The Bartimaeus Trilogy : The Golem's Eye

Judul : Bartimaeus Trilogy - Buku Dua : Mata Golem (The Golem's Eye)
Pengarang : Jonathan Stroud, 2004
Penerjemah : Poppy Damayanti Chusfani
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2007
Tebal : 624 halaman; 20 x 13,5 cm
Di Praha, tahun 1868, pasukan Inggris yang dipimpin oleh Gladstone menyerang Ceko. Bartimaeus ditugaskan oleh masternya, penyihir kerajaan, untuk melindungi Raja dan burung-burung nurinya. Di situlah Bartimaeus menyaksikan kedahsyatan kekuatan yang dimiliki Gladstone, kibasan tongkatnya mampu meluluhlantakkan tembok-tembok kota.
London, 150 tahun kemudian. Nathaniel, si penyihir muda kini sudah berusia 14 tahun. Sudah dua tahun berlalu sejak peristiwa percobaan pengkhianatan oleh Lovelace yang berhasil digagalkannya. Kini Nathaniel tinggal bersama masternya yang baru, Mrs Whitwell, kepala Departemen Pertahanan. Dia juga kini bekerja di Departemen Urusan Dalam Negeri, dan karirnya sungguh luar biasa. Bukan hanya karena perhatian khusus dari Mrs Whitwell dan Perdana Menteri Deveraux, namun juga memang Nathaniel sendiri sangat maju dalam ilmu sihirnya.
Keberhasilannya mengundang rasa iri juga dari banyak pihak. Dia yang begitu muda sudah berhasil mendapatkan begitu banyak perhatian, bahkan atasannya sendiri, dan juga masternya, semua menyimpan rasa tak suka padanya.
Sementara itu, Resistance, sekelompok Commoner yang berusaha menjatuhkan para penyihir, sedang melakukan berbagai aksi mereka. Pencurian benda-benda sihir, grafiti yang menghina pemerintahan penyihir, itulah aksi mereka.
Kitty, seorang gadis remaja yang tergabung dengan Resistance, pada awalnya hanyalah seorang gadis commoner biasa. Namun ternyata dia punya keistimewaan, yang suatu hari dikenali oleh Mr Pennyfeather, sang pemilik toko seni yang menjadi pemimpin Resistance.
Saat itu, ditengah berbagai aksi Resistance, tiba-tiba muncul suatu aksi pengerusakan yang cukup luar biasa. Para Menteri menyalahkan Resistance, namun Nathaniel tak yakin itu dilakukan oleh mereka.
Kecurigaaannya akhirnya dibuktikan oleh Bartimaeus, yang dipanggilnya untuk membantu. Ada golem, mahkluk ciptaan penyihir, yang sudah tak pernah ada lagi sejak penyerbuan Inggris ke Praha. Banyak yang tak percaya dan mencemooh analisa Nathaniel. Bahkan kunjungannya ke Praha pun tak mampu meyakinkan mereka. Malah dia dituduh berkhianat.
Kisah Nathaniel dan si jin super sombong dan tinggi hati, Bartimaeus berlanjut kembali. Dua tahun sudah berlalu sejak Nathaniel membebaskan Bartimaeus sebelum dia memanggilnya kembali. Banyak perubahan terjadi, termasuk karakter Nathaniel.
Di sini juga kita akan mengenal lebih jauh pihak Resistance. Beberapa tokoh kecil di buku pertama juga akan muncul disini. Walau latar belakang beberapa tokoh kecil di buku pertama sudah diungkapkan disini, hingga akhir, masih akan kita temui beberapa misteri yang mungkin baru akan kita dapatkan jawabannya di buku ketiga (walau sebenarnya sih.... aku sudah bisa menduga-duga... hehehehe).
Bartimaeus sendiri, tetap memiliki karakter yang sangat tinggi hati, selalu menganggap rendah jenis demon lain dari tingkat yang lebih rendah, dan juga hubungan penyihir-demon, dan penyihir-manusia. Tapi sebenarnya, walau dia berusaha menyangkalnya, dia tertarik sekali pada beberapa penyihir dan manusia, seperti Nathaniel dan Kitty. Lucu banget kog, membaca bagaimana si Bartimaeus berusaha meyakinkan dirinya kalau dia tak perduli sama sekali pada masternya. Namun tak urung dia tak bisa menahan diri untuk menasihati Kitty.
Satu adegan yang paling aku suka adalah sewaktu Bartimaeus harus mengejar afrid penjaga kuburan Gladstone. Waktu dia mendatangi dua imp ketakutan, dan kedua imp itu berusaha sembunyi di balik yang lain, aduh, benar-benar lucu. Komentar-komentar Bartimaeus, ditambah percakapan dengan para imp dan si afrid, benar-benar akan membuat kita terpingkal-pingkal.
Selain kocak, jangan salah! Di sini kita juga akan diajak berpacu mengikuti intrik-intrik politis yang terjadi di baik di dalam pemerintahan Inggris versi penyihir maupun intrik-intrik hubungan internasional. Juga kisah-kisah pembalasan dendam yang berakhir dengan kematian. Juga ada kisah ketidakadilan, si lemah melawan si kuat, walau yang kuat yang bersalah, namun yang lemah tetap kalah. Yah, ramuan fantasi yang sangat meriah!
2 comments:
Waaa..belum dapaaattt..
kemaren ke Mas Toga kok ga dipajang di rak ya..??ato udah sold out...gilee bener. wah kudu indent neh kayanya.
oo, mungkin mas toga gak kebagian, yul, hahahaha
soalnya kan udah cetak ulang dalam hitungan hari aja, jadi mungkin nunggu jatah kali ye?
Post a Comment