Harry Potter and The Deathly Hallows
Judul : Harry Potter and The Deathly Hallows
Pengarang : J.K. Rowling, 2007
Penerbit : Bloomsbury, London
Tebal : 607 halaman; 20 x 13,5 cm
Di tengah masa hibernasi, biar gak bosen, aku posting dulu deh ini ringkasan cerita Harry Potter 7. Sebelumnya, ringkasan ini sudah pernah aku pajang di blog di Multiply (klik di SINI).
Yah, ini buku terakhir seri Harry Potter. Terus terang aja, bagiku sih, ntah kenapa, yang paling berkesan itu adalah buku ke 3, The Prisoner of Azkaban, dan sampai sekarang, dari seluruh seri Harry Potter, itulah yang menjadi buku favoritku.
Begitu pun, aku tetap saja bisa menikmati kisah Harry dan teman-teman, para guru Hogwarts, bahkan keluarga Dursley. Sudah bertahun-tahun mengikuti cerita ini, dan saat dibuku terakhir ini... mau tak mau, rasanya sedih juga. Jadi gak ada lagi yang ditungguin... eits... gak ada?? banyak.... hue he he he, Kobo gitu, mana pernah habis yang ditungguin, hue he he he (sekarang sedang mengintip-intip untuk menantikan Inkdeath nya mama Funke ^.^)
Chapter 1 : The Dark Lord Ascending
Snape memberitahukan tanggal pasti pemindahan Harry Potter dari Privet Drive kepada voldemort.
Chapter 2 : In Memoriam
Harry Potter masih di Privet Drive, siap-siap untuk pergi. Di Daily Prophet ada artikel tentang Dumbledore yang ditulis teman dekatnya, dan ada juga berita tentang biografi Dumbledore yang ditulis Rita Skeeter.
Chapter 3 : The Dursleys Departing
Keluarga Dursleys harus pergi dari Privet Drive, karena Harry sudah hampir 17 tahun, dan tepat saat ulang tahun Harry ke 17, mantra pelindung rumah itu akan hilang, jadi keluarga Dursley harus sembunyi agar tidak ditangkap oleh Death Eaters. Ternyata akhirnya Dudley berterimakasih pada Harry karena sudah menyelamatkannya dari Dementor.
Chapter 4 : The Seven Potters
Rencana pemindahan Harry melibatkan 13 penyihir, yaitu Tonks, Lupin, Fleur, Bill, Fred, George, Hermione, Ron, Mad-Eye Moody, Mundungus Fletcher, Hagrid, Kingsley, dan Mr Weasley. Enam orang menyamar jadi Harry, dengan ramuan polyjuice, dan Harry yang asli akan ikut dengan Hagrid yang menggunakan motor Sirius. Lupin dan Tonks sudah menikah.
Chapter 5 : Fallen Warrior
Ternyata pemindahan itu sudah diketahui Voldemort (Lihat Bab I), dan mereka diserang. Dalam penyerangan, Hedwig mati terkena mantra dari Death Eater. Tapi Voldemort juga yang sempat mencoba menyerang Harry, tak berhasil, karena tongkat Harry mengeluarkan sihir aneh.
Setiba di The Burrow, ternyata Mundungus Fletcher sudah ber Disaparrate waktu diserang, dan Mad-Eye mati dalam serangan itu. George kehilangan telinganya.
Chapter 6 : The Ghoul in Pyjamas
Di The Burrow, persiapan pesta pernikahan Bill dan Fleur menyita waktu, sehingga Ron, Hermione dan Harry tak sempat merencanakan tindakan mereka untuk menjalankan perintah Dumbledore. Tapi tetap saja, persiapan sudah mereka lakukan. Hermione sudah menyihir orangtuanya supaya lupa dan pindah ke Australia, Fred sudah mempersiapkan ghoul yang dibentuk menyerupai dirinya yang kena penyakit parah untuk mengelabui pemeriksaan.
Chapter 7 : The Will of Albus Dumbledore
Di Hari Ulang Tahun Harry, perdana menteri sihir yang baru, Scrimgeour, datang tiba-tiba, dan memberikan kepada Ron, Hermione dan Harry warisan Dumbledore berupa Deluminator yang mirip pemantik yang bisa mematikan cahaya, buku kuno berisi cerita anak-anak pada Hermione, dan snitch pertama yang ditangkap Harry untuk Harry. Selain itu Harry juga menjadi pewaris pedang Gryffindor, tapi Kementerian tak mau memberikannya. Ternyata kementerian sudah menyimpan barang-barang itu untuk diselidiki, dan baru diberikan karena sudah lewat batas waktu penahanan.
Chapter 8 : The Wedding
Di Hari Pernikahan Bill dan Fleur, Harry harus menyamar, agar para tamu tak tahu dia ada di The Burrow. Krum datang, juga Luna dan ayahnya. Krum kesal pada ayah Luna karena mengenakan satu lambang yang dikenalinya sebagai lambang Grindewalds, si penyihir jahat yang dikalahkan Dumbledore. Selain itu, Harry juga sempat bercakap-cakap sebentar dengan Doge, sahabat Dumbledore, sebelum Bibi Muriel, bibi Ron, datang dan menyela pembicaraan mereka dengan gosip mengenai Dumbledore.
Chapter 9 : A Place to Hide
Ternyata, di pesta pernikahan itu, Scrimgeour, si Perdana Menteri sihir, dibunuh oleh Death Eater, tapi dia tak memberitahukan rahasia tentang Harry. Harry, Ron dan Hermione sempat melarikan diri. Hermione ternyata sudah mempersiapkan diri sehingga barang-barang yang mereka butuhkan selalu berada di dekatnya dalam tasnya yang sudah dijampi-jampi. Mereka akhirnya bersembunyi di Grimmauld Place 12.
Chapter 10 : Kreacher's Tale
Di rumah Sirius itu, akhirnya mereka mengetahui siapa R.A.B, Regulus Arcturus Black, kakak kandung Sirius, salah satu kesayangan Kreacher. Dengan memanfaatkan itu, akhirnya Harry berhasil mendekati Kreacher, dan Kreacher mau melayani Harry, Ron dan Hermione. Apalagi setelah Harry memberikan loket berinisial RAB itu pada Kreacher, yang membuat Kreacher jadi memujanya. Dari Kreacher, Harry akhirnya tahu bahwa Horcrux yang asli, yang selama ini ternyata tersimpan di rumah itu, sudah diambil oleh Mundungus Fletcher. Harry menyuruh Kreacher mencari Mundungus.
Chapter 11 : The Bribe
Berhari-hari mereka harus menunggu hingga Kreacher kembali. Sementara itu rumah itu selalu diintai oleh para Death Eater. Sewaktu Kreacher akhirnya berhasil mendapatkan Mundungus, dari Mundungus mereka mengetahui kalau loket Horcrux yang asli berada di tangan seorang pegawai kementerian, yang berdasarkan deskripsi dari Mundungus, Harry dan teman-teman langsung tahu kalau yang dimaksud adalah Umbridge.
Chapter 12 : Magic is Might
Persiapan menyusup ke Kementrian pun dilakukan. Mereka berlatih berhari-hari, dan pada hari pelaksanaan, mereka berhasil mendapatkan tiga orang anggota kementrian untuk dijadikan penyamaran, dengan ramuan Polyjuice.
Chapter 13 : The Muggle-born Registration Commission
Ron, Hermione dan Harry berhasil menyusup. Hermione terjebak bersama Umbridge, ke persidangan Darah Lumpur. Sementara itu, Harry berhasil masuk ke ruang kerja Umbridge. Di pintu Umbridge, Harry menemukan mata Mad-Eye yang dipasang Umbridge di situ. Namun Harry tak menemukan Horcrux.
Chapter 14 : The Thief
Ternyata Horcrux itu dipakai oleh Umbridge. Harry berhasil merebut dari Umbridge, dan membebaskan orang-orang yang dituduh sebagai pencuri sihir, karena bukan dilahirkan dari keluarga penyihir.Mereka melarikan diri, namun ternyata ada satu pegawai kementrian yang mengikuti ke Grimmauld Place, sehingga Ron, Hermione dan Harry harus meninggalkan tempat itu dan bersembunyi di tempat lain.
Chapter 15 : The Goblin's Revenge
Dalam pelarian, ternyata Hermione sudah membawa tenda, sehingga mereka berpindah-pindah tempat. Sambil memutuskan tindakan apa selanjutnya. Pengejaran terhadap orang-orang yang dikaitkan dengan Order, juga orang-orang yang dianggap bersahabat dengan Muggle semakin hebat. Suatu hari mereka mendengarkan sekelompok orang di dekat tenda mereka, ternyata ada Goblin yang diusir dari Gringotts, dan membahas, bahwa pedang Gryffindor yang ada di Hogwarts itu palsu.
Chapter 16 : Godric's Hollow
Hermione dan Harry bertengkar dengan Ron. Penyebabnya adalah Ron yang menjadi sangat sensitif, karena mengenakan loket Horcrux. Ron meninggalkan mereka. Setelah tinggal berdua, Harry dan Hermione memutuskan mencari petunjuk ke Godric Hollows, tempat rumah Harry, desa asal Dumbledore, dan tempat Bathilda, narasumber Rita Skeeter dalam menulis buku tentang Dumbledore, tinggal
Chapter 17 : Bathilda's Secret
Di Godric Hollow, Hermione melihat tanda segitiga yang dilihatnya juga di buku yang diwariskan Dumbledore padanya, segitiga dengan garis dan lingkaran yang terlihat seperti mata, di pekuburan. Lalu mereka juga akhirnya bertemu Bathilda, yang ternyata adalah Nagini yang meniru Bathilda, yang sudah dibunuh sebelumnya. Nagini menyerang Harry, namun Hermione dan Harry berhasil lolos.
Chapter 18 : The Life and Lies of Albus Dumbledore
Tongkat Harry patah sewaktu Hermione mencoba menolongnya. Tapi mereka berhasil mendapatkan satu copy buku Rita Skeeter. Di situ diungkapkan fakta bahwa Dumbledore ternyata pernah berteman dengan Grindewald, si penyihir hitam.
Chapter 19 : The Silver Doe
Ron akhirnya kembali. Waktu Harry berjaga, dia melihat sesosok patronus berbentuk burung merpati perak, membimbingnya ke sebuah kolam, dan di dasar kolam, ada pedang Gryffindor (bisa menghancurkan Horcrux, karena ada racun basilisk yang tertinggal di situ sewaktu Harry menggunakannya membunuh Basilisk di kamar rahasia di Hogwarts. Racun basilisk bisa menghancurkan Horcrux). Tapi Harry hampir tenggelam waktu mengambil pedang, untunglah Ron yang juga melihat patronus itu, melihatnya dan menolongnya. Satu Horcrux lagi sudah dihancurkan. (Berarti sudah ada 3 horcrux : buku harian Tom Riddle, cincin di tangan voldemort, dan kini, loket slytherin)
Chapter 20 : Xenophilus Lovegood
Harry, Ron dan Hermione memutuskan untuk pergi menemui ayah Luna, untuk menanyakan tentang lambang berbentuk segitiga yang dipakainya.
Chapter 21 : The Tale of The Three Brothers
Di rumah Luna, mereka bertemu ayah Luna dan bertanya tentang lambang segitiga. Ternyata, ada di cerita dalam buku yang diberikan Dumbledore. Tentang tiga bersaudara yang mencoba menipu Kematian. Yang pertama meminta tongkat yang cocok untuk penyihir yang sudah mengalahkan kematian. Yang kedua meminta kekuatan untuk memanggil orang yang sudah mati, dan dia diberikan sebuah batu sakti. Dan yang paling bungsu meminta sesuatu yang bisa membuatnya pergi kemana-mana tanpa diikuti oleh Kematian, dan dia mendapatkan Jubah Tak Terlihat.
Chapter 22 : The Deathly Hallows
Jadi itulah arti lambang segitiga itu : The Deathly Hallows, tiga benda ajaib : garis itu melambangkan tongkat kayu Elder, bulatan adalah batu pembangkit orang mati, dan segitiga adalah Jubah Ajaib.
Ternyata ayah Luna menipu mereka, memanggil Death Eater, karena para Death Eater menyandera Luna. Tapi Harry dan kawan-kawan berhasil juga meloloskan diri. Tapi tak berumur lama. Sewaktu tiba di tenda, mereka berdiskusi, Harry tak sengaja mengucapkan nama Voldemort, yang sudah dimantrai untuk melacak orang-orang Ordo Phoenix.
Chapter 23 : Malfoy Manor
Akibatnya, keberadaan mereka terlacak, dan walaupun sudah mencoba menyamar, tetap saja ketahuan. Mereka dibawa ke Malfoy Manor, dan di sana bertemu dengan Bellatrix, dan keluarga Malfoy. Namun voldemort masih di luar negeri. Lalu Bellatrix mencoba menyiksa Hermione untuk mendapatkan informasi.Sementara itu, Harry dan Ron, yang tertangkap bersama-sama dengan Dean dan si goblin Griphook, dimasukkan ke penjara. Di sana ternyata sudah ada Luna dan Mr Ollivander. Harry lalu melihat potongan cermin Sirius, dan melihat mata biru Dumbledore di situ, lalu dia meminta tolong. Yang muncul adalah Dobby, yang membantu mereka berdisaparrate ke rumah Bill. Pertama dia membawa Luna, Dean dan Mr Olivander, sementara Harry dan Ron berusaha membebaskan Hermione. Peter Pettigrew mencoba menyerang Harry, tapi justru gagal karena tangan palsu pemberian Voldemort malah berbalik menyerang dirinya sendiri sewaktu dia mencoba menyerang Harry.
Chapter 24 : The Wandmaker
Mereka berhasil melarikan diri dari Malfoy Manor berkat bantuan Dobby, namun ternyata Dobby terkena lemparan pisau Bellatrix dan tak terselamatkan. Harry pun menguburkan Dobby di dekat rumah Bill. Lalu Harry mencoba menanyai Griphook tentang ruang penyimpanan harta keluarga Bellatrix Lestrange, karena menduga Bellatrix menyembunyikan satu Horcrux di situ, cangkir Hupplepuff. Lalu setelah itu dia menanyai Ollivander tentang tongkat kayu elder yang legendaris itu. Di situ, Harry mengetahui, bahwa itu adalah tongkat Dumbledore, dan saat itu juga, Voldemort sedang dalam perjalanan mencari tongkat itu.
Chapter 25 : Shell Cottage
Tiga sekawan itu membahas tentang semua ini. Mereka menyimpulkan, kalau Voldemort tak mengetahui tentang Deathly Hallows, tiga benda sakti yang bisa mengalahkan kematian itu. Dia hanya menyimpulkan kalau tongkat kayu elder itu akan bisa mengalahkan Harry, karena tongkatnya sendiri menolak menyerang Harry dan bahkan tongkat pinjaman dari ayah Malfoy pun tak bisa mengalahkan tongkat Harry. Mereka juga menyusun rencana menyusup ke Gringotts. Griphook mau membantu dengan imbalan pedang Gryffindor.
Chapter 26 : Gringotts
Anak Lupin lahir. Ted namanya. Harry dan kawan-kawan menyusup ke Gringotts. Hermione menyamar jadi Bellatrix, lalu berhasil masuk ke ruang penyimpanan, dan berhasil juga dapat cangkir Hupplepuff itu. Walau ketahuan, mereka berhasil melarikan diri dengan menggunakan naga penjaga Gringotts. Namun kini pedang Gryffindor tak ada, untuk menghancurkan Horcrux keempat ini.
Chapter 27 : The Final Hiding Place
Mereka bertiga akhirnya memutuskan untuk pergi ke Hogwarts, karena yakin bahwa Horcrux terakhir, selain Nagini, disimpan di situ. Sampai saat itu, Voldemort belum tahu kalau Horcrux-Horcrux nya sudah separuh dihancurkan.,
Chapter 28 : The Missing Mirror
Ternyata di desa Hogsmeade, si penjaga Hog's Head adalah adik Dumbledore, Aberforth. Dialah yang dilihat Harry di cermin ajaib, yang mengirimkan Dobby membantu mereka. Dari Aberforth, mereka mengetahui kebenaran tentang kisah masa lalu keluarga Dumbledore. Lalu Aberforth juga menunjukkan jalan masuk ke Hogwarts, satu-satunya jalan yang tak dijaga karena tak ada yang tahu. Lalu disini, ternyata Neville sudah menunggu, dan demikian juga puluhan murid Hogwarts lainnya, ada di Ruang Perlengkapan, yang menjadi markas mereka. Semua menyambut kedatangan Harry.
Chapter 29 : The Lost Diadem
Harry akhirnya tahu, Horcrux yang digunakan Voldemort dari Ravenclkaw, tiara yang digunakan Rowena Ravenclaw. Namun tiba-tiba di diserang oleh salah satu guru baru yang Death Eater, Alecto Carrow.
Chapter 30 : The Sacking of Severus Snape
Tapi ternyata serangan itu mengundang keributan, dan akhirnya para guru datang, termasuk Professor McGonagall. Dan guru-guru itu pun merencanakan menjatuhkan Snape. McGonagall berhasil mengalahkan Snape dalam duel, dan Snape melarikan diri. Harry akhirnya berhasil mendapatkan sumber informasi di mana tiara itu berada. Dari hantu Grey Lady yang ternyata mati dibunuh oleh Baron Berdarah, kekasihnya, yang diutus ibunya, Rowena Ravenclaw untuk mengejarnya karena dia mencuri tiara Rowena.
Persiapan perang pun dilakukan. Para anggota Order, dan simpatisan lain berdatangan ke Hogwarts.
Chapter 31 : The Battle of Hogwarts
Sementara itu, ternyata Ron dan Hermione pergi ke ruang rahasia, dan mengambil taring basilisk, dan menghancurkan Horcrux yang mereka pegang. Ron yang membuka pintunya, karena dia belajar sedikit parseltongue sehingga bisa membuka pintu di kamar mandi itu.
Lalu mereka bertiga menuju ruang perengkapan, untuk mencari horcrux tiara Ravenclaw. Ternyata Malfoy, Crabbe dan Goyle sudah ada di situ. Harry berhasil memnemukan tiara tua itu, tapi serangan Crabbe, mengeluarkan mantra Fiendfyre untuk menyerang, namun akhirnya malah mencelakakan dirinya sendiri. Crabbe tewas, namun ternyata mantra terlarang itu berhasil menghancurkan tiara Horcrux. Harry malah menyelamatkan Draco Malfoy dan Goyle.
Sementara itu, Voldemort sudah mengetahui bahwa Horcruxnya sudah pada dihancurkan. Dia sudah tiba di luar Hogwarts, demikian juga para Death Eater. Perang dimulai. Ternyata Percy pun bergabung kembali. Tapi dalam perang ini, Fred terkena serangan dan mati.
Chapter 32 : The Elder Wand
Di Hogwarts, mereka sudah mengumpulkan para korban. Tonks dan Lupin pun berada di antara yang tewas.
Sementara itu, Voldemort sedang berbicara dengan Snape. Dan Harry yang berhasil mengetahui kalau Voldemort ada di Shrieking Shack, menyusup lewat jalur rahasia. Di situ dia melihat bagaimana akhirnya Voldemort menyerang Snape, karena merasa bahwa tongkat yang diambilnya dari kuburan Dumbledore tidak seistimewa seharusnya. Snape dibunuh oleh Voldemort. Namun di akhir hidupnya, Snape berhasil mengeluarkan cairan Pensieve, yang diambil oleh Harry.
