasia mereka.

Setelah pembunuhan seorang cenayang di buku sebelumnya yang berjudul A Death In Vienna, Max Liebermann dan Oskar Rheinhardt kembali lagi untuk bekerja sama untuk memecahkan kasus pembunuhan, yang kali ini berupa pembunuhan berantai. Peranan Miss Lydgate tak boleh diremehkan juga dalam pemecahan kasus tersebut.

Salah satu yang menarik bagiku adalah, setting cerita yang terjadi di Wina, Austria, di awal abad ke 20, dimana bahkan lampu senter pun merupakan barang baru yang buat mereka sesuatu yang sangat mengagumkan, sungguh praktis dalam membantu mereka melakukan penyelidikan di tempat gelap. Lalu ada juga teknik Miss Lydgate untuk membedakan jenis darah hewan dari darah manusia, sesuatu yang pada masa itu tampaknya bukan hal yang otomatis akan dilakukan sewaktu mendapatkan barang bukti.

Selain itu, ada juga cerita tentang makanan-makanan yang dicicipi oleh para tokoh, yang dengan lihai ditulis oleh Frank Tallis, sehingga membuat kita ngiler, hehehehehe.... Lalu, asik juga menikmati kesenangan kedua tokoh tersebut, Max dan Oskar, terhadap musik, dan bagaimana musik tersebut juga digunakan Max Liebermann untuk melakukan psikoanalisa.

Dan ada juga kisah tentang bergabungnya Max Liebermann ke dalam sebuah perkumpulan kecil yang dibentuk Freud untuk melakukan diskusi seputar bidang mereka, yang.... waktu membacanya, yah apalagi kalau tidak langsung membawa pikiranku ke sebuah perkumpulan aneh yang berisi orang-orang gila yang mungkin cocok juga jadi pasien si Max Liebermann ini, hi hi hi hi ^.^

Di sini juga, akhirnya Max Liebermann mengambil sebuah keputusan penting atas dilema cinta yang membuatnya gelisah selama beberapa lama. Lalu, apakah keputusan tersebut akan membawanya ke hubungan yang baru dengan seorang nona cerdas dan sedikit dingin dari Inggris? Yah, kita lihat saja nanti di buku ketiga, yang sampai sekarang pun belum terbit kog. Buku itu akan berjudul Fatal Lies, dan direncanakan terbit di tahun 2008 (sumber : www.franktallis.com)

0 comments:

  © Blogger template 'Isolation' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP