Para Pengganggu
Judul : Para Pengganggu (The Intruders)
Pengarang : E.E. Richardson, 2006
Penerjemah : Mukti Mulyana
Penerbit : PT Serambi Ilmu Semesta, Juni 2007
Tebal : 240 halaman; 20 x 13 cm
Joel Demetrius dan kakaknya Cassie harus pindah ke rumah baru. Ibunya kini bertunangan dengan Gerald, dan mereka tak lagi tinggal di apartemen lama mereka yang nyaman. Mereka harus ikut dengan ibu untuk tinggal bersama Gerald di rumah yang baru dibeli calon ayah tiri mereka tersebut. Gerald sendiri punya dua orang anak laki-laki. Damon yang sulung berusia setahun lebih tua dari Cassie, dan yang bungsu, Tim, sedikit lebih muda dari Joel. Tak seperti Joel yang dengan mudah bisa menerima kehadiran kedua calon saudara tiri mereka, Cassie benar-benar kesal karena harus pindah dan bergabung dengan keluarga barunya. Dia menjuluki mereka sebagai para pengganggu.
Rumah baru mereka, sebuah rumah yang sudah tua. Rumah itu juga sudah lama kosong tak berpenghuni. Cerita yang mereka dengar, katanya yang tinggal di rumah itu tak pernah tinggal terlalu lama sebelum akhirnya pindah.
Tapi berbagai hal aneh mulai terjadi sejak mereka memasuki rumah tersebut. Joel mengalami mimpi-mimpi menyeramkan, mendengar suara-suara bisikan seorang anak yang sedang mengucapkan sepotong doa menjelang tidur. Lalu ada lagi penglihatan-penglihatan yang tak lazim, sehelai belati penuh darah, seorang anak misterius yang berlarian di halaman rumah mereka. Ternyata, mimpi-mimpi itu juga dialami Tim.
Perseteruan antara Cassie dengan kedua anak Gerald, terutama Damon, semakin lama semakin sengit. Hingga suatu hari mereka beradu keberanian, dan merencanakan acara pemanggilan roh, untuk membuktikan siapa yang lebih pemberani diantara mereka. Rencana mereka itu ternyata malah membuktikan ada sesuatu di rumah tersebut, dan akhirnya membuat keempat anak tersebut kini sedikit lebih dekat, disatukan oleh rasa takut.
Suatu hari, mereka mencoba mencari tahu sejarah rumah tersebut, namun tak banyak informasi yang mereka dapatkan. Akhirnya, mereka pun harus menghadapi para pengganggu itu, untuk mengetahui kebenaran yang tersembunyi di balik rumah tersebut.
Satu kata untuk buku ini : seram! Aku kan penakut, hehehehe, jadi paling gampang takut dengan cerita-cerita seram. Terus terang, ini bukan cerita yang akan menjadi cerita favoritku.
Namun, kisah petualangan keempat anak ini disampaikan dengan sangat lancar. Sepanjang cerita kita diajak bersama-sama Joel dan Tim merasakan kengerian yang mereka alami, yang bisa membuat kita merinding. Hanya saja, kisah di balik gangguan-gangguan yang dialami anak-anak itu menurutku juga kurang digali, lebih banyak terfokus pada hal-hal menyeramkan yang dialami oleh Joel dan Tim.
0 comments:
Post a Comment