Chapter 33 : The Prince's Tale
Kisah Severus Snape. Dari kecil ternyata sudah suka pada Lily. Membelot dari Voldermort setelah Dark Lord itu mengincar Lily. Pada Dumbledore, Snape berjanji akan melakukan apa saja untuk melindungi Lily, dan setelah Lily mati, dia harus melindungi Harry. Ternyata kematian Dumbledore juga atas permintaan Dumbledore, jadi dia minta agar Snape yang membunuhnya, karena ternyata memang Dumbledore saat itu sudah sekarat, akibat Horcrux cincin yang dipakainya.
Selain itu, kini Harry tahu, kalau dirinya adalah Horcrux ketujuh Voldemort. Dan dia harus mati untuk bisa menghancurkan Horcrux itu. Di situlah dia memutuskan untuk mendatangi Voldemort
Chapter 34 : The Forest Again
Harry datang ke Hutan Terlarang. Sebelumnya, dia sempat memberi pesan terakhir pada Neville, untuk membunuh Nagini. Harry juga akhirnya berhasil membuka Snitch yang diberikan Dumbledore, dan menemukan batu pemanggil orang mati itu. Dia menghadapi Voldemort, didampingi oleh Sirius, Ayah dan Ibunya, dan juga Lupin. Voldemort pun membunuh Harry
Chapter 35 : King's Cross
Harry tiba di suatu tempat yang aneh. Dia bertemu Dumbledore, yang menjelaskan tentang banyak hal. Dumbledore mengatakan, kalau Harry belum mati.
Chapter 36 : The Flaw in the Plan
Harry sadar kembali. Tapi Voldemort dan para Death Eater belum tahu. Sewaktu membunuh Harry, Voldemort kesakitan. Mengira Harry mati, dia menyuruh Hagrid, yang ditawannya, untuk menggendong Harry untuk ditunjukkan pada orang-orang di Hogwarts. Sempat terjadi kepanikan, sewaktu mereka melihat Hagrid berjalan menggendong tubuh Harry. Namun ternyata, Neville masih ingat pesan Harry. Dia mencoba menyerang Nagini yang berada di dekat voldemort, tapi Voldemort menangkapnya, dan mencoba menyuruh Topi Seleksi untuk menyeleksi Neville, namun ternyata yang muncul adalah pedang Gryffindor, yang akhirnya digunakan Neville untuk menghancurkan Nagini. Harry berhasil merebut tongkat Elder, dan mengalahkan Voldemort.
Setelah Voldemort kalah, akhirnya Harry, Hermione dan Ron masuk ke kamar kepala sekolah, bercakap-cakap dengan lukisan Dumbledore. Harry memutuskan tidak menggunakan tongkat Elder, hanya digunakannya untuk memperbaiki tongkat bulu phoenixnya. Dan batu pemanggil orang mati juga sudah dibuangnya di tepi hutan terlarang. Hanya Jubah Ajaib saja yang masih disimpannya.
Nineteen Years Later :
Harry menikah dengan Ginny. Punya 3 anak, James, Albus Severus, dan Lily. Hermione dan Ron juga menikah dan punya dua anak, Rose dan Hugo. Anak Lupin, Ted, pacaran dengan anak Bill & Fleur, Victoire. Draco juga sudah punya anak, Scorpius.
5 comments:
Wah...postingannya beda...^_^
Sedih deh pas Fred meninggal. hiks..
wih, bab-per-bab :D spoiler! ;p
@Ally : ho oh, paling sedih tuh waktu Fred yang dihabisi.... setelah itu, nomor dua sedihnya yah si Hedwig, hu hu hu hu... aku kan sayang ama Hedwig....
@Mina : You've been warned, hahahaha
yah nih, abis hibernasi dulu sekitar 2 minggu, hehehehe, sebelum bisa posting buku lagi ^.^
Jadi ini cuma buat sekedar mengisi kekosongan sih, hehehhehe
Sempat nangis pas baca cerita dibalik keangkuhan Snape...ternyata...
Wah sama!, harry potter favoritku juga yg seri ke 3 prisoner of azkaban! Anyway, nice ending, benar2 kejutan yg soal snape itu.
Post a Comment