Saturday, March 03, 2007

The Golden Compass : Kompas Emas


Judul : The Golden Compass (Kompas Emas)
Pengarang : Philip Pullman (c) 1995
Penerjemah : B. Sendra Tanuwidjaja
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, November 2006
Tebal : 488 halaman; 23 x 15 cm

Suatu sore di Oxford, Lyra dan daemonnya, Pantailamon tak sengaja mencuri dengar pertemuan antara para Cendekiawan, dan pamannya, Lord Asriel. Pembicaraan tentang Debu, sesuatu yang tak pernah didengarnya sebelumnya.

Ternyata ulahnya itu membuat hidup Lyra tak lagi sama seperti dahulu.

Di kota, isu anak-anak yang menghilang mulai terdengar. Salah seorang teman bermain Lyra , Roger, juga menghilang. Tetapi sementara itu, datang seorang wanita cantik, Mrs Coulter, yang kemudian membawa Lyra bersamanya. Sebelum berangkat ke tempat Mrs Coulter, Ketua memanggil Lyra dan menyerahkan kepadanya sebuah benda aneh, seperti sebuah kompas, yang ada lambang-lambang aneh di permukaannya.

Benda itu adalah Alethiometer, benda yang dapat memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan. Namun untuk mempergunakannya, ternyata tidak mudah. Dan entah bagaimana, Lyra ternyata memiliki kemampuan untuk membaca tanda-tanda yang ditunjukkan oleh Alethiometer itu setiap kali dia menggunakannya untuk bertanya.

Kehidupan bersama Mrs Coulter awalnya menyenangkan, tetapi lama kelamaan Lyra menyadari ada keanehan pada wanita itu. Dan di suatu pesta, Lyra melihat bahwa daemon Mrs Coulter mengintip isi tasnya. Lyra melarikan diri, dan akhirnya bergabung dengan keluarga Gipsi.

Kaum Gipsi juga sedang mencari anak-anak mereka yang hilang, dan Lyra akhirnya ikut dalam perjalanan menuju ke Kutub Utara, tempat diperkirakan anak-anak itu dibawa. Dalam perjalanan itu mereka akhirnya bergabung dengan Iorek Byrkinson, si Beruang Berperisai.

Juga terbongkar apa yang terjadi di Bolvangar, tempat anak-anak itu dibawa, sebuah percobaan yang sangat mengerikan.

Iorek, si beruang yang disingkirkan dari kumpulannya. Namun dengan bantuan Lyra, berhasil juga mengambil alih kembali posisinya sebagai pemimpin.

Lyra juga bertemu kembali dengan Lord Asriel, yang ternyata adalah ayahnya. Lord Asriel sendiri waktu itu ada di Svalbard, sedang mengerjakan sebuah percobaan yang melibatkan aurora dan perjalanan ke dunia lain.

Buku ini adalah buku pertama dari trilogi His Dark Material. Di sini kita diperkenalkan dengan dunia Lyra, sebuah dunia yang mempunyai tempat sama seperti dunia yang sekarang kita kenal, namun dengan perbedaan-perbedaan. Manusia disana memiliki daemon, mahkluk berbentuk binatang yang selalu ada bersama-sama manusianya. Daemon dan manusia tidak bisa dipisahkan, bila manusia mati, maka daemonnya pun menghilang.

Alur cerita berjalan lancar, sangat menarik, sulit untuk dilepaskan, kalau belum selesai. Bagi para pencinta cerita fantasi, trilogi satu ini pasti akan masuk daftar koleksi.

0 comments:

  © Blogger template 'Isolation' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